(Beritadaerah-Banten) Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) di BSD, Cisauk, Kabupaten Tangerang. Gubernur Andra pada Kesempatan tersebut menjelaskan, Provinsi Banten saat ini memiliki dua KEK yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
KEK ETKI Banten seluas 59,68 hektare yang ditetapkan sejak Oktober 2024 ini mendampingi KEK Tanjung Lesung untuk memacu perekonomian daerah melalui sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan teknologi digital. Realisasi investasi KEK ETKI Banten dilaporkan berjalan melebihi ekspektasi.
Pada tahun pertama, investasi telah menembus Rp1,9 triliun dengan penyerapan 1.773 tenaga kerja, dari target Rp6 triliun dalam lima tahun dan total target Rp18 triliun dalam 20 tahun. Saat ini, pembangunan kawasan timur sudah mencapai 50 persen dan diisi 29 tenant dari target 50 pelaku usaha, dengan daya tarik utama di sektor kesehatan seperti layanan IVF, klinik kecantikan, onkologi, hingga laboratorium genetik.
Tingginya minat investor membuat pihak pengelola mulai merencanakan perluasan area, termasuk pengembangan infrastruktur pusat data (data center). Pemprov Banten berkomitmen penuh mendukung KEK ETKI, terutama dalam penyelarasan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Salah satu bentuk kolaborasinya adalah penyediaan beasiswa vokasi di Fuji Academy untuk 20 anak asal Banten yang disiapkan bekerja di Jepang. Pihak pengelola bersama Pemprov Banten juga aktif mendorong promosi digital serta program business matching untuk mengintegrasikan pelaku usaha lokal ke dalam ekosistem KEK, demikian rilis dari bantenprov.go.id (14/9/2026).


