{"id":378399,"date":"2026-10-27T12:24:11","date_gmt":"2026-10-27T05:24:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=378399"},"modified":"2026-10-27T12:24:11","modified_gmt":"2026-10-27T05:24:11","slug":"10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/","title":{"rendered":"10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Kolom) Papua Tengah dan Papua Pegunungan mencatat angka kesakitan terendah di Indonesia pada 2026. Temuan ini menarik karena tiga provinsi di wilayah Papua, termasuk Papua Selatan, masuk dalam lima besar daerah dengan persentase penduduk yang mengalami gangguan kesehatan hingga aktivitas sehari-harinya terganggu paling rendah. Di tengah perbedaan akses pelayanan kesehatan antardaerah, angka tersebut mengundang pertanyaan lebih jauh: apakah rendahnya angka kesakitan mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik, atau ada faktor lain yang perlu diperhatikan ketika membaca data?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Publikasi <em>Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026<\/em> dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kesakitan nasional sebesar 11,57%. Sementara itu, Papua Tengah berada di angka 4,31%, Papua Pegunungan 4,37%, dan Papua Selatan 6,49%. Ketiganya berada jauh di bawah rata-rata nasional. Namun, angka ini bukan peringkat kualitas rumah sakit, jumlah dokter, atau kemudahan mendapatkan pengobatan. Indikator tersebut mengukur penduduk yang mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu kegiatan sehari-hari, sehingga perlu dibaca secara hati-hati sebelum ditafsirkan sebagai gambaran menyeluruh tentang kesehatan masyarakat.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Daftar 10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah<\/h4>\n<table style=\"height: 451px;\" width=\"835\">\n<tbody>\n<tr>\n<th>Peringkat<\/th>\n<th>Provinsi<\/th>\n<th>Angka kesakitan<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify;\">1<\/td>\n<td style=\"text-align: justify;\">Papua Tengah<\/td>\n<td style=\"text-align: justify;\">4,31%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>2<\/td>\n<td>Papua Pegunungan<\/td>\n<td>4,37%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>3<\/td>\n<td>Papua Selatan<\/td>\n<td>6,49%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>4<\/td>\n<td>Kalimantan Tengah<\/td>\n<td>6,99%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>5<\/td>\n<td>Maluku Utara<\/td>\n<td>7,07%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>6<\/td>\n<td>Papua Barat<\/td>\n<td>7,55%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>7<\/td>\n<td>Sumatera Selatan<\/td>\n<td>7,93%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>8<\/td>\n<td>Papua<\/td>\n<td>7,95%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>9<\/td>\n<td>Kepulauan Riau<\/td>\n<td>7,99%<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"text-align: justify;\">\n<td>10<\/td>\n<td>Kepulauan Bangka Belitung<\/td>\n<td>8,58%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sumber: BPS, Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026, Tabel 4.2, halaman 87. Angka kesakitan merupakan persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/em><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Mengapa Provinsi di Wilayah Papua Mendominasi?<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal paling mencolok dari daftar tersebut adalah dominasi wilayah Papua. Papua Tengah dan Papua Pegunungan berada di dua posisi teratas, sedangkan Papua Selatan menempati posisi ketiga. Papua Barat dan Papua juga masuk sepuluh besar. Dengan demikian, lima dari sepuluh provinsi dalam daftar berasal dari wilayah Papua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Angka ini layak menjadi titik awal untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat di wilayah timur Indonesia. Namun, dominasi tersebut tidak otomatis berarti masyarakat di wilayah Papua menikmati layanan kesehatan yang paling baik. Angka kesakitan yang rendah hanya menunjukkan sedikitnya penduduk yang masuk dalam kategori tersebut menurut hasil survei. Untuk menilai apakah keadaan itu berkaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, perlu diperiksa pula indikator penggunaan layanan medis, jaminan kesehatan, imunisasi, serta kesehatan ibu dan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan cara masyarakat mengenali keluhan, memutuskan untuk mencari pertolongan, dan menjangkau fasilitas kesehatan juga penting dalam membaca hasil survei. Karena itu, angka yang rendah sebaiknya diperlakukan sebagai temuan statistik yang perlu dijelaskan, bukan kesimpulan akhir tentang keberhasilan pembangunan kesehatan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Angka Kesakitan Papua Tengah Hanya Sekitar Sepertiga Rata-Rata Nasional<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Papua Tengah mencatat angka kesakitan 4,31%, sedangkan rata-rata nasional mencapai 11,57%. Dengan kata lain, persentase di Papua Tengah hanya sekitar 37% dari angka nasional. Papua Pegunungan juga mencatat 4,37%, sementara Papua Selatan berada di angka 6,49%. Jarak yang cukup besar ini memperlihatkan betapa beragamnya hasil indikator kesehatan antardaerah di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi, selisih angka tersebut tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi selisih tingkat kesehatan yang sesungguhnya. Angka kesakitan tidak mencakup seluruh kondisi medis dan tidak mengukur langsung kemampuan rumah sakit menangani pasien, ketersediaan tenaga kesehatan, atau waktu tempuh menuju puskesmas. Masyarakat yang memiliki keluhan tetapi tidak sampai mengalami gangguan aktivitas sehari-hari pun tidak selalu tercermin dalam indikator ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sinilah pentingnya membaca statistik secara lebih mendalam. Jika suatu provinsi memiliki angka kesakitan rendah, pertanyaan berikutnya bukan hanya seberapa kecil angkanya, melainkan apakah penduduk juga memiliki akses yang memadai untuk memeriksakan kesehatan dan memperoleh perawatan ketika dibutuhkan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Kalimantan Tengah dan Maluku Utara Menjadi Pengecualian di Luar Papua<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di luar wilayah Papua, Kalimantan Tengah dan Maluku Utara menonjol dalam daftar. Kalimantan Tengah mencatat angka kesakitan 6,99%, sedangkan Maluku Utara sebesar 7,07%. Keduanya berada di bawah angka nasional dan menempati posisi keempat serta kelima. