Soft Launching New Swaragama, Melaui Radio Diharapkan Jadi Penjernih Informasi

Harapan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menghadiri Soft Launching New Swaragama Radio dan perayaan 26th Anniversary Radio Swaragama yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Jumat (27/2/2026).

Dalam sambutannya, Wawan menegaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tak terverifikasi, kehadiran media penyiaran yang kredibel menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Menurutnya, radio memiliki posisi strategis dalam membangun ruang publik yang sehat karena mengedepankan proses kurasi informasi serta tanggung jawab editorial yang jelas.

“Di usia ke-26 tahun ini, New Swaragama Radio saya harap terus menjadi media yang bertanggung jawab, selalu mengacu pada asas faktualitas dan kebenaran. Radio harus mampu menjadi penjernih informasi, bahkan menjadi verifikator di tengah maraknya hoaks,” ujar Wawan.

Ia menilai, jangkauan radio yang luas menjadi kekuatan tersendiri dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan secara merata. Ketika masyarakat disuguhi beragam narasi yang belum tentu akurat maupun bertanggung jawab, kehadiran radio sebagai media penyiaran publik yang berimbang, objektif, dan kredibel menjadi semakin penting.

Menurut Wawan, transformasi menjadi “New Swaragama Radio” bukan sekadar perubahan tampilan atau format siaran, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kualitas konten.

Ia berharap radio ini semakin bersemangat dalam menyediakan program siaran yang berkualitas, kreatif, serta relevan dengan kebutuhan publik.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota dan media penyiaran. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai program pembangunan Kota Yogyakarta dapat tersosialisasikan secara lebih efektif kepada masyarakat luas. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat, digitalisasi pelayanan publik, penguatan sektor UMKM, hingga promosi pariwisata dan budaya lokal.

“Radio memiliki kekuatan menjangkau warga di kampung-kampung, pelajar, komunitas kreatif, hingga pelaku UMKM. Ini adalah potensi besar. Jika disinergikan dengan baik, maka program-program pembangunan daerah akan lebih mudah dipahami dan didukung masyarakat,” jelasnya.

Wawan juga menyampaikan optimismenya bahwa peringatan 26 tahun Radio Swaragama menjadi pijakan penting untuk terus menumbuhkembangkan industri penyiaran radio yang berkelanjutan di Indonesia. Di tengah kompetisi media digital dan platform berbasis internet, radio dinilai tetap memiliki ruang tersendiri karena kedekatan emosional dengan pendengar.

“Radio bukan sekadar media informasi, tetapi juga sahabat masyarakat. Ia hadir dengan suara yang membangun kedekatan dan kepercayaan. Itu modal sosial yang sangat kuat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan juga berkesempatan melakukan siaran langsung (on air) di studio New Swaragama Radio. Momen tersebut menjadi simbol dukungan nyata Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap eksistensi dan pengembangan media lokal yang berintegritas.