{"id":378414,"date":"2026-10-28T09:40:33","date_gmt":"2026-10-28T02:40:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=378414"},"modified":"2026-10-28T09:40:33","modified_gmt":"2026-10-28T02:40:33","slug":"bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/","title":{"rendered":"Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>(Beritadaerah-Kolom) Sebagai kota dengan pembangunan manusia tertinggi di Provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki modal besar untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan kemajuan pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan jasa dapat menghasilkan kesempatan ekonomi yang semakin luas.<\/em><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Pembangunan Manusia Menjadi Keunggulan Kota<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung menempati posisi penting dalam pembangunan Provinsi Lampung. BPS mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota ini mencapai <strong>81,26 pada 2025<\/strong>, meningkat dari 80,46 pada 2024. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara 15 kabupaten\/kota di Provinsi Lampung dan menempatkan Bandar Lampung dalam kategori pembangunan manusia sangat tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Capaian ini mencerminkan kemajuan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Namun, angka IPM yang tinggi bukan berarti seluruh warga telah menikmati kualitas hidup yang sama. Perbedaan pendapatan, akses terhadap pekerjaan formal, kondisi tempat tinggal, serta kemampuan membiayai pendidikan dan kesehatan tetap memengaruhi kesejahteraan keluarga. Tantangan pembangunan karena itu tidak berhenti pada peningkatan angka statistik, tetapi juga mencakup pemerataan kesempatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai ibu kota provinsi, Bandar Lampung memiliki fungsi yang melampaui batas administratifnya. Kota ini menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, layanan kesehatan, dan berbagai aktivitas jasa yang melayani penduduk dari daerah sekitarnya. Peran tersebut memberikan peluang ekonomi yang besar, sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur, layanan publik, dan ruang perkotaan yang mampu mendukung kehidupan masyarakat.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Ekonomi Kota Bertumpu pada Perdagangan dan Jasa<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perekonomian Bandar Lampung memiliki karakter sebagai pusat kegiatan ekonomi perkotaan. Perdagangan, industri pengolahan, transportasi, pergudangan, konstruksi, serta berbagai jasa menopang aktivitas bisnis dan konsumsi masyarakat. Pada 2025, ekonomi kota tumbuh <strong>5,31 persen<\/strong>, meningkat dari 4,98 persen pada 2024. Nilai produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku pada 2025 tercatat sekitar Rp85,98 triliun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi kota terus berkembang. Perdagangan menghubungkan produsen dan konsumen, sementara transportasi serta pergudangan mendukung distribusi barang ke pasar-pasar di dalam dan luar kota. Industri pengolahan juga memberikan nilai tambah melalui kegiatan produksi, sehingga Bandar Lampung tidak hanya berfungsi sebagai pusat konsumsi, tetapi turut menjadi tempat berlangsungnya kegiatan ekonomi produktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besarnya aktivitas ekonomi membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Warung makan, toko, jasa pengiriman, bengkel, penginapan, usaha kuliner, dan berbagai penyedia jasa dapat mengambil manfaat dari perputaran uang di kota. Namun, peluang tersebut tidak selalu otomatis berubah menjadi keuntungan yang stabil. Persaingan, biaya operasional, daya beli konsumen, dan kemampuan memanfaatkan teknologi ikut menentukan keberhasilan usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, penguatan ekonomi lokal perlu dilakukan dengan menghubungkan pelaku usaha kecil ke pasar yang lebih luas. Akses pembiayaan, pelatihan pengelolaan keuangan, pemasaran digital, peningkatan mutu produk, dan kemitraan dengan perusahaan dapat membantu usaha lokal berkembang. Semakin banyak usaha yang mampu meningkatkan produktivitas dan bertahan dalam persaingan, semakin besar peluang pertumbuhan ekonomi menciptakan manfaat bagi rumah tangga.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Pusat Perdagangan Memperkuat Peran Regional<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Letak Bandar Lampung di bagian selatan Sumatra memberikan keuntungan dalam hubungan perdagangan dan distribusi barang. Kota ini menjadi salah satu simpul kegiatan ekonomi yang menghubungkan aktivitas perkotaan dengan wilayah lain di Provinsi Lampung. Pergerakan barang dan manusia menciptakan permintaan terhadap layanan transportasi, perdagangan, pergudangan, akomodasi, dan berbagai jasa pendukung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peran regional tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan yang penting. Produk pertanian, kebutuhan rumah tangga, bahan bangunan, barang industri, dan berbagai komoditas lainnya membutuhkan jaringan distribusi yang efisien. Aktivitas itu membuka kesempatan bagi perusahaan logistik maupun usaha kecil yang terlibat dalam pengangkutan, penyimpanan, penjualan, dan pelayanan