(Beritadaerah-Nasional) Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menggarisbawahi pentingnya pemahaman ekonomi makro bagi kalangan muda saat menyampaikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Senin (9/2). Dalam paparannya, ia menguraikan bahwa keputusan ekonomi yang diambil individu, jika terjadi secara luas dan serentak, dapat berdampak signifikan terhadap kondisi perekonomian nasional, sehingga membutuhkan peran pemerintah melalui kebijakan fiskal untuk menjaga keseimbangan.
Menurutnya, kajian ekonomi makro memiliki posisi penting karena berkaitan langsung dengan upaya mewujudkan cita-cita bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Ia menilai pembelajaran makroekonomi tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk mendorong kesejahteraan kolektif dan kemajuan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Suahasil juga mengulas sejarah lahirnya teori ekonomi makro yang dipengaruhi peristiwa Depresi Besar pada dekade 1930-an. Saat itu, mekanisme pasar dinilai tidak cukup kuat untuk memulihkan kondisi ekonomi secara otomatis. Pemikiran ekonom John Maynard Keynes kemudian memperkenalkan gagasan tentang pentingnya campur tangan pemerintah, khususnya melalui instrumen fiskal, guna menstabilkan perekonomian.
Ia turut menjelaskan sejumlah indikator utama untuk menilai kinerja ekonomi suatu negara, seperti Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat inflasi, serta kondisi ketenagakerjaan. Angka-angka tersebut, menurutnya, merepresentasikan aktivitas riil masyarakat—mulai dari belanja rumah tangga, investasi sektor usaha, pengeluaran pemerintah, hingga dinamika perdagangan internasional.
Dengan pemahaman yang memadai terhadap indikator makroekonomi, generasi muda dinilai akan lebih siap membaca arah perekonomian, menyusun kebijakan yang adaptif, serta menjaga kesinambungan pertumbuhan nasional di masa depan. Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa para mahasiswa akan berperan aktif dalam membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih kokoh.


