(Beritadaerah-Jakarta) PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani *Letter of Intent* (LoI) dengan PT Timas Suplindo untuk proyek pembangunan pipa gas ruas *West Natuna Transportation System* (WNTS) menuju Pulau Pemping, Batam, Kepulauan Riau. Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung transisi menuju energi bersih berbasis gas bumi.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyampaikan bahwa proyek pipa gas WNTS–Pemping akan menjadi penghubung vital antara sumber gas di Natuna dan pasar domestik. “Pipa ini akan menjadi infrastruktur penting untuk memastikan ketersediaan pasokan gas bagi sistem kelistrikan di wilayah Batam dan sekitarnya,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI memperluas jaringan infrastruktur gas bumi nasional. Menurut Erma, pembangunan pipa gas ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena mencakup pekerjaan *engineering, procurement, construction,* dan *installation* (EPCI) baik di wilayah laut maupun darat. “Kami ingin proyek ini berjalan aman, efisien, dan sesuai jadwal. Semua tahapan dilakukan dengan memperhatikan faktor geografis serta integrasi terhadap infrastruktur migas yang sudah ada,” ujarnya.
Erma juga mengapresiasi komitmen PT Timas Suplindo yang telah melalui seluruh proses pengadaan dengan transparan hingga tahap penandatanganan LoI. Ia menilai kerja sama ini mencerminkan kolaborasi strategis antara BUMN energi dan pelaku industri nasional dalam mendukung agenda energi bersih.
Direktur Utama PT Timas Suplindo, Sulianto Entong, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh PLN EPI. Ia menegaskan bahwa perusahaannya siap menjalankan proyek dengan standar keselamatan tertinggi dan efisiensi maksimal. “Kami akan melaksanakan setiap tahap, mulai dari rekayasa hingga instalasi, secara profesional untuk menjaga kepercayaan ini,” tegasnya.
Kerja sama PLN EPI dan Timas Suplindo tersebut diharapkan mampu memperkuat keandalan pasokan energi berbasis gas bumi di wilayah barat Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting dalam akselerasi transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.


