(beritadaerah - Kota Surakarta) Komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat telah mengambil langkah progresif pada acara Car Free Day (CFD) di Solo. Minggu lalu, sekitar 400 pedagang kaki lima (PKL) mulai mengisi zona 1 hingga zona 4, mencakup area dari Gladak hingga simpang Ngapeman, membuktikan langkah positif dalam mendukung UMKM lokal. Ruang bagi sekitar 100 pedagang masih tersedia di zona tersebut. Kapasitas untuk menampung sekitar 500 pedagang telah disediakan oleh Pemkot Solo, sementara ruang yang tersisa diharapkan dapat diisi oleh pedagang lama yang belum aktif kembali berjualan. Pemkot Solo akan mengevaluasi kehadiran pedagang lama yang belum aktif hingga pekan depan. Jika masih tersedia ruang, Pemkot Solo akan membuka kesempatan bagi pedagang baru. Meskipun pembukaan zona baru untuk berjualan belum sepenuhnya mengubah tingkat keramaian, relokasi sejumlah event dari simpang empat Ngapeman ke zona 1-4 diharapkan dapat menghidupkan suasana. Dishub Solo berencana untuk memindahkan acara yang ada di lokasi sebelumnya ke area yang baru. Pemindahan ini dilakukan untuk menghidupkan zona 1-4. Jika zona ini ramai, PKL akan semakin aktif. Selain pengalihan lokasi event, Pemkot Solo juga akan meningkatkan pengawasan dengan menempatkan satu petugas Linmas setiap radius 75 hingga 100 meter. Mereka akan bekerja sama dengan Satpol PP Kota Solo dalam menegakkan aturan yang berlaku. Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk mendukung ekonomi masyarakat melalui acara CFD. Langkah ini mencakup perluasan lokasi berjualan PKL sebagai upaya agar perekonomian menjadi lebih merata. Dengan perluasan lokasi berjualan, diharapkan roda perekonomian tidak hanya berputar di tempat tertentu, melainkan juga merata di berbagai wilayah. Ini akan memberi dampak positif secara menyeluruh bagi masyarakat. Pemkot Solo telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menjamin kelancaran acara CFD. Penempatan Linmas di wilayah-wilayah terpilih juga merupakan bagian dari upaya untuk memastikan keteraturan pedagang serta kebersihan area tersebut. Masih terdapat ruang yang kosong dan Pemkot Solo berupaya untuk memanfaatkannya, terutama bagi pedagang lama yang pernah berjualan di CFD. Namun, koordinasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan agar kegiatan ini berjalan dengan baik. Dengan upaya ini, harapannya adalah perubahan positif pada CFD Solo akan terus memberikan dorongan ekonomi yang merata bagi masyarakat, sambil tetap memperhatikan keteraturan dan kebersihan area berjualan. Semoga langkah-langkah ini membawa manfaat yang nyata bagi UMKM lokal serta meningkatkan kualitas acara CFD bagi seluruh warga Solo.
(beritadaerah - Kota Surakarta) Komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat telah mengambil langkah progresif pada acara Car Free Day (CFD) di Solo. Minggu lalu, sekitar 400 pedagang kaki lima (PKL) mulai mengisi zona 1 hingga zona 4, mencakup area dari Gladak hingga simpang Ngapeman, membuktikan langkah positif dalam mendukung UMKM lokal. Ruang bagi sekitar 100 pedagang masih tersedia di zona tersebut. Kapasitas untuk menampung sekitar 500 pedagang telah disediakan oleh Pemkot Solo, sementara ruang yang tersisa diharapkan dapat diisi oleh pedagang lama yang belum aktif kembali berjualan. Pemkot Solo akan mengevaluasi kehadiran pedagang lama yang belum aktif hingga pekan depan. Jika masih tersedia ruang, Pemkot Solo akan membuka kesempatan bagi pedagang baru. Meskipun pembukaan zona baru untuk berjualan belum sepenuhnya mengubah tingkat keramaian, relokasi sejumlah event dari simpang empat Ngapeman ke zona 1-4 diharapkan dapat menghidupkan suasana. Dishub Solo berencana untuk memindahkan acara yang ada di lokasi sebelumnya ke area yang baru. Pemindahan ini dilakukan untuk menghidupkan zona 1-4. Jika zona ini ramai, PKL akan semakin aktif. Selain pengalihan lokasi event, Pemkot Solo juga akan meningkatkan pengawasan dengan menempatkan satu petugas Linmas setiap radius 75 hingga 100 meter. Mereka akan bekerja sama dengan Satpol PP Kota Solo dalam menegakkan aturan yang berlaku. Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk mendukung ekonomi masyarakat melalui acara CFD. Langkah ini mencakup perluasan lokasi berjualan PKL sebagai upaya agar perekonomian menjadi lebih merata. Dengan perluasan lokasi berjualan, diharapkan roda perekonomian tidak hanya berputar di tempat tertentu, melainkan juga merata di berbagai wilayah. Ini akan memberi dampak positif secara menyeluruh bagi masyarakat. Pemkot Solo telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menjamin kelancaran acara CFD. Penempatan Linmas di wilayah-wilayah terpilih juga merupakan bagian dari upaya untuk memastikan keteraturan pedagang serta kebersihan area tersebut. Masih terdapat ruang yang kosong dan Pemkot Solo berupaya untuk memanfaatkannya, terutama bagi pedagang lama yang pernah berjualan di CFD. Namun, koordinasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan agar kegiatan ini berjalan dengan baik. Dengan upaya ini, harapannya adalah perubahan positif pada CFD Solo akan terus memberikan dorongan ekonomi yang merata bagi masyarakat, sambil tetap memperhatikan keteraturan dan kebersihan area berjualan. Semoga langkah-langkah ini membawa manfaat yang nyata bagi UMKM lokal serta meningkatkan kualitas acara CFD bagi seluruh warga Solo.

