{"id":378497,"date":"2026-11-02T16:04:10","date_gmt":"2026-11-02T09:04:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=378497"},"modified":"2026-11-02T16:04:10","modified_gmt":"2026-11-02T09:04:10","slug":"inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/","title":{"rendered":"Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Nasional) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen. Kenaikan harga tersebut tercermin dari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 1,40 persen terhadap perkembangan harga barang dan jasa secara tahunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (2\/11\/2026). Selain mencatat inflasi tahunan, BPS juga melaporkan kenaikan harga secara bulanan sebesar 0,22 persen. Perubahan ini terlihat dari IHK yang meningkat dari 112,31 pada September 2026 menjadi 112,56 pada Oktober 2026. Sementara itu, inflasi sejak awal tahun atau secara tahun kalender tercatat sebesar 2,40 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi bulanan. BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,51 persen dengan kontribusi 0,15 persen terhadap inflasi nasional pada Oktober 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di antara berbagai komoditas pangan, cabai merah memberikan sumbangan terbesar dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen. Cabai rawit menyusul dengan kontribusi 0,05 persen, sedangkan tomat menyumbang 0,04 persen. Selain itu, sawi hijau, labu siam atau jipang, serta sawi putih masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komoditas tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga bahan pangan masih berperan penting dalam pergerakan inflasi. Kenaikan harga sejumlah sayuran dan cabai turut memengaruhi pengeluaran masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditinjau berdasarkan komponen pembentuk inflasi bulanan, komponen harga bergejolak mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 0,77 persen, dengan kontribusi sebesar 0,13 persen. Komponen ini umumnya dipengaruhi perubahan harga bahan pangan yang cenderung mengalami fluktuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan andil 0,07 persen. Adapun komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi sebesar 0,09 persen dan memberikan kontribusi 0,02 persen terhadap inflasi bulanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan inflasi juga memperlihatkan perbedaan kondisi antardaerah. Dari 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi bulanan, sedangkan lima provinsi lainnya mencatat deflasi. Papua Selatan menjadi provinsi dengan inflasi bulanan tertinggi, yaitu 1,12 persen. Sebaliknya, Gorontalo mengalami penurunan harga terdalam dengan deflasi sebesar 0,67 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara tahunan, inflasi Oktober 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Oktober 2025, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,86 persen, sedangkan pada Oktober 2026 meningkat menjadi 3,23 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil 1,40 persen, kelompok transportasi turut menyumbang inflasi tahunan sebesar 0,59 persen. Berikutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan kontribusi sebesar 0,32 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan komponen pembentuknya, seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan. Komponen inti menjadi penyumbang terbesar dengan andil sebesar 1,64 persen. Selanjutnya, komponen harga bergejolak memberikan kontribusi 0,96 persen, sedangkan komponen harga yang diatur pemerintah menyumbang 0,63 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan harga sejumlah barang dan jasa turut memengaruhi perkembangan inflasi inti. Komoditas yang berkontribusi antara lain emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop atau notebook, serta pelumas atau oli mesin. Perubahan harga pada berbagai komoditas tersebut mencerminkan adanya tekanan harga yang tidak hanya berasal dari kebutuhan pangan, tetapi juga dari barang dan jasa lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tingkat regional, seluruh provinsi di Indonesia mencatat inflasi tahunan pada Oktober 2026. Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi, mencapai 8,07 persen. Sementara itu, DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan terendah sebesar 2,52 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data BPS tersebut memperlihatkan bahwa tekanan harga pada Oktober 2026 terutama berkaitan dengan kenaikan harga pangan, meskipun kelompok pengeluaran dan komponen lainnya juga turut memengaruhi inflasi. Perbedaan tingkat inflasi antardaerah menunjukkan bahwa perkembangan harga tidak berlangsung seragam di seluruh Indonesia. Kondisi ini menjadikan pemantauan harga komoditas pangan dan barang kebutuhan lainnya penting untuk memahami pergerakan inflasi serta dampaknya terhadap daya beli masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Nasional) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen. Kenaikan harga tersebut tercermin dari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 1,40 persen terhadap perkembangan harga barang dan jasa secara tahunan. Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (2\/11\/2026). Selain mencatat inflasi tahunan, BPS juga melaporkan kenaikan harga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":378498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[3,93],"tags":[211,9,3204],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Nasional) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen. Kenaikan harga tersebut tercermin dari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 1,40 persen terhadap perkembangan harga barang dan jasa secara tahunan. Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (2\/11\/2026). Selain mencatat inflasi tahunan, BPS juga melaporkan kenaikan harga [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-02T09:04:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/BD-2230.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"573\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Caratri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Caratri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/\",\"name\":\"Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-11-02T09:04:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-02T09:04:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85\",\"name\":\"Endah Caratri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Caratri\"},\"description\":\"Endah Caratri is Coordinating Partner of Business Advisory Services Vibiz Consulting\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/iin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Nasional) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen. Kenaikan harga tersebut tercermin dari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 1,40 persen terhadap perkembangan harga barang dan jasa secara tahunan. Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (2\/11\/2026). Selain mencatat inflasi tahunan, BPS juga melaporkan kenaikan harga [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-11-02T09:04:10+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":573,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/BD-2230.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Endah Caratri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Caratri","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/","name":"Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-11-02T09:04:10+00:00","dateModified":"2026-11-02T09:04:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-indonesia-tembus-323-persen-harga-pangan-jadi-pemicu-utama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inflasi Indonesia Tembus 3,23 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85","name":"Endah Caratri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Caratri"},"description":"Endah Caratri is Coordinating Partner of Business Advisory Services Vibiz Consulting","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/iin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378497"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=378497"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":378499,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378497\/revisions\/378499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/378498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=378497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=378497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=378497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}