(Beritadaerah – Kolom) Bagi Anda yang tinggal di Jakarta mungkin pernah meluangkan waktu mengunjungi Galeri Indonesia Kaya di Grand Indonesia. Galeri Indonesia Kaya menawarkan alternatif dalam mempelajari tradisi budaya Indonesia dengan cara yang lebih modern yaitu digital, yang menyenangkan, mudah dan gratis.
Galeri ini merupakan ruang edutainment budaya yang berbasis teknologi digital, yang menyuguhkan informasi kekayaan budaya nusantara. Mulai dari alat musik tradisional, mainan tradisional, baju adat, sampai informasi tentang kuliner, pariwisata, tradisi dan kesenian dikemas secara digital dan interaktif.
Cukup menarik dan banyak pengunjungnya, diantaranya ada beberapa komunitas yang berkunjung sambil mengambil sesi foto.
Wisata Digital dan Sisi Menariknya
Apa itu wisata digital? Wisata digital adalah bentuk pariwisata yang memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan pengalaman wisata tanpa harus bepergian ke lokasi atau destinasi wisata fisik. Bentuknya dapat berupa tur virtual, aplikasi perjalanan, atau pengalaman interaktif berbasis teknologi yang memungkinkan orang untuk “mengunjungi” tempat-tempat wisata dari kenyamanan rumah mereka.
Wisata digital ini berkembang marak di Indonesia berawal pada masa pandemi COVID-19 yang membatasi perjalanan fisik. Ini juga menawarkan alternatif bagi mereka yang tidak dapat bepergian jauh karena alasan tertentu, seperti keterbatasan fisik, biaya, atau jarak.
Wisata digital pada umumnya menggunakan teknologi seperti realitas virtual (VR), realitas tertambah (AR), dan platform berbasis web untuk memberikan pengalaman yang imersif.
Beberapa contoh wisata digital meliputi:
- Tur Virtual
Melalui tur virtual ini pengunjung dapat menjelajahi destinasi wisata terkenal, seperti museum, situs bersejarah, atau taman nasional, melalui video atau gambar 360 derajat yang diambil secara profesional.
Beberapa tur virtual yang cukup dikenal di Indonesia antara lain: Tur Virtual Candi Borobudur, Tur Virtual Taman Nasional Komodo, Tur Virtual Candi Prambanan, Tur Virtual Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah), dan lain-lain.
Contoh:
- Wisata Menggunakan Realitas Virtual (VR):
Beberapa destinasi wisata menggunakan teknologi VR untuk menawarkan pengalaman yang lebih mendalam.
Wisata menggunakan Realitas Virtual (VR) adalah pengalaman wisata digital yang memanfaatkan teknologi VR untuk menciptakan simulasi imersif dari suatu tempat atau destinasi wisata. Dengan menggunakan perangkat VR seperti headset atau kacamata VR, pengguna dapat merasakan seolah-olah berada di tempat tersebut, meskipun secara fisik mereka tidak bepergian ke sana. Teknologi VR ini memungkinkan wisatawan untuk “berjalan-jalan” di tempat-tempat wisata terkenal, situs bersejarah, atau bahkan lokasi alam yang jauh tanpa harus meninggalkan rumah.
Salah satu contoh adalah Tur Virtual Gunung Bromo (Jawa Timur), dimana dengan menggunakan VR, pengunjung dapat merasakan sensasi melihat matahari terbit di Gunung Bromo, menjelajahi lautan pasir, dan mendaki hingga kawah Bromo. Atau Tur Virtual Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Anda dapat mengunjungi beberapa platform yang menyediakan layanan VR secara gratis, atau bisa juga mengunjungi mall tertentu yang menyediakan layanan virtual tour. Hanay dengan biaya sekitar Rp.50.000 – Rp. 80.000 per orang dapat menikmati kunjungan virtual 5D ke Lokasi-lokasi wisata tersebut.
- Wisata dengan Realitas Tertambah (AR): Teknologi AR memungkinkan wisatawan untuk memperoleh informasi tambahan melalui perangkat seluler mereka saat berkunjung ke situs wisata. Misalnya, ketika mengunjungi bangunan bersejarah, wisatawan dapat menggunakan aplikasi AR untuk melihat informasi atau animasi yang muncul di layar ponsel mereka terkait dengan sejarah tempat tersebut.
