Kemendikdasmen Gandeng Media, Perluasan Akses Pendidikan untuk Kelompok Rentan Diprioritaskan

(Beritadaerah-Tangerang Selatan) Kemitraan antara pemerintah dan media massa terus diperkuat guna memastikan setiap kebijakan pendidikan tersampaikan secara komprehensif dan mudah dipahami publik. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung pemerataan akses sekaligus peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Dialog Kebijakan yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama insan pers di Tangerang Selatan. Forum yang diinisiasi oleh Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat itu menjadi ruang diskusi dua arah untuk mengevaluasi implementasi kebijakan di lapangan sekaligus memperkuat transparansi informasi.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pemberitaan, kementerian tidak hanya menyosialisasikan program, tetapi juga memperoleh masukan mengenai berbagai tantangan yang terjadi di daerah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut selaras dengan penguatan konsep Catur Pusat Pendidikan yang menekankan sinergi pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif serta berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, kementerian memaparkan sejumlah kebijakan prioritas yang tengah diperluas pelaksanaannya, khususnya untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan wilayah prioritas. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Indonesia Pintar (PIP), yang sejak diluncurkan pada 2015 terus mengalami peningkatan penerima manfaat. Hingga kini, jutaan peserta didik di berbagai jenjang telah memperoleh dukungan melalui program tersebut.

Mulai 2026, cakupan PIP diperluas hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Upaya ini ditujukan agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan mengikuti pendidikan usia dini minimal satu tahun sebelum masuk sekolah dasar, sehingga lebih siap beradaptasi dengan proses belajar.

Selain PIP, penguatan juga dilakukan melalui Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang menyasar pelajar dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Orang Asli Papua, serta anak pekerja migran Indonesia. Program tersebut dirancang membuka akses pendidikan menengah berkualitas sekaligus mendorong kontribusi peserta didik bagi pembangunan daerah asal.

Keberlanjutan prestasi siswa pun didukung melalui Beasiswa Talenta Indonesia, yang memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri. Skema ini diharapkan mampu mengembangkan potensi akademik dan kepemimpinan generasi muda agar memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Melalui penguatan dialog dengan media, Kemendikdasmen menegaskan komitmen membangun komunikasi publik yang terbuka dan kolaboratif. Pemerintah berharap penyampaian informasi yang berbasis data dan fakta dapat memperluas pemahaman masyarakat sekaligus memastikan setiap kebijakan pendidikan benar-benar menjangkau seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.