(Beritadaerah – Bandung) Kenaikan harga plastik kemasan di Bandung menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Harga plastik yang biasanya berkisar Rp15 ribu per paket kini melonjak hingga Rp40 ribu, atau naik hampir empat kali lipat dalam waktu singkat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa lonjakan ini mulai dirasakan pelaku usaha sejak akhir pekan lalu dan berdampak langsung pada operasional, terutama bagi pelaku UMKM yang bergantung pada kemasan sekali pakai.
“Saya mendapat laporan harga plastik bungkus naik signifikan. Ini tentu membebani pelaku usaha kecil,” ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Rabu (8/4).
Farhan menambahkan, pihaknya masih menelusuri penyebab utama kenaikan tersebut dengan berkoordinasi langsung dengan distributor.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Plastik
Meski penyebab pastinya masih ditelusuri, sejumlah faktor umum diduga menjadi pemicu kenaikan harga plastik di pasaran, antara lain:
1. Kenaikan Harga Bahan Baku
Plastik berbahan dasar minyak bumi (resin) sangat dipengaruhi harga minyak dunia. Ketika harga minyak naik, biaya produksi plastik ikut meningkat.
2. Gangguan Distribusi
Keterlambatan pasokan dari pabrik atau distributor, baik karena logistik maupun kebijakan impor, dapat menyebabkan kelangkaan barang di tingkat lokal.
3. Permintaan Tinggi dari Sektor UMKM
Meningkatnya aktivitas usaha kuliner, khususnya layanan pesan antar dan takeaway, membuat permintaan plastik melonjak tajam.
4. Spekulasi dan Penahanan Stok
Dalam kondisi tertentu, distributor atau pelaku pasar bisa menahan stok untuk menunggu harga naik, sehingga memicu kelangkaan sementara.
5. Kebijakan Pengurangan Plastik
Kampanye pengurangan plastik sekali pakai di berbagai daerah juga dapat memengaruhi distribusi dan produksi, sehingga berdampak pada harga.
Dampak ke Pelaku Usaha
Kenaikan harga ini paling dirasakan oleh pelaku UMKM, terutama di sektor makanan dan minuman. Biaya kemasan yang meningkat membuat margin keuntungan semakin tertekan, bahkan berpotensi memicu kenaikan harga jual ke konsumen.
Momentum Kurangi Plastik
Di sisi lain, Farhan melihat kondisi ini sebagai peluang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Ia mengimbau warga untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa tas belanja dan wadah makanan sendiri.
“Selain harganya mahal, ini juga kesempatan kita untuk mengurangi sampah plastik,” ujarnya.
Langkah tersebut dinilai tidak hanya membantu menekan biaya, tetapi juga mendukung upaya menjaga lingkungan dari dampak limbah plastik.


