Gerakan Ekonomi, Pemprov Jateng Dorong Sport Tourism

(Beritadaerah-Surakarta) Event Friendship Run Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 telah diselenggarakan di Taman Sriwedari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (14/9). Kegiatan ini sebagai langkah pemerintah daerah untuk menarik kunjungan wisatawan dan menggerakan ekonomi. Event Friendship Run Bank Jateng di Kota Surakarta ini menjadi bagian dari sembilan rangkaian kegiatan menuju Borobudur Marathon 2025, yang puncaknya digelar pada 16 November 2025 mendatang.

Event pariwisata olahraga (sport tourism) masih menjadi andalan untuk menggerakkan ekonomi daerah, terkait denga hal tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mendorong penyelenggaraan sport tourism di wilayahnya.

Menurutnya, event-event tersebut mampu mendatangkan banyak orang dari luar daerah, bahkan luar negeri. Mereka membelanjakan uangnya di Jateng. Tak ayal, UMKM menjadi bergeliat, penginapan juga banyak yang penuh.

“Kalau orang datang ke sini, mereka tidur, makan, belanja di Jawa Tengah. Itu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” kata Sumarno.

Dia mencontohkan, kegiatan Borobudur Marathon yang diselenggarakan tiap tahun, telah terbukti mendatangkan masyarakat dari luar daerah hingga mancanegara. Tak pelak, lonjakan kunjungan itu langsung terasa di sektor akomodasi. Pun dengan kegiatan-kegiatan serupa di daerah lainnya.

“Keramaian ini jangan sampai disia-siakan, maka UMKM Jateng harus kita berdayakan,” ujar Sekda.

Sumarno menambahkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah banyak ditopang sektor konsumsi. Karenanya, sektor pariwisata perlu terus digenjot.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro mengatakan, dalam rangkaian kegiatan Borobudur Marathon ini, dia melibatkan banyak UMKM.

“Ada perwakilan dari enam ekskeresidenan yang sudah dikurasi, total ada 44 UMKM. Tidak hanya kuliner, tetapi juga produk lainnya,” jelasnya.

Sedangkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya menyampaikan dukungan penuh terhadap Borobudur Marathon maupun rangkaian event turunannya. Luthfi menekankan, ajang itu sudah menjadi ikon olahraga, sekaligus penggerak ekonomi daerah.

“Kami dukung penuh. Saya titip UMKM dilibatkan lebih banyak lagi. Solo ini jagonya UMKM, biar nendang,” ujarnya.