pelanggan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, posisi strategis saja tidak cukup untuk menjamin daya saing. Efisiensi transportasi, kualitas infrastruktur, kepastian usaha, dan keterampilan tenaga kerja turut menentukan apakah kegiatan ekonomi mampu tumbuh secara berkelanjutan. Jika biaya distribusi tinggi atau waktu perjalanan tidak efisien, keuntungan geografis kota dapat berkurang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung karena itu perlu memperkuat konektivitas sekaligus kualitas layanan perkotaannya. Infrastruktur yang baik tidak hanya membantu perusahaan memindahkan barang, tetapi juga memudahkan masyarakat mengakses tempat kerja, sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan. Dengan demikian, konektivitas dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Pendidikan Menentukan Daya Saing Generasi Muda<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan manusia Bandar Lampung. Pada 2025, harapan lama sekolah penduduk kota mencapai 14,74 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah mencapai 11,11 tahun. Kedua indikator tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan memperlihatkan perkembangan pada dimensi pengetahuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harapan lama sekolah menggambarkan perkiraan lamanya pendidikan yang dapat ditempuh anak, sementara rata-rata lama sekolah mencerminkan pendidikan yang telah dijalani penduduk berusia 25 tahun ke atas. Perbedaan kedua indikator ini menunjukkan bahwa peningkatan peluang pendidikan generasi muda perlu berjalan seiring dengan upaya memperbaiki capaian pendidikan penduduk dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Bandar Lampung, kualitas pendidikan memiliki hubungan langsung dengan kemampuan ekonomi kota. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang mampu menguasai keterampilan teknis, mengoperasikan teknologi, mengelola informasi, dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kompetensi, dan kerja sama dengan dunia usaha dapat membantu lulusan mempersiapkan diri memasuki pasar kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, pendidikan tidak seharusnya hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, memecahkan masalah, dan mengembangkan usaha juga penting agar generasi muda memiliki lebih banyak pilihan. Dengan keterampilan yang relevan, mereka dapat memasuki dunia kerja, membangun usaha sendiri, atau mengembangkan produk lokal untuk pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerataan akses juga perlu menjadi perhatian. Anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah membutuhkan dukungan agar tidak kehilangan kesempatan belajar karena kendala biaya. Jika pendidikan berkualitas dapat diakses lebih luas, pembangunan manusia akan menjadi instrumen yang lebih kuat untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan mobilitas ekonomi antargenerasi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Kesehatan dan Daya Beli Menentukan Kesejahteraan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjalani kehidupan yang sehat. Sebagai pusat pelayanan di Provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki kebutuhan layanan kesehatan yang berasal dari penduduk kota sendiri maupun masyarakat yang datang dari daerah sekitarnya. Ketersediaan fasilitas kesehatan, tenaga medis, layanan dasar, dan pelayanan rujukan menjadi bagian penting dari peran regional tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, keberadaan fasilitas kesehatan tidak otomatis menjamin seluruh masyarakat memperoleh layanan dengan mudah. Biaya transportasi, waktu tunggu, kemampuan membayar kebutuhan tambahan, serta keterjangkauan layanan dapat memengaruhi keputusan keluarga untuk mencari pengobatan. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dasar dan perlindungan bagi kelompok rentan perlu berjalan seiring dengan pembangunan fasilitas kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daya beli juga menjadi unsur penting dalam kesejahteraan perkotaan. Pendapatan rumah tangga perlu mencukupi kebutuhan pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan kesehatan. Ketika biaya hidup meningkat lebih cepat daripada pendapatan, keluarga dapat mengalami tekanan meskipun kegiatan ekonomi kota tumbuh positif. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga perlu dianalisis secara bersamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebijakan yang mendukung produktivitas usaha, penciptaan pekerjaan dengan pendapatan lebih baik, serta kestabilan pasokan kebutuhan pokok dapat membantu menjaga daya beli. Pada saat yang sama, layanan kesehatan dan pendidikan yang terjangkau mengurangi beban pengeluaran keluarga. Dengan demikian, peningkatan standar hidup tidak hanya bergantung pada kenaikan pendapatan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengakses layanan dasar secara layak.