Pemkab Solo Lakukan Perubahan Positif dan Komitmen Menggerakkan Ekonoi UMKM di CFD

(Beritadaerah – Kota Surakarta) Komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat telah mengambil langkah progresif pada acara Car Free Day (CFD) di Solo. Minggu lalu, sekitar 400 pedagang kaki lima (PKL) mulai mengisi zona 1 hingga zona 4, mencakup area dari Gladak hingga simpang Ngapeman, membuktikan langkah positif dalam mendukung UMKM lokal.

Ruang bagi sekitar 100 pedagang masih tersedia di zona tersebut. Kapasitas untuk menampung sekitar 500 pedagang telah disediakan oleh Pemkot Solo, sementara ruang yang tersisa diharapkan dapat diisi oleh pedagang lama yang belum aktif kembali berjualan.

Pemkot Solo akan mengevaluasi kehadiran pedagang lama yang belum aktif hingga pekan depan. Jika masih tersedia ruang, Pemkot Solo akan membuka kesempatan bagi pedagang baru.

Meskipun pembukaan zona baru untuk berjualan belum sepenuhnya mengubah tingkat keramaian, relokasi sejumlah event dari simpang empat Ngapeman ke zona 1-4 diharapkan dapat menghidupkan suasana. Dishub Solo berencana untuk memindahkan acara yang ada di lokasi sebelumnya ke area yang baru. Pemindahan ini dilakukan untuk menghidupkan zona 1-4. Jika zona ini ramai, PKL akan semakin aktif.

Selain pengalihan lokasi event, Pemkot Solo juga akan meningkatkan pengawasan dengan menempatkan satu petugas Linmas setiap radius 75 hingga 100 meter. Mereka akan bekerja sama dengan Satpol PP Kota Solo dalam menegakkan aturan yang berlaku.

Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk mendukung ekonomi masyarakat melalui acara CFD. Langkah ini mencakup perluasan lokasi berjualan PKL sebagai upaya agar perekonomian menjadi lebih merata.

Dengan perluasan lokasi berjualan, diharapkan roda perekonomian tidak hanya berputar di tempat tertentu, melainkan juga merata di berbagai wilayah. Ini akan memberi dampak positif secara menyeluruh bagi masyarakat.

Pemkot Solo telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menjamin kelancaran acara CFD. Penempatan Linmas di wilayah-wilayah terpilih juga merupakan bagian dari upaya untuk memastikan keteraturan pedagang serta kebersihan area tersebut.

Masih terdapat ruang yang kosong dan Pemkot Solo berupaya untuk memanfaatkannya, terutama bagi pedagang lama yang pernah berjualan di CFD. Namun, koordinasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan agar kegiatan ini berjalan dengan baik.

Dengan upaya ini, harapannya adalah perubahan positif pada CFD Solo akan terus memberikan dorongan ekonomi yang merata bagi masyarakat, sambil tetap memperhatikan keteraturan dan kebersihan area berjualan. Semoga langkah-langkah ini membawa manfaat yang nyata bagi UMKM lokal serta meningkatkan kualitas acara CFD bagi seluruh warga Solo.