Penggunaan Realitas Virtual (VR) dalam Wisata Digital
Seperti disebutkan di atas, wisata menggunakan Realitas Virtual (VR) ini memanfaatkan teknologi VR untuk menciptakan simulasi imersif dari suatu tempat atau destinasi wisata.
Fitur utama dari wisata menggunakan VR adalah memberikan pengalaman imersif, artinya pengguna bisa merasakan sensasi seolah-olah mereka berada di lokasi yang sedang dijelajahi. Teknologi VR dapat menghadirkan pemandangan 360 derajat, suara tiga dimensi, dan bahkan elemen-elemen interaktif yang membuat pengalaman semakin nyata.
Kelebihan lainnya adalah melalui VR memungkinkan orang untuk “mengunjungi” tempat-tempat yang mungkin sulit atau bahkan tidak memungkinkan diakses secara fisik. Misalnya gunung yang terjal, tempat yang sangat jauh atau bahkan situs sejarah yang sudah tidak ada lagi.
Teknologi ini selain sebagai alat hiburan, cocok digunakan dalam bidang pendidikan. Pengguna bisa belajar tentang sejarah, budaya, atau lingkungan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. VR juga membuka peluang untuk menciptakan pengalaman wisata di tempat-tempat yang tidak nyata, seperti dunia fantasi, taman hiburan virtual, atau petualangan di dunia yang dibangun melalui teknologi.
Beberapa Wisata VR yang Dikenal di Indonesia
Beberapa museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi VR untuk meningkatkan pengalaman pengunjung. Sebagai contoh: Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah), Jakarta. Museum ini mulai mengembangkan teknologi VR untuk memberikan tur virtual atau presentasi lebih interaktif tentang koleksi sejarah dan budaya Indonesia. Juga Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara), Jakarta.
Mall dan pusat hiburan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali juga mulai menyelenggarakan pengalaman VR yang berfokus pada hiburan. Contohnya, VR theme park atau VR zone di Mall Taman Anggrek dan Mall Grand Indonesia. Anda dapat menikmati berbagai hiburan dan edukasi mengenai seni dan budaya Indonesia melalui teknologi digital yang interaktif secara gratis.
Selanjutnya, beberapa taman hiburan dan destinasi wisata di Indonesia mulai mengadopsi teknologi VR untuk menawarkan pengalaman lebih unik. Salah satunya adalah Trans Studio di Bandung, yang beberapa atraksinya menggunakan teknologi VR untuk memberikan sensasi pengalaman yang lebih mendalam kepada pengunjung.
Ada juga yang hanya berbentuk aplikasi dan platform wisata virtual destinasi populer di Indonesia. Sebagai contoh, pengguna dapat mengunjungi pulau-pulau indah di Indonesia, seperti Bali, Raja Ampat, atau Yogyakarta, melalui aplikasi VR yang memberikan pengalaman wisata digital imersif.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Walaupun wisata virtual di Indonesia memiliki potensi besar, namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi antara lain:
Tidak semua daerah di Indonesia memiliki akses teknologi yang memadai untuk mendukung wisata VR atau AR, terutama di daerah-daerah yang terpencil.
Wisatawan mungkin masih lebih memilih pengalaman fisik ketimbang virtual, meskipun tren ini semakin berkembang.
Selanjutnya, meskipun teknologi VR dan AR sangat canggih, beberapa aspek pengalaman wisata, seperti interaksi langsung dengan masyarakat atau sensasi atmosfer tempat tersebut, masih tetap sulit untuk direplikasi dalam dunia maya.
Mengamati perkembangan wisata virtual yang ada, dapat disimpulkan sementara bahwa meskipun wisata VR di Indonesia belum sebesar di negara lain, perkembangan teknologi dan pemanfaatan VR di industri pariwisata di Indonesia bisa dikatakan semakin meningkat.
Dengan makin banyaknya tempat-tempat yang memanfaatkan teknologi ini, wisata VR berpotensi menjadi tren yang lebih besar di masa depan. Apalagi jika masyarakat makin diyakinkan dengan dampak positif yang diperoleh melalui pengalaman digital yang lebih imersif.