(Beritadaerah-Jakarta) PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, lewat anak usahanya PT Rajawali Nusindo, terus memperkuat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai ritel modern di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang ramah di kantong.
SVP Sekretaris Perusahaan ID FOOD, Yosdian Adi Pramono, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga 15 September 2025, pihaknya telah menyalurkan lebih dari 7 ribu ton beras SPHP ke berbagai wilayah. Beras SPHP ini disalurkan ke sejumlah jaringan ritel modern seperti Indomaret, Alfamart, Hypermart, Lion Superindo, TIP TOP, Transmart, Naga Swalayan, hingga HERO.
Distribusi dilakukan melalui 40 cabang Nusindo yang tersebar di berbagai kota besar dan wilayah lainnya, sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan produk beras SPHP kapan pun dibutuhkan.
“Ketersediaan beras SPHP di ritel modern merupakan langkah konkret ID FOOD dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. Melalui jaringan ritel modern yang luas, kami ingin memastikan beras SPHP dapat diakses masyarakat secara merata di seluruh Indonesia,” ujar Yosdian di Jakarta. Selasa (16/9).
Ia menuturkan bahwa ID FOOD akan terus menggencarkan penyalur ke ritel modern bekerja sama dengan Bulog. Upaya ini dalam rangka mendukung pemerintah memenuhi target penyaluran 800 ribu ton beras SPHP ke ritel modern sampai dengan akhir Desember 2025.
“Untuk memperluas jangkauan, ID FOOD melalui Nusindo juga tengah menyiapkan kerja sama lebih lanjut dengan Modern Trade I di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut Yosdian mengatakan, langkah strategis ini sejalan dengan mandat pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga pangan dan mendukung ketersediaan beras bagi masyarakat.
Sekedar informasi, harga beras Bulog SPHP yang disalurkan untuk masyarakat menengah ke bawah dijual saat ini (per September 2025) diatur Harga Eceran Tertinggi (HET), yang berbeda-beda di setiap wilayah, sesuai Keputusan Badan Pangan Nasional. Di wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi, HET adalah Rp12.500 per kg (atau sekitar Rp62.500 per 5 kg), sementara di wilayah lain seperti Sumatra (kecuali Lampung & Sumsel), NTT, dan Kalimantan adalah Rp13.100 per kg, dan di Maluku dan Papua adalah Rp13.500 per kg. Harga di pasaran bisa sedikit bervariasi tergantung lokasi dan penjual.


