(Beritadaerah – Balikpapan) Kegiatan sosialisasi kebijakan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (14/12).
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan yang baik, karena memberikan arah kebijakan dalam membangun kepariwisataan yang dilandasi dengan kebijakan pembangunan kawasan di Kalimantan Timur. RIPPARDA ini diperlukan untuk menata kembali potensi-potensi pariwisata dan komponen penunjang, agar pengembangan daya tarik wisata yang akan datang dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan, demikian yang disampaikan oleh Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Kemenparekraf, Wawan Gunawan.
“Pertemuan ini akan menerima masukan-masukan agar lebih sempurna termasuk adanya potensi daerah lain untuk menjadi obyek wisata tanpa mengubah kearifan lokal yang sudah ada,” kata Wawan Gunawan dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (15/12).
Wawan melanjutkan bahwa kegiatan sosialisasi ini perlu diselenggarakan di beberapa Kabupaten lainnya di Kalimantan Timur guna mendorong pengembangan pariwisata secara berkesinambungan khususnya yang masih dalam tahap penyusunan.
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Faisal Kasim, menjelaskan saat ini diperlukan sinergi dalam penyusunan RIPPARDA, misalnya dengan melibatkan seluruh stakeholder pariwisata. Pembangunan kepariwisataan harus dibangun secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh stakeholder pariwisata.
Faisal mengatakan, rencana induk pembangunan kepariwisataan di Kalimantan Timur ini berlaku selama 15-25 tahun. Namun, perlu ditinjau setiap lima tahun sekali untuk menyikapi perubahan yang terjadi.
Sementara itu Kadispar Kabupaten Berau, H. Masrani menyebut bahwa memfasilitasi pengembangan wisata di Derawan, Kakaban, dan Maratua dengan standar kelas dunia adalah salah satu untuk membangun daya tarik wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara berwisata ke Kalimantan Timur.
Masrani berharap semua pihak dapat membantu mempromosikan daya tarik wisata di Kalimantan Timur agar dapat mencapai standar kelas dunia. Salah satu yang perlu dilakukan adalah menambah slot penerbangan ke Berau, mengingat Bandara Berau sudah memiliki runway dan fasilitas Bandara yang memadai.
RIPPARDA merupakan dokumen perencanaan pembangunan kepariwisataan kabupaten/kota untuk periode 15-25 tahun. RIPPARDA nantinya akan memuat beberapa bahasan, di antaranya adalah potensi dan permasalahan pembangunan kepariwisataan, isu-isu strategis yang harus dijawab, posisi pembangunan kepariwisataan dalam kebijakan pembangunan wilayah, visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, staregi, rencana, dan indikasi program pembangunan kepariwisataan.


