Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Wamentan Sudaryono dan Menteri Perikanan dan Kelautan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi IV DPR RI pada Selasa (4/2/2026). (Foto : Humas Bapanas)

Pemerintah Pastikan Neraca Pangan Nasional Aman dan Surplus hingga Maret 2026

(Beritadaerah – Nasional) Pemerintah memastikan neraca pangan nasional berada dalam kondisi aman dan surplus hingga akhir Maret 2026. Kepastian tersebut didukung oleh proyeksi stok awal tahun yang bersumber dari produksi dalam negeri berbagai komoditas pangan strategis, sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional tahun 2026, ketersediaan pangan utama berada dalam kondisi mencukupi. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam, telur ayam, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula konsumsi, serta aneka cabai.

“Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional 2026, ketersediaan pangan strategis berada dalam kondisi aman untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Bulan Suci Ramadan,” ujar Andi Amran dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Secara rinci, neraca beras nasional hingga akhir Maret 2026 mencatat total ketersediaan sebesar 20,38 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi Februari–Maret diperkirakan 5,12 juta ton, sehingga terdapat surplus 15,26 juta ton. Jagung juga mencatat surplus dengan ketersediaan 7,70 juta ton dan kebutuhan sekitar 3,04 juta ton. Adapun kedelai tersedia 629 ribu ton dengan kebutuhan 453,9 ribu ton, menyisakan surplus sekitar 176 ribu ton.

Pada sektor protein hewani, ketersediaan daging sapi dan kerbau mencapai 172 ribu ton dengan kebutuhan 132,4 ribu ton, atau surplus sekitar 39 ribu ton. Sementara daging ayam tersedia 1,19 juta ton dengan kebutuhan 670,6 ribu ton, dan telur ayam tercatat 1,38 juta ton dengan kebutuhan 1,08 juta ton, masing-masing mencatat surplus signifikan.

Komoditas strategis lain juga menunjukkan kondisi kuat. Minyak goreng tersedia 4,47 juta ton dengan kebutuhan sekitar 914,8 ribu ton, sementara gula konsumsi tersedia 1,45 juta ton dengan kebutuhan 472,8 ribu ton. Komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang pun berada dalam kondisi surplus.

Untuk menjaga pasokan dan harga tetap stabil, pemerintah memperkuat pengawasan di lapangan melalui pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Satgas ini bertugas mengawasi rantai pasok dari hulu hingga hilir guna mencegah penimbunan, pelanggaran harga, serta peredaran pangan yang tidak memenuhi standar.

Melalui langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional demi melindungi masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.