Ilustrasi - Anjungan pengeboran Hakuryu 14, Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Selat Makassar (Foto: PT. Pertamina Hulu Energi)

Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru di South Mahakam, Kaltim

(Beritadaerah – Nasional) PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menutup tahun 2025 dengan pencapaian penting melalui temuan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) pada pengeboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil dari strategi eksplorasi yang inovatif di wilayah yang telah lama berproduksi. “Keberhasilan ini merupakan bukti dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).

Pengeboran sumur MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE sebagai quick win, yakni dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat agar temuan dapat segera dikembangkan dan diproduksikan. Muharram menjelaskan, temuan tersebut memiliki potensi sumber daya kontingen dengan estimasi Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel setara minyak (MMBOE). “Diharapkan temuan ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional demi mendukung swasembada serta ketahanan energi,” katanya.

Sejak mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Empat di antaranya berhasil mencatatkan temuan (discovery), termasuk MDP-1x yang dinilai sebagai salah satu penemuan signifikan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menegaskan bahwa eksplorasi merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan energi. “Dengan temuan MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi (RtoP) PHI,” ujarnya.

Sumur MDP-1x dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Meski target utama ini hanya dapat ditembus sebagian akibat tekanan tinggi, PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya yang menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).

Hasil drill stem test pada zona SCS—yang merupakan tindak lanjut dari temuan sumur Manpatu-1x tahun 2022—mengonfirmasi bahwa reservoir karbonat dan batu pasir di zona tersebut memiliki kemampuan produksi yang baik.