Bappenas, BRIN, dan LPDP Bangun Jalur Talenta Riset dari Potensi hingga Inovasi

(Beritadaerah-Jakarta) Pengembangan talenta di bidang riset dan inovasi nasional terus diperkuat melalui kerja sama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ketiga institusi tersebut mendorong terbentuknya ekosistem pembinaan talenta yang lebih terhubung, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan kontribusi bagi pembangunan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan Puncak Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 Road to Talent Fest Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi yang berlangsung di Kantor BRIN, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Dalam ekosistem tersebut, Kementerian PPN/Bappenas menjalankan peran sebagai Ketua Gugus Tugas Manajemen Talenta Nasional. Peran tersebut mencakup koordinasi kebijakan dan program yang melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha dan industri, hingga mitra pembangunan.

Penguatan koordinasi diperlukan agar proses pembinaan talenta tidak berjalan secara terpisah. Pengembangan talenta diarahkan supaya berbasis data dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa talenta riset perlu dibentuk melalui proses panjang. Potensi yang ditemukan sejak dini perlu mendapatkan pembinaan, pengalaman penelitian, pendampingan, jejaring, serta akses terhadap lingkungan riset yang mendukung agar dapat berkembang menjadi kemampuan yang menghasilkan karya dan memberikan dampak.

Arah tersebut sejalan dengan agenda dalam RPJMN 2025–2029 yang menempatkan Manajemen Talenta Nasional sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan inovasi. Khusus di bidang riset dan inovasi, pengembangannya diarahkan untuk meningkatkan jumlah sekaligus kualitas sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta menghasilkan inovasi nasional.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menilai tantangan pengembangan talenta bukan hanya menemukan individu berpotensi, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tidak terputus. Karena itu, prosesnya perlu mencakup identifikasi, pembinaan, peningkatan kompetensi dan kepakaran, hingga tersedianya kesempatan bagi talenta untuk menghasilkan riset dan inovasi.

IRIFair 2026 yang telah berlangsung sejak 21 September menyediakan berbagai kegiatan untuk peserta dari sejumlah jenjang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jalur pengembangan talenta atau *talent pipeline* riset dan inovasi secara berkesinambungan.

Peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga memperoleh kesempatan mendapatkan bimbingan dari periset, mengenal fasilitas penelitian, mengikuti pelatihan, mempresentasikan proyek, membangun jejaring, serta mengenal peluang pengembangan karier di bidang riset dan inovasi.

Dalam rangkaian Road to Talent Fest, perjalanan talenta diperlihatkan melalui sesi Talenta Bicara, demonstrasi prototipe hasil penelitian, dan diskusi mengenai masa depan talenta riset Indonesia. Forum tersebut mempertemukan talenta dengan unsur pemerintah, dunia riset, dan industri. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi B-BRAVE, B-CREATIVE, dan BRINathon.

Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi BRIN Endang Sulastri menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut ingin menunjukkan secara nyata bagaimana perjalanan talenta dapat dibangun secara berkelanjutan, mulai dari munculnya minat dan potensi, pengembangan kompetensi serta rekam jejak, hingga terbukanya peluang berkarier dan menghasilkan karya yang memberikan dampak.

Melalui kolaborasi Bappenas, BRIN, dan LPDP, pengembangan talenta riset dan inovasi diharapkan tidak berhenti pada kompetisi atau satu program tertentu. Ekosistem yang dibangun diarahkan untuk menciptakan kesinambungan antara pendidikan, fasilitas penelitian, pendanaan, jejaring, industri, serta peluang karier.

Pungkas menekankan bahwa pembangunan talenta merupakan investasi jangka panjang. Talenta unggul tidak terbentuk hanya melalui satu kompetisi atau satu institusi, melainkan melalui sistem yang mampu menemukan potensi, mengembangkannya, dan menjaga keberlanjutannya hingga menghasilkan karya serta kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional.