(Beritadaereah-Lumajang) Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa Program bantuan becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini memiliki makna lebih dari sekadar distribusi alat transportasi baru. Demikian disampaikan Bupati Indah di Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) Lumajang, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, pada Senin (8/12).
Sebelumnya sebanyak 100 unit becak listrik bantuan presiden, resmi diterima oleh para pengayuh becak di Kabupaten Lumajang. Program ini tidak hanya menjadi langkah modernisasi transportasi tradisional, tetapi juga intervensi strategis pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan efisiensi kerja, serta memberikan napas baru bagi para pengayuh becak, khususnya mereka yang sudah lanjut usia.
“Becak listrik ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Bukan hanya alat kerja, tetapi perhatian Presiden kepada masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari tenaga fisik,” kata Indah.
Menurutnya, banyak pengayuh becak di Lumajang yang sudah lanjut usia, tetapi masih bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Melalui bantuan ini, mereka dapat bekerja lebih efisien dan ringan tanpa kehilangan identitas sebagai pelaku transportasi rakyat yang telah mengakar di masyarakat.
Indah juga menyoroti dampak adaptif becak listrik terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi.
“Saat hujan deras atau panas terik, mereka bisa tetap mencari nafkah tanpa memaksakan diri. Ini bagian dari adaptasi sosial yang sangat dibutuhkan di tengah kondisi cuaca yang makin tidak menentu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati meminta para penerima untuk merawat kendaraan bantuan tersebut secara berkala. Ia menegaskan bahwa program ini bersifat produktif dan diharapkan memberi manfaat jangka panjang.
“Bantuan ini bukan bersifat konsumtif, tetapi alat produktif. Harus dijaga, dirawat, dan digunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pesannya.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program nasional inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan melalui YSGN. Program ini menargetkan distribusi 10 ribu unit becak listrik hingga akhir 2025, dan akan diperluas menjadi 30 ribu unit pada 2026.
Tujuannya adalah untuk mendorong transformasi ekonomi kelompok kerja informal, terutama pengayuh becak di berbagai daerah, agar lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.
Setiap unit becak listrik memiliki kapasitas angkut hingga 200 kilogram (kg), kecepatan maksimal 15 km/jam, dan jarak tempuh sekitar 36 kilometer (km) dalam satu kali pengisian baterai penuh. Spesifikasi ini dinilai sesuai dengan kebutuhan mobilitas pengayuh becak di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Dengan adanya program ini, pemerintah berharap pendapatan, produktivitas, dan keselamatan kerja para pengayuh becak dapat meningkat, tanpa menghilangkan nilai tradisi dan karakter khas transportasi rakyat. Selain itu juga moda transportasi tradisional ini tetap hidup, tetapi dengan wajah baru yang lebih efisien, bersih, dan manusiawi.