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Kemiskinan Menunjukkan Tantangan Pemerataan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di balik perkembangan ekonomi dan pembangunan manusia, Bandar Lampung masih menghadapi persoalan kemiskinan. BPS Kota Bandar Lampung mencatat persentase penduduk miskin turun menjadi <strong>6,95 persen pada 2025<\/strong>, dibandingkan 7,37 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin berkurang dari sekitar 83,88 ribu jiwa menjadi 80,19 ribu jiwa. Perkembangan ini menunjukkan perbaikan, tetapi juga memperlihatkan bahwa puluhan ribu penduduk masih menghadapi keterbatasan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemiskinan perkotaan dapat berkaitan dengan pendapatan yang tidak stabil, pekerjaan berproduktivitas rendah, keterbatasan keterampilan, dan tingginya kebutuhan pengeluaran. Sebagian keluarga mungkin memiliki pekerjaan, tetapi penghasilannya belum cukup kuat untuk menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok atau pengeluaran mendadak. Oleh sebab itu, persoalan kemiskinan perlu dilihat bukan hanya dari ada atau tidaknya pekerjaan, melainkan juga dari kualitas pekerjaan dan ketahanan ekonomi rumah tangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan kemiskinan membutuhkan kombinasi perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Bantuan bagi keluarga rentan tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan kesempatan pelatihan, akses terhadap pekerjaan, serta dukungan bagi usaha kecil. Pendekatan ini dapat membantu masyarakat memperkuat sumber pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada bantuan dalam jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penurunan angka kemiskinan juga perlu dipertahankan melalui kebijakan yang tepat sasaran. Pendataan yang akurat, pemantauan kondisi keluarga, dan koordinasi program sosial dengan layanan ketenagakerjaan dapat membantu memastikan bahwa dukungan sampai kepada kelompok yang membutuhkan. Tujuannya bukan sekadar menurunkan persentase kemiskinan, melainkan meningkatkan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan dasar dan menghadapi risiko ekonomi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Pariwisata dan Kuliner Menambah Peluang Ekonomi<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung juga memiliki peluang mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan kuliner, rekreasi, dan pariwisata. Sebagai pusat perkotaan di Provinsi Lampung, kota ini dapat menjadi tempat persinggahan, pusat akomodasi, serta titik awal perjalanan menuju berbagai destinasi di wilayah sekitarnya. Aktivitas tersebut menciptakan permintaan terhadap penginapan, restoran, transportasi, perdagangan, dan layanan perjalanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kuliner dapat menjadi salah satu kekuatan yang memperluas perputaran ekonomi lokal. Usaha makanan dan minuman tidak hanya melayani wisatawan, tetapi juga pekerja, pelajar, keluarga, dan pengunjung dari daerah lain. Jika dikembangkan dengan kualitas produk yang konsisten, kebersihan yang baik, pelayanan yang ramah, dan pemasaran yang efektif, usaha kuliner dapat membangun identitas kota sekaligus membuka kesempatan kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif perlu melibatkan pelaku usaha lokal. Kerajinan, produk makanan, jasa fotografi, penyelenggaraan acara, dan pemasaran digital dapat memperluas manfaat ekonomi di luar bisnis utama. Namun, pengembangan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, informasi destinasi, pengelolaan lingkungan, serta promosi yang terarah agar aktivitas pengunjung benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Kota Nyaman Mendukung Produktivitas<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kualitas hidup Bandar Lampung juga dipengaruhi oleh pengelolaan ruang perkotaan. Pertumbuhan penduduk dan kegiatan ekonomi meningkatkan kebutuhan terhadap transportasi, drainase, pengelolaan sampah, air bersih, ruang terbuka, dan fasilitas publik. Apabila infrastruktur tidak berkembang seiring dengan aktivitas kota, biaya yang ditanggung masyarakat dapat meningkat dan kenyamanan lingkungan menurun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transportasi menjadi salah satu aspek penting karena berhubungan langsung dengan waktu dan biaya perjalanan. Akses yang baik menuju sekolah, tempat kerja, pasar, dan fasilitas kesehatan membantu masyarakat menggunakan waktunya secara lebih produktif. Sebaliknya, perjalanan yang tidak efisien dapat mengurangi waktu untuk keluarga, belajar, beristirahat, maupun menjalankan usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengelolaan lingkungan juga penting untuk menjaga ketahanan kota. Drainase yang berfungsi baik, pengelolaan sampah yang teratur, perlindungan ruang hijau, dan perencanaan kawasan permukiman dapat mengurangi tekanan terhadap lingkungan perkotaan. Kebutuhan tersebut harus dipandang sebagai bagian dari strategi ekonomi karena lingkungan yang sehat dan infrastruktur yang memadai mendukung produktivitas penduduk serta keberlanjutan kegiatan usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan kota yang berkualitas pada akhirnya perlu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan kebutuhan sosial. Pusat perdagangan dan kawasan usaha membutuhkan infrastruktur yang efisien, sedangkan masyarakat memerlukan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman. Keseimbangan tersebut akan membantu Bandar Lampung mempertahankan daya tariknya sebagai tempat bekerja, berusaha, belajar, dan tinggal.