Mudik Inklusif 2026: Kemenhub Fasilitasi Pemudik Disabilitas dengan Bus Khusus (Foto: Kemenhub)

Mudik Inklusif 2026: Kemenhub Fasilitasi Pemudik Disabilitas dengan Bus Khusus

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas keberangkatan peserta program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas dari Terminal Tipe A Kampung Rambutan, Jakarta. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah menghadirkan layanan mudik yang inklusif sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan selama periode Lebaran.

Sebanyak 88 pemudik diberangkatkan menggunakan dua bus khusus yang dirancang ramah bagi penyandang disabilitas, dengan tujuan Palembang dan Solo. Fasilitas pada bus tersebut disesuaikan untuk memberikan kenyamanan dan aksesibilitas, sehingga peserta dapat melakukan perjalanan jarak jauh dengan lebih aman.

Sekretaris Jenderal Kemenhub, Arif Toha Tjahjagama, menyampaikan bahwa program mudik gratis ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan sepeda motor. Menurutnya, penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh masih memiliki risiko tinggi, sehingga program ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih aman.

“Program ini tidak hanya membantu masyarakat berkebutuhan khusus agar bisa mudik dengan biaya terjangkau, tetapi juga mengurangi penggunaan sepeda motor yang berisiko tinggi dalam perjalanan jarak jauh,” ujarnya.

Program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas telah berjalan sejak 2019, meskipun sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Sejak 2023, program ini kembali dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang inklusif.

Peserta program berasal dari berbagai komunitas disabilitas yang telah mendaftar sebelumnya melalui formulir yang disediakan. Mereka mendapatkan fasilitas tiket mudik gratis pulang-pergi, sehingga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang tanpa beban biaya transportasi.

Selain melalui jalur darat, Kemenhub juga menyelenggarakan program mudik gratis dengan moda transportasi lain. Pada 13 Maret 2026, pemberangkatan dilakukan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta, kemudian dilanjutkan dengan bus dari BSI Tower pada 17 Maret. Program ini juga akan berlanjut menggunakan kereta api dari Stasiun Pasar Senen.

Secara keseluruhan, program Mudik Gratis Angkutan Jalan 2026 menyediakan kuota 15.834 penumpang serta fasilitas pengangkutan 240 unit sepeda motor menuju 34 kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dari berbagai terminal di wilayah Jabodetabek.

Arif berharap program ini dapat menciptakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh peserta. Ia juga mengimbau para pemudik untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga ketertiban selama perjalanan. Program ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan sekaligus menghadirkan mudik yang lebih inklusif bagi semua kalangan.