Wamen Ekraf Irene Umar terima kunjungan DCM KBRI Seoul, Ali Andika Wardana (Foto: Kemenekraf)

Indonesia–Korea Perluas Kolaborasi Ekonomi Kreatif melalui Inisiatif KBRI Seoul

(Beritadaerah – Nasional) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menerima kunjungan Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Ali Andika Wardana, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Jakarta, Selasa (20/1).

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menyelaraskan visi dan strategi penguatan kerja sama ekonomi kreatif Indonesia–Korea Selatan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dimaknai sebagai upaya memperkuat hubungan strategis kedua negara melalui pemanfaatan potensi industri kreatif sebagai instrumen diplomasi ekonomi dan budaya, dengan KBRI Seoul berperan sebagai fasilitator dan penghubung utama.

“Diskusi yang konsisten dan berkesinambungan dengan mitra serta agensi di Korea menjadi kunci membangun kolaborasi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan, sekaligus menjembatani perbedaan pendekatan dan budaya,” ujar Wamen Ekraf Irene.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Ekraf memaparkan arah pengembangan kerja sama yang mencakup kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif, mulai dari konten kreatif, film dan audiovisual, musik, hingga pengembangan talenta. Pemerintah Indonesia mendorong model kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada promosi budaya, tetapi juga berorientasi pada penciptaan nilai tambah ekonomi melalui co-production dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kreatif.

“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertukaran budaya semata, tetapi berkembang ke kolaborasi yang bersifat komersial, termasuk co-production, pengembangan talenta, serta penciptaan peluang kerja bagi pegiat kreatif Indonesia,” lanjutnya.

Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya keterlibatan talenta lokal dalam setiap program dan aktivitas Korea Wave di Indonesia, baik melalui pelatihan, perekrutan, maupun penyediaan ruang tampil bagi kreator, musisi, penari, dan seniman Indonesia. Menurutnya, pendekatan kolaboratif yang berakar pada komunitas lokal akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Sementara itu, DCM KBRI Seoul Ali Andika Wardana menyambut baik inisiatif Kemenekraf dalam memperkuat sinergi dengan Korea Selatan. Ia menegaskan komitmen KBRI Seoul untuk menjadi penghubung dan fasilitator kerja sama antara pelaku industri kreatif kedua negara.

“KBRI Seoul siap mendukung dan memfasilitasi kolaborasi ekonomi kreatif Indonesia–Korea, termasuk dengan menghubungkan kementerian, agensi, pelaku industri, serta komunitas kreatif di Korea Selatan,” ujar Ali.

Melalui pertemuan ini, Kemenekraf dan KBRI Seoul sepakat memperkuat koordinasi dan komunikasi ke depan guna memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti secara konkret serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.