(Beritadaerah – Industri) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak dapat mengandalkan kualitas produk saja untuk membawa menembus pasar global. Kemampuan memasarkan produk secara digital kini menjadi faktor penting agar produk lokal lebih mudah ditemukan konsumen, termasuk calon pembeli dari luar negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) untuk memperkuat pemasaran sekaligus membuka peluang ekspor.
“Produk yang bagus itu syarat pertama, setelah itu cara menjualnya. Produk yang berkualitas perlu diimbangi dengan pemasaran yang efektif agar dapat menjangkau konsumen, termasuk di pasar internasional,” ujar Budi saat membuka pendampingan “Gapai Pasar Global dengan AI” di Jakarta, Rabu (9/9).
AI dapat dimanfaatkan UMKM untuk melakukan riset pasar, membuat konten, menyusun strategi iklan, hingga membantu komunikasi dengan calon buyer dari negara tujuan. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai penting untuk memperbesar kontribusi UMKM terhadap ekspor Indonesia yang mencapai 15,7 persen pada 2025.
Program hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan, Meta Indonesia, dan UKMIndonesia.id itu menjangkau 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta. Untuk seri Jakarta, sebanyak 100 peserta terpilih dari 580 pendaftar.
Peserta yang mengikuti lokakarya riset pasar global, penyusunan katalog digital, serta praktik pemasangan iklan menggunakan Meta Advantage+. Selanjutnya, mereka mendapat pendampingan intensif selama tujuh hari untuk mengoptimalkan iklan dan menjaring calon pembeli.
Tahap berikutnya diarahkan pada kesiapan ekspor melalui perwakilan perdagangan RI di luar negeri, termasuk atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Materinya mencakup logistik, perjanjian ekspor, hingga business matching. Hasil pendampingan juga akan dituangkan dalam Katalog Ekspor UMKM yang direncanakan diserahkan kepada Mendag pada Forum Bisnis dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Meta Indonesia dan Filipina Berni Moestafa mengatakan, salah satu tantangan UMKM bukan semata kualitas produk, melainkan bagaimana membuat produk tersebut ditemukan calon konsumen. Melalui teknologi AI, Meta memperkenalkan sejumlah solusi untuk membantu UMKM membuat konten, melakukan alih bahasa, serta mengotomatisasi komunikasi dengan pelanggan.
Kemendag juga mendorong perluasan akses pasar melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), yang menghubungkan pelaku usaha dengan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.
Dengan semakin kuatnya kemampuan digital dan kesiapan ekspor, UMKM diharapkan tidak hanya mampu memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan transaksi dan volume ekspor produk bernilai tambah. Pada akhirnya, semakin banyak UMKM yang masuk rantai perdagangan global akan memperluas basis eksportir nasional, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.


