Wamenkeu Tekankan Tiga Agenda Strategis untuk Perkuat Fungsi PT SMI sebagai Motor Fiskal

(Beritadaerah-Nasional) Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan tiga arahan utama guna memperkokoh peran PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebagai instrumen kebijakan fiskal negara. Dalam penegasannya, PT SMI dinilai bukan sekadar lembaga pembiayaan, melainkan development finance institution yang menjalankan mandat strategis pemerintah untuk menjaga kesinambungan pembangunan tanpa membebani stabilitas APBN.

Dalam paparannya di Jakarta, Kamis (26/2), Wamenkeu menggambarkan peran PT SMI sebagai representasi kehadiran negara di sektor pembiayaan infrastruktur. Ketika daerah terdampak bencana membutuhkan ruang fiskal, PT SMI disebut dapat melakukan restrukturisasi agar APBD tetap terjaga. Begitu pula dalam agenda transisi energi, perusahaan tersebut dinilai mampu menghadirkan skema blended finance sehingga pembiayaan tidak sepenuhnya membebani keuangan negara.

Memasuki usia ke-17 tahun, PT SMI diminta memperjelas rekam jejak serta mandat strategisnya. Setiap pembiayaan yang dikucurkan diharapkan memiliki kerangka dampak yang terukur dan konkret. Keberhasilan, menurut Wamenkeu, tidak cukup diukur dari besarnya serapan dana atau rampungnya proyek, tetapi dari sejauh mana infrastruktur tersebut meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sorotan juga diberikan pada pengembangan portofolio hijau. Label ramah lingkungan diingatkan agar tidak bersifat simbolik semata. Proyek energi terbarukan harus didukung struktur pembiayaan yang kokoh untuk menghindari risiko jangka panjang. Dalam konteks ini, pemanfaatan blended finance—yang memadukan dana komersial dan konsesional—dinilai penting untuk mendukung infrastruktur sosial dan agenda transisi energi secara berkelanjutan.

Aspek tata kelola menjadi poin ketiga yang mendapat perhatian serius, terutama seiring rencana penerbitan Obligasi Ritel Infrastruktur SMI (ORIS) tahun ini. Karena melibatkan partisipasi dana publik, transparansi dan disiplin governance dianggap sebagai fondasi utama untuk menjaga kredibilitas. Wamenkeu mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan aset paling berharga, dan kelonggaran tata kelola berpotensi menggerus capaian yang telah dibangun selama hampir dua dekade.

Melalui tiga pesan tersebut, PT SMI diharapkan terus memperkuat perannya sebagai instrumen fiskal negara yang adaptif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional.