(Beritadaerah-Nasional) Kementerian Perhubungan memperkuat langkah percepatan pembangunan transportasi di Bali melalui sinergi lintas pemangku kepentingan. Upaya ini difokuskan untuk meningkatkan konektivitas kawasan pariwisata sekaligus mengatasi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi, terutama di wilayah tujuan wisata utama.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung sistem transportasi yang lebih terintegrasi di Pulau Dewata. Salah satu rencana utama adalah pengembangan layanan water taxi yang akan menghubungkan bandara dengan kawasan wisata, termasuk wilayah Canggu.
Moda transportasi berbasis laut tersebut dinilai mampu menjadi solusi alternatif untuk memangkas waktu perjalanan yang selama ini terkendala kemacetan. Jika melalui jalur darat perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu dapat memakan waktu hingga dua jam, maka melalui jalur laut diproyeksikan hanya sekitar setengah jam.
Saat ini, proses perencanaan teknis detail untuk proyek tersebut tengah disusun, dengan target pembangunan fisik dimulai pada Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2027. Kehadiran water taxi diharapkan mampu mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara secara lebih efektif.
Selain itu, penguatan infrastruktur juga dilakukan melalui pengembangan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng. Dermaga pertama dirancang untuk melayani kapal logistik seperti general cargo dan aspal cair, sementara dermaga kedua akan difungsikan sebagai fasilitas multipurpose yang melayani penumpang dan berbagai jenis muatan.
Pengembangan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memisahkan arus kendaraan berat dan ringan agar tidak saling bercampur, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan.
Dalam jangka pendek, pemerintah juga mendorong optimalisasi pelabuhan penyeberangan dengan membuka dermaga tambahan di wilayah Gilimanuk sebagai pasangan dari Pelabuhan Ketapang. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan arus kendaraan, terutama saat periode mobilitas tinggi seperti hari besar keagamaan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya sistem transportasi yang lebih lancar, efisien, dan terintegrasi. Selain mendukung mobilitas wisatawan, penguatan konektivitas ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik serta meningkatkan kualitas layanan transportasi di Bali sebagai destinasi wisata unggulan nasional.


