(Beritadaerah-Banten) Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya pembinaan dan perlindungan generasi muda guna membentuk pribadi yang mumpuni. Kelak, generasi penerus ini dituntut untuk memiliki kompetensi tinggi, berakhlak mulia, berbudi pekerti, serta memiliki komitmen kuat untuk mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas.
Pernyataan tersebut diungkapkan Wagub Dimyati, ketika menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema “Navigasi Ekonomi Masa Depan: Penguatan Literasi Finansial dan Strategi Bisnis Global bagi Anak Muda”, yang berlangsung di Kemala Ballroom Universitas Esa Unggul, Jakarta, pada Rabu kemarin (21/10/2026).
“Kaum muda kita memiliki inisiatif yang tinggi serta modal moral dan dedikasi yang luar biasa. Maka dari itu, pendampingan serta pengayoman sangat dibutuhkan agar mereka bisa menjadi pemimpin masa depan yang handal,” tutur Dimyati.
Dimyati juga menyoroti bahwa penguasaan literasi keuangan merupakan hal yang esensial bagi anak muda dalam menavigasi dinamika bisnis global. Menurutnya, manajemen yang baik menuntut adanya langkah antisipatif yang terstruktur, mulai dari fase perencanaan, eksekusi, hingga tahap pengawasan.
“Setiap rencana harus dieksekusi dalam koridor yang tepat agar fondasi bisnis yang dibangun kokoh. Dengan begitu, anak-anak muda ini dapat tumbuh menjadi wirausahawan yang tangguh di masa depan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dimyati turut mendorong para pemuda agar senantiasa melatih diri menjadi individu yang fleksibel, produktif, peka terhadap perubahan, dan berwawasan masa depan. Upaya tersebut idealnya dimulai sejak dini melalui pengembangan kapasitas pribadi serta perluasan koneksi sosial.
“Kunci kesuksesan salah satunya adalah dengan senantiasa menjaga hubungan baik tanpa mengecewakan orang tua maupun rekan. Perluas relasi dan temukan mentor yang tepat untuk membimbing langkah kalian,” pesan Dimyati.
Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul, Azriel Al Ghofachri, menjelaskan bahwa perhelatan seminar ini diselenggarakan guna mengasah kemampuan mahasiswa dalam membaca peta ekonomi serta mendongkrak literasi bisnis mereka.
“Acara ini mengupas tuntas isu literasi finansial, taktik bisnis, hingga regulasi publik dengan menghadirkan para pakar, akademisi, pengamat, serta pengambil kebijakan. Tercatat ada 175 mahasiswa yang antusias mengikuti kegiatan ini,” pungkas Azriel, sebagaimana dikutip hari Kamis ini dari Bantenprov.go.id (22/10/2026).


