Modernisasi Pertanian Menjadi Kunci Gubernur Banten Meningkatkan Taraf Hidup Petani

(Beritadaerah-Banten) Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan petani, salah satu caranya dengan modernisasi pertanian. Menggunakan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Penerapan metode modern ini wajib diperluas secara berkelanjutan di sentra pertanian Banten, karena mampu mendongkrak hasil panen padi dari 6 ton menjadi 12,88 ton per hektare.

Hal itu dikatakan Andra Soni saat menghadiri acara panen dengan menggunakan teknologi PM-AAS di Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Andra Soni mengaku sangat senang melihat sejumlah kelompok tani di Kota Serang yang telah sukses mengadopsi teknologi PM-AAS dalam pola tanam hingga panen mereka.Dikutip dari bantenprov.go.ig, selasa (1/9/2026)

Penerapan metode ini terbukti mendongkrak hasil panen dan penghasilan petani secara drastis. Andra Soni menjelaskan bahwa petani berpotensi meraup untung hingga Rp49 juta per hektare di setiap musim tanam. Menurutnya, memiliki lahan seluas satu hektare saja sudah mampu membuat hidup petani cukup sejahtera dengan tingkat pendapatan tersebut.

Kendati demikian, Andra Soni ingin memastikan bahwa dampak positif angka-angka tersebut benar-benar dirasakan oleh para petani di lapangan, bukan sekadar manipulasi data untuk memperbagus persepsi publik sementara kondisi petani sebenarnya masih sulit. Saat dikonfirmasi oleh Andra Soni, perwakilan dari tujuh kelompok tani secara serentak membenarkan data peningkatan tersebut. Andra Soni menegaskan dirinya bersama Wali Kota dan Kapolres Serang Kota akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Penerapan metode PM-AAS diyakini Andra Soni menjadi pijakan kuat bagi ketahanan pangan Banten dan peningkatan taraf hidup petani. Guna menunjang hal tersebut, beliau mengimbau agar pendampingan operasional peralatan modern—termasuk drone—dilakukan hingga petani cakap dan bersertifikasi. Keahlian ini penting agar berbagai bantuan alat pertanian dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota dapat dioperasikan secara maksimal.

Selain pendampingan teknologi, Andra Soni berkomitmen mempertahankan area Lahan Baku Sawah (LBS) yang telah ditetapkan serta mengoptimalkan infrastruktur irigasi di Provinsi Banten. Beliau menyampaikan optimisme bahwa integrasi teknologi ini akan memperkuat peran Banten sebagai penopang ketahanan pangan nasional menuju cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045

Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Banten Andry Polos menambahkan, luas lahan tanam dan panen yang menggunakan metode PM-AAS yang dilakukannya mencapai 100 hektare yang tersebar di tiga titik yakni Kelurahan Margaluyu, Kilasah dan Kasunyatan di Kecamatan Kasemen.

Petani menggunakan jenis bibit padi Inpari 32 yang melibatkan tujuh Kelompok Tani (Poktan) yakni Poktan Tani Bakti 25 hektare, Poktan Sinar Pajar 13 hektare, Poktan Sri Asih 12 hektare, Poktan Sri Mekar 13 hektare, Poktan Sri Ambon 13 hektare, Poktan Sri Bunga Ambon Jaya 12 hektare dan Poktan Masyarakat Guyub 12 hektare.

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Serang, Suhandi, menyampaikan bahwa pengukuran berbasis Survei Ubinan Tanaman Pangan pada petak sampel 2,5 x 2,5 meter menghasilkan berat padi sebesar 8,05 kg. Beliau menambahkan bahwa konversi angka tersebut mencerminkan produktivitas lahan metode PM-AAS yang dapat mencapai 12,88 ton per hektare.