Memasuki penyelenggaraan kedua, kegiatan ini memadukan olahraga dengan wisata sejarah dan budaya. Kolaborasi antara Dinas Pariwisata Kepri, BTN Tanjungpinang, serta sejumlah instansi terkait tersebut diharapkan mampu memperkenalkan warisan budaya sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.
BTN KEPRI MoonRun menyediakan dua kategori, yakni 5K dan 10K. Peserta akan memulai lomba dari Gedung Daerah Tanjungpinang, melewati sejumlah ikon kota, seperti Gedung Gonggong, Gurindam 12, Tugu Sirih, Museum Sultan Badrulalamsyah, Vihara Bahtra Sasana 1857, Gereja Ayam, Jalan Merdeka, dan Jalan Tengku Umar, sebelum kembali ke garis finis.
Untuk menjamin keamanan, panitia berkoordinasi dengan Polresta Tanjungpinang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta tim medis dan ambulans. Perbaikan lampu jalan, penanganan jalan berlubang, dan penempatan marshal di sepanjang rute juga disiapkan.
Kemanan dan kemeriahan acara turut didukung berbagai atraksi budaya. Selain itu panitia juga menghadirkan bazar kuliner bersama UMKM dan BTN Tanjungpinang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, optimistis jumlah peserta akan meningkat, termasuk dari Batam dan daerah lainnya. Menurutnya, MoonRun bukan sekadar olahraga, tetapi juga ajang promosi wisata yang mengajak masyarakat mengenal dan menjaga warisan budaya Tanjungpinang.
Panitia turut meminta pengertian masyarakat apabila terjadi penutupan sementara sejumlah ruas jalan selama kegiatan berlangsung. Melalui event ini, pemerintah berharap kunjungan wisatawan meningkat, lama tinggal semakin panjang, serta perekonomian masyarakat bergerak melalui perpaduan olahraga, pariwisata, dan budaya.


