Pembukaan Fungsional Japek II Selatan Jadi Opsi Redam Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

(Beritadaerah-Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengambil langkah strategis dengan mengoperasikan secara terbatas Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan guna membantu mengurai kepadatan arus balik Lebaran tahun 2026. Kebijakan ini dihadirkan sebagai alternatif jalur bagi masyarakat yang kembali menuju Jakarta, khususnya dari arah Bandung.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur terus dioptimalkan agar perjalanan masyarakat berlangsung lebih aman, nyaman, dan efisien. Menurutnya, pengoperasian fungsional ruas Japek II Selatan menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah dalam mendistribusikan arus kendaraan yang selama ini terpusat di jalur utama.

Ruas tol yang difungsikan memiliki panjang sekitar 52 kilometer dan diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I dari arah Bandung menuju Jakarta. Kehadiran jalur ini diharapkan mampu mengurangi beban lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek serta Jalan Layang MBZ yang kerap mengalami kepadatan saat arus balik.

Secara teknis, ruas yang dibuka meliputi beberapa seksi, yakni Setu–Sukaragam, Sukaragam–Sukabungah, Sukabungah–Kutanegara, hingga Kutanegara–Sadang. Meski masih bersifat fungsional, jalur tersebut dinilai cukup membantu memperlancar distribusi kendaraan.

Sejumlah pengguna jalan merasakan manfaat langsung dari pembukaan jalur ini. Perjalanan dari Bandung menuju wilayah sekitar Bogor maupun Tangerang Selatan disebut menjadi lebih lancar dengan waktu tempuh yang lebih efisien karena tidak harus melalui titik-titik kemacetan utama.

Ke depan, Tol Japek II Selatan dirancang memiliki panjang total lebih dari 64 kilometer yang akan menghubungkan kawasan Bekasi hingga Sadang, Purwakarta, serta dilengkapi sejumlah gerbang tol. Infrastruktur ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Barat dan sekitarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan para pengendara untuk berhati-hati selama melintasi jalur tersebut. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas, mengingat sebagian ruas masih berada dalam tahap penyelesaian konstruksi.