Annisa Pohan Ajak Masyarakat Waspadai Lonjakan Penyakit Jantung di Usia Muda

(Berita Daerah-Jakarta) Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Annisa Pohan Yudhoyono, mengajak seluruh peserta webinar dalam rangka peringatan HUT ke-48 Klub Jantung Sehat (KJS) untuk terus menjaga kesehatan jantung.

Ajakan tersebut disampaikan di hadapan ribuan peserta dari Sabang sampai Merauke yang terdiri atas pengurus YJI Pusat, YJI Cabang Provinsi, YJI Kabupaten/Kota, serta Klub-Klub Jantung Sehat di seluruh Indonesia. Webinar berlangsung interaktif dan diikuti dengan antusias, baik melalui Zoom Meeting maupun siaran langsung YouTube YJI karena keterbatasan kapasitas ruang virtual. Sabtu (28/2/2026)

Dalam pemaparannya, Annisa yang juga istri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan data mencengangkan dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Berdasarkan data tersebut, jumlah pasien penyakit jantung pada kelompok usia 25–34 tahun mencapai 140.206 orang, sedikit lebih tinggi dibanding kelompok usia 15–24 tahun sebanyak 139.891 orang.

Fakta ini memprihatinkan, mengingat penyakit jantung selama ini identik dengan kelompok usia lanjut. Namun, kini justru usia muda mendominasi.

Annisa menegaskan bahwa gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu faktor utama, seperti kurangnya aktivitas fisik atau budaya “mager”, pola makan tidak seimbang, serta tingginya konsumsi rokok, termasuk rokok elektrik, dan alkohol.

dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Bambang Dwiputra, prevalensi faktor risiko terbesar adalah kurang aktivitas fisik (34,3 persen), obesitas (30,5 persen), hipertensi (29,6 persen), merokok (28,3 persen), dan diabetes melitus (1,8 persen).

Dia menyarankan olahraga aerobik seperti jalan cepat, lari, atau senam selama 150–300 menit per minggu atau sekitar 30 menit per hari. Dua hari dalam sepekan dianjurkan diselingi latihan beban untuk menjaga kekuatan otot.

Menurutnya, ramadan dapat menjadi momentum memperbaiki kesehatan jantung. Perubahan pola makan yang lebih teratur dan adanya jeda waktu makan membantu memperbaiki metabolisme. Puasa juga mendorong proses pembersihan sel-sel rusak, membantu kontrol gula darah, meningkatkan pembakaran lemak, serta berpotensi menurunkan berat badan.

Sekretaris YJI Kalimantan Timur, Jauhar Efendi, melaporkan bahwa pengurus YJI Kaltim beserta KJS kabupaten/kota di wilayah tersebut turut mengikuti webinar dengan serius hingga sesi tanya jawab.

Sebagai penutup, panitia yang diketuai dr. Gobind membagikan 20 doorprize secara acak kepada peserta, khususnya anggota Klub Jantung Sehat, menambah semarak peringatan HUT ke-48 KJS tahun ini.