Triwulan III 2022 Ekonomi Seluruh Provinsi Meningkat

(Beritadaerah-Ekonomi) Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2022 mengalami peningkatan di seluruh provinsi, dimana kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang utama dengan peranan sebesar 56,30 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,76 persen (y-on-y).

Secara spasial kondisi perekonomian di Pulau Jawa pada triwulan III-2022 dipengaruhi oleh kinerja ekonomi empat provinsi terbesar di Indonesia, yaitu: DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah dengan total kontribusi sebesar 51,58 persen. Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah masing-masing mencatat laju pertumbuhan (y-on-y) sebesar 6,07 persen; 5,94 persen; 5,58 persen; dan 5,28 persen.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 terhadap triwulan III-2021 (y-on-y) terjadi pada semua komponen, kecuali Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang terkontraksi sebesar 2,88 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 21,64 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit Yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 6,09 persen; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,39 persen; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,96 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan III-2022 terhadap triwulan II-2022 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,81 persen. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen kecuali Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang terkontraksi sebesar 0,30 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) dengan persentase sebesar 11,22 persen. Sementara itu, Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang tumbuh sebesar 7,86 persen.

Ekonomi Indonesia hingga triwulan III-2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (c-to-c) tumbuh sebesar 5,40 persen. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen kecuali Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang terkontraksi sebesar 4,67 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 19,57 persen.