PU Pastikan Progres Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Siap Dukung Arus Libur Akhir Tahun dan Mudik 2026

(Beritadaerah-Jawa Tengah) Kementerian Pekerjaan Umum melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 sebagai bagian dari kesiapan infrastruktur menghadapi arus Natal 2025, Tahun Baru 2026, serta persiapan mudik Lebaran 2026. Ruas tol yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional ini membentang di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta terintegrasi dengan jaringan Tol Trans Jawa.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Seksi 6 ditargetkan rampung pada Maret 2026 sehingga dapat difungsionalkan saat periode Lebaran. Hingga akhir 2025, akses jalan utama menuju kawasan Ambarawa telah dioperasikan dengan pengaturan lalu lintas melalui jalur kanan dan kiri, sehingga diharapkan tidak menimbulkan gangguan selama arus Natal dan Tahun Baru.

Menteri Dody menjelaskan bahwa progres fisik Seksi 6 telah mendekati penyelesaian dan saat ini terus dikejar agar dapat dimanfaatkan masyarakat pada musim mudik mendatang. Dengan panjang sekitar 4,98 kilometer, ruas ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran arus kendaraan.

Ia juga menilai Seksi 6 memiliki nilai strategis karena berada di kawasan Ambarawa yang selama ini kerap menjadi titik kepadatan lalu lintas saat musim liburan dan Lebaran. Kehadiran simpang susun Ambarawa diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalan bawah serta memperlancar pergerakan pemudik dari arah Jakarta menuju Temanggung dan Magelang.

Tol Yogyakarta–Bawen secara keseluruhan terbagi dalam enam seksi, dengan tantangan teknis terbesar berada pada Seksi 4 dan 5, khususnya di wilayah Magelang dan Temanggung yang memiliki kontur perbukitan. Menteri Dody menyampaikan bahwa proses konstruksi di kawasan tersebut memerlukan kehati-hatian ekstra, baik dari sisi teknis pengerjaan maupun perlindungan lingkungan, meskipun pengadaan lahan secara umum berjalan relatif aman.

Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan pembangunan dilakukan secara cermat, terutama dalam pengelolaan anggaran dan mitigasi risiko alam. Tingginya curah hujan pada periode ini, menurutnya, menuntut kewaspadaan agar tidak terjadi kejadian yang berpotensi menghambat proyek maupun membahayakan pekerja.

Secara kumulatif, progres pengadaan lahan Tol Yogyakarta–Bawen telah mencapai sekitar 58 persen. Rinciannya, Seksi 1 hampir rampung dengan capaian sekitar 97 persen, Seksi 2 sekitar 92 persen, Seksi 3 mendekati 80 persen, Seksi 4 sekitar 60 persen, Seksi 5 sekitar 22 persen, dan Seksi 6 telah mencapai sekitar 97 persen.

Untuk pekerjaan konstruksi, Seksi 1 sepanjang 8,8 kilometer telah mencapai progres lebih dari 87 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2026 serta terhubung langsung dengan Tol Yogyakarta–Solo. Sementara itu, Seksi 2 telah memasuki tahap kontrak dengan mitra pelaksana dan direncanakan mulai konstruksi pada awal Januari 2026. Adapun Seksi 3 dijadwalkan memasuki proses lelang pada pertengahan triwulan pertama 2026 agar pekerjaan fisik dapat dimulai pada triwulan berikutnya.

Terkait kesiapan jaringan jalan tol secara nasional, Menteri Dody menyampaikan bahwa secara umum kondisi jalan tol dinilai siap menghadapi arus Natal dan Tahun Baru. Namun demikian, beban lalu lintas terbesar diperkirakan akan terjadi saat arus mudik Lebaran, sehingga berbagai persiapan sejak dini terus dilakukan.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian PU juga menyiapkan sejumlah ruas tol dan Tempat Istirahat dan Pelayanan yang bersifat fungsional selama periode Nataru dan Lebaran. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mengawal percepatan pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen agar proyek ini segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung mobilitas nasional pada momen libur besar.