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Mengubah Kemajuan Menjadi Kesejahteraan Bersama<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandar Lampung memiliki modal penting untuk melanjutkan pembangunan. IPM sebesar 81,26 pada 2025 menempatkannya sebagai kota dengan capaian pembangunan manusia tertinggi di Provinsi Lampung. Ekonominya tumbuh 5,31 persen pada tahun yang sama, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 6,95 persen. Ketiga indikator ini menunjukkan kemajuan, tetapi juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas manusia, pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan kemiskinan harus terus berjalan bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agenda berikutnya adalah memperluas manfaat pertumbuhan kepada masyarakat melalui penciptaan pekerjaan produktif, penguatan usaha kecil, peningkatan keterampilan, dan pemerataan akses terhadap layanan dasar. Perdagangan dan jasa dapat menjadi penggerak ekonomi, sementara pendidikan, kesehatan, konektivitas, dan infrastruktur perkotaan menjadi penopang yang menjaga pertumbuhan tetap berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya aktivitas ekonomi atau tingginya nilai IPM. Ukuran yang lebih nyata terlihat ketika masyarakat memperoleh pekerjaan dengan penghasilan memadai, anak-anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, keluarga mampu mengakses layanan kesehatan, dan lingkungan tempat tinggal semakin nyaman. Dengan menghubungkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesempatan, Bandar Lampung dapat memperkuat perannya sebagai pusat regional yang tidak hanya produktif, tetapi juga semakin sejahtera bagi penduduknya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Sebagai kota dengan pembangunan manusia tertinggi di Provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki modal besar untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan kemajuan pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan jasa dapat menghasilkan kesempatan ekonomi yang semakin luas. Pembangunan Manusia Menjadi Keunggulan Kota Bandar Lampung menempati posisi penting dalam pembangunan Provinsi Lampung. BPS mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota ini mencapai 81,26 pada 2025, meningkat dari 80,46 pada 2024. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara 15 kabupaten\/kota di Provinsi Lampung dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":334309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,6],"tags":[2167],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Sebagai kota dengan pembangunan manusia tertinggi di Provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki modal besar untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan kemajuan pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan jasa dapat menghasilkan kesempatan ekonomi yang semakin luas. Pembangunan Manusia Menjadi Keunggulan Kota Bandar Lampung menempati posisi penting dalam pembangunan Provinsi Lampung. BPS mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota ini mencapai 81,26 pada 2025, meningkat dari 80,46 pada 2024. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara 15 kabupaten\/kota di Provinsi Lampung dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-28T02:40:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pesona-Kain-Tapis-Foto-Lampung.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/\",\"name\":\"Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-10-28T02:40:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-28T02:40:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Sebagai kota dengan pembangunan manusia tertinggi di Provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki modal besar untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan kemajuan pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan jasa dapat menghasilkan kesempatan ekonomi yang semakin luas. Pembangunan Manusia Menjadi Keunggulan Kota Bandar Lampung menempati posisi penting dalam pembangunan Provinsi Lampung. BPS mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota ini mencapai 81,26 pada 2025, meningkat dari 80,46 pada 2024. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara 15 kabupaten\/kota di Provinsi Lampung dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-10-28T02:40:33+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pesona-Kain-Tapis-Foto-Lampung.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/","name":"Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-10-28T02:40:33+00:00","dateModified":"2026-10-28T02:40:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/bandar-lampung-mendorong-kualitas-hidup-lewat-ekonomi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bandar Lampung Mendorong Kualitas Hidup Lewat Ekonomi"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378414"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=378414"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":378415,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378414\/revisions\/378415"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/334309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=378414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=378414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=378414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}