
(Beritadaerah – Banyuwangi) Di tengah persaingan antardaerah dalam menarik investasi, mengembangkan pariwisata, dan memperkuat ekonomi lokal, Banyuwangi tampil sebagai salah satu kabupaten yang menunjukkan transformasi pembangunan secara konsisten. Berbagai program strategis terus dijalankan, mulai dari penguatan infrastruktur, hilirisasi sektor pertanian dan perikanan, pengembangan industri manufaktur, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, hingga percepatan pengembangan sumber daya manusia.
Indikasi ke arah itu mulai terlihat. Pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata, meningkatnya minat investor, berkembangnya sektor pariwisata, serta semakin kuatnya ekosistem UMKM menjadi modal penting dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif. Kehadiran berbagai proyek strategis nasional dan kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun mitra internasional juga memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Pulau Jawa.
Namun, menjadi lokomotif ekonomi tidak hanya ditentukan oleh tingginya angka investasi atau pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, keberhasilan sebuah daerah diukur dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Dengan modal sumber daya alam yang melimpah, kepemimpinan yang adaptif, serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Banyuwangi memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi regional. Tantangan tentu masih ada, namun arah pembangunan yang konsisten menunjukkan bahwa Banyuwangi tidak sekadar membangun daerahnya sendiri, melainkan juga berpotensi menjadi simpul pertumbuhan ekonomi yang memberi dampak positif bagi kawasan Jawa Timur bahkan Indonesia.
Guna mencapai hal tersebut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendorong pengusaha muda untuk terus berinovasi serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Ipuk saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata, Kamis (31/7).
Pelantikan Pengurus BPC Hipmi Banywangi dilakukan oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf. Dilantik sebagai Ketua BPC HIPMI Banyuwangi masa bakti 2026–2029 Dio Arli Rahadi, dan wakil ketua umum Arvy Rizaldy.
“Selamat kepada Pengurus HIPMI yang terpilih dan selamat bertugas,” kata Bupati Ipuk saat menyampaikan sambutannya.
Bupati Ipuk mengatakan pelantikan pengurus BPC Hipmi bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan panggung aksi nyata bagi generasi muda untuk membuktikan perannya dalam membangun perekonomian Banyuwangi.
“Anak muda adalah motor penggerak perekonomian daerah karenanya HIPMI harus menjadi lokomotif lahirnya inovasi, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi daerah. Hadapilah tantangan ke depan dengan data, jejaring, inovasi, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan,” pesan Bupati.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyinggung kondisi ekonomi global yang penuh akibat geopolitik, volatilitas pasar, dan gangguan rantai pasok. Meski demikian, Banyuwangi mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen pada 2025, lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur (5,33 persen) maupun nasional (5,11 persen). Angka kemiskinan pun turun dari 6,54 persen menjadi 6,13 persen. Bahkan, pada Mei 2026 Banyuwangi berhasil mencatat inflasi terendah di Jawa Timur dengan angka 1,00 persen.
“Nilai inflasi ini bukan sekadar statistik, tetapi bukti nyata bahwa harga kebutuhan pokok masyarakat Banyuwangi masih terjaga. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah kita cukup kuat. Ini menjadi modal bagi kita untuk terus berkolaborasi mendorong perekonomian daerah,” kata Bupati.
Setelah pelantikan ini, HIPMI Banyuwangi diharapkan menjadi momentum lahirnya lebih banyak pengusaha muda yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing, sehingga mampu membawa Banyuwangi tumbuh lebih kuat di tengah tantangan global.
Selain itu juga diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha muda baru melalui program inkubasi dan mentoring, memperkuat kemandirian ekonomi lokal dengan merangkul UMKM, petani, dan nelayan.
“Serta mendorong inovasi, digitalisasi, dan efisiensi usaha hingga mendorong wirausaha sosial yang berakhlak dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Ipuk.
Sementara itu oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf, mengapresiasi perkembangan Banyuwangi. Ia pun mengajak segenap kepengurusan HIPMI Banyuwangi terus mendukung kemajuan daerah.
“Banyuwangi sangat maju perkembangannya, semoga HIPMI Banyuwangi makin solid dan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujarnya.


