(Beritadaerah-Kepri) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menerima silaturahmi dan audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Kepri Sodikin bersama Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam Agung Widodo beserta jajaran, di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kepabeanan, kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ), ketersediaan dan distribusi kebutuhan pokok, pengawasan barang, hingga pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Kepri.
Gubernur Ansar mengapresiasi komunikasi dan koordinasi yang selama ini terjalin baik antara Pemprov Kepri dan jajaran Bea Cukai. Menurutnya, sinergi antarlembaga sangat penting untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Komunikasi dan koordinasi kita selama ini sangat baik, lancar dan bagus. Mudah-mudahan kerja sama kita bisa berkelanjutan,” ujar Ansar.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Ansar menyampaikan dukungan Pemprov Kepri terhadap penguatan sarana dan prasarana Bea Cukai, termasuk kebutuhan lahan untuk Bea Cukai Tanjungpinang.
Ansar juga menyoroti karakteristik Kepri sebagai daerah dengan sejumlah kawasan berstatus khusus, termasuk kawasan FTZ dan kawasan ekonomi khusus. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan koordinasi lintas instansi agar penerapan aturan dapat dipahami masyarakat secara baik tanpa menghambat aktivitas ekonomi.
Ia menilai masih terdapat anggapan di tengah masyarakat bahwa seluruh wilayah Kepri memiliki perlakuan yang sama karena provinsi ini memiliki kawasan FTZ. Padahal, perlakuan terhadap barang dan kegiatan perdagangan dapat berbeda sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia mengapresiasi kebijakan Bea Cukai yang memberikan kelonggaran dalam kondisi tertentu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau-pulau. Namun, kelonggaran tersebut tetap harus diiringi pengawasan yang kuat.n
Dalam kesempatan itu, Gubernur Ansar mengungkapkan rencana Pemprov Kepri untuk berdiskusi dengan Menteri Perdagangan terkait kebutuhan barang di wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas.
Menurutnya, karakter geografis Kepri yang didominasi wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan kebijakan yang berbeda dengan daerah lain. Jarak antarpulau dan tantangan distribusi membuat ketersediaan barang perlu mendapat perhatian khusus.
Pemprov Kepri, kata Ansar, tengah menginventarisasi berbagai komoditas yang dibutuhkan masyarakat di wilayah perbatasan, seperti bawang putih, bawang merah dan sejumlah kebutuhan lainnya.
Gubernur Ansar turut mengaitkan ketersediaan barang dengan target peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri. Sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia, Kepri mendapat target kunjungan hingga 3 juta wisatawan mancanegara.
Menurut Ansar, peningkatan kunjungan wisatawan harus diikuti kesiapan pasokan kebutuhan masyarakat dan wisatawan agar tidak memberikan tekanan terhadap harga.
Terakhir, Dalam bidang pariwisata, Ansar meminta dukungan Bea Cukai untuk memastikan pelayanan di pintu-pintu masuk wisatawan berjalan cepat, tertib dan memberikan kesan positif.
Menurutnya, pelayanan di pelabuhan maupun pintu masuk lainnya merupakan bagian penting dari citra Kepri sebagai daerah tujuan wisata internasional.


