Mentan Amran Apresiasi Pejuang Pertanian Sebagai Pahlawan Masa Kini (Foto: Kementan)

Mentan Amran: Petani dan Inovator Pertanian Adalah Pahlawan Masa Kini

(Beritadaerah – Nasional) Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada seluruh pejuang di bidang pertanian — mulai dari petani, penyuluh, hingga para inovator teknologi — sebagai pahlawan masa kini yang berperan besar dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Menurut Mentan Amran, makna kepahlawanan perlu dimaknai secara lebih luas dan relevan dengan tantangan zaman. Pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang di medan perang, tetapi juga mereka yang bekerja keras memastikan rakyat Indonesia tidak kekurangan pangan.

“Kita perlu memberi makna baru terhadap istilah pahlawan. Siapa saja, termasuk para alumni ITS yang hadir hari ini, memiliki kesempatan menjadi pahlawan di bidangnya masing-masing,” ujar Amran usai menjadi keynote speaker dalam acara Reuni Akbar Alumni ITS di Graha ITS, Surabaya, Minggu (9/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Amran mengajak para alumni ITS yang berkiprah di sektor pertanian untuk mengangkat tangan. Ia terkejut ketika mengetahui terdapat tujuh orang yang aktif berkontribusi dalam inovasi teknologi pertanian, meski berlatar belakang akademik non-pertanian.

“Mereka juga pahlawan pertanian. Begitu pula dengan para petani dan penyuluh yang tanpa lelah bekerja di lapangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Amran menambahkan, perluasan makna kepahlawanan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi generasi muda untuk terus berinovasi di bidang pertanian. Menurutnya, mekanisasi dan inovasi teknologi merupakan kunci dalam mewujudkan target swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Amran menyoroti kondisi global yang menghadapi ancaman krisis pangan. Berdasarkan data World Food Programme (WFP) tahun 2024, lebih dari 295 juta orang di 53 negara mengalami situasi pangan akut. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, di mana 2,33 miliar orang menghadapi tingkat food insecurity moderat hingga parah.

“Untuk menghadapi potensi ancaman pangan tersebut, Presiden Prabowo meminta saya bekerja total agar bangsa ini benar-benar berdaulat secara pangan. Saya langsung tancap gas menjalankan misi suci negara dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan,” ujar Amran.

Hasil kerja keras itu mulai terlihat nyata. Produksi beras nasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton, naik 13,54 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara cadangan beras pemerintah (CBP) hingga akhir Oktober 2025 mencapai 3,9 juta ton.

“Semua capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang solid dan terukur. Kita fokus, tegas, dan bekerja nyata untuk menjadikan Indonesia benar-benar berdaulat pangan,” tutupnya.