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa angka kesakitan rendah tidak hanya ditemukan di satu kawasan, tetapi juga tersebar di wilayah lain dengan karakteristik geografis dan sosial yang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Papua Barat berada di posisi keenam dengan angka 7,55%. Selanjutnya, Sumatera Selatan mencatat 7,93%, Papua 7,95%, Kepulauan Riau 7,99%, dan Kepulauan Bangka Belitung 8,58%. Keberadaan provinsi dari Sumatera dan kawasan kepulauan dalam daftar memperlihatkan bahwa tidak ada satu pola geografis sederhana yang dapat menjelaskan angka kesakitan rendah. Penjelasannya membutuhkan perbandingan lebih lanjut dengan karakteristik penduduk dan pemanfaatan layanan kesehatan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Angka Rendah Tidak Selalu Berarti Pelayanan Kesehatan Lebih Baik<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan yang perlu dihindari adalah menyamakan angka kesakitan terendah dengan provinsi yang memiliki sistem kesehatan terbaik. Keduanya mengukur hal berbeda. Angka kesakitan menggambarkan proporsi penduduk yang mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu aktivitas, sedangkan kualitas sistem kesehatan juga berkaitan dengan pencegahan penyakit, diagnosis, pengobatan, dan kemampuan layanan menjangkau penduduk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbandingan dengan provinsi yang memiliki angka kesakitan tinggi memperjelas persoalan ini. Gorontalo mencatat 19,89% dan Nusa Tenggara Barat 18,60%, jauh di atas rata-rata nasional. Perbedaan itu menunjukkan variasi besar antardaerah, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa penduduk di provinsi tersebut memiliki layanan kesehatan lebih buruk. Angka yang lebih tinggi dapat berkaitan dengan beragam faktor, dan penyebabnya tidak bisa ditetapkan hanya dari tabel angka kesakitan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menyusun penilaian yang lebih adil, data tersebut perlu dipadukan dengan persentase penduduk yang berobat jalan ketika mengalami keluhan, penggunaan jaminan kesehatan, serta indikator kesehatan anak. Bila angka kesakitan rendah disertai akses berobat yang baik dan cakupan layanan preventif yang kuat, barulah tersedia dasar yang lebih meyakinkan untuk menilai kondisi kesehatan masyarakat secara lebih luas.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Mengukur Kesehatan, Bukan Sekadar Angka Kesakitan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data BPS 2026 memberi gambaran penting mengenai perbedaan angka kesakitan di antara provinsi-provinsi Indonesia. Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan menjadi sorotan karena berada di urutan teratas dalam daftar angka kesakitan terendah. Namun, hasil tersebut sebaiknya dibaca sebagai satu bagian dari gambaran kesehatan nasional, bukan sebagai penobatan provinsi dengan layanan kesehatan terbaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pekerjaan berikutnya adalah menghubungkan indikator ini dengan kemampuan masyarakat memperoleh pertolongan medis. Seberapa banyak penduduk yang benar-benar berobat ketika sakit? Apakah jaminan kesehatan digunakan untuk mendapatkan layanan? Bagaimana kondisi imunisasi dan kesehatan anak? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu mengubah daftar peringkat menjadi analisis yang lebih bermakna bagi masyarakat dan pembuat kebijakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya soal rendahnya angka kesakitan. Ukuran yang lebih lengkap adalah apakah masyarakat dapat hidup sehat, mencegah penyakit, dan memperoleh pelayanan yang layak ketika membutuhkan. Angka kesakitan terendah dapat menjadi petunjuk awal, tetapi bukan jawaban akhir mengenai provinsi mana yang paling sehat di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Papua Tengah dan Papua Pegunungan mencatat angka kesakitan terendah di Indonesia pada 2026. Temuan ini menarik karena tiga provinsi di wilayah Papua, termasuk Papua Selatan, masuk dalam lima besar daerah dengan persentase penduduk yang mengalami gangguan kesehatan hingga aktivitas sehari-harinya terganggu paling rendah. Di tengah perbedaan akses pelayanan kesehatan antardaerah, angka tersebut mengundang pertanyaan lebih jauh: apakah rendahnya angka kesakitan mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik, atau ada faktor lain yang perlu diperhatikan ketika membaca data? Publikasi Statistik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":377637,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,6],"tags":[3920],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Papua Tengah dan Papua Pegunungan mencatat angka kesakitan terendah di Indonesia pada 2026. Temuan ini menarik karena tiga provinsi di wilayah Papua, termasuk Papua Selatan, masuk dalam lima besar daerah dengan persentase penduduk yang mengalami gangguan kesehatan hingga aktivitas sehari-harinya terganggu paling rendah. Di tengah perbedaan akses pelayanan kesehatan antardaerah, angka tersebut mengundang pertanyaan lebih jauh: apakah rendahnya angka kesakitan mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik, atau ada faktor lain yang perlu diperhatikan ketika membaca data? Publikasi Statistik [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-27T05:24:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Papua-Pegunungan-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/\",\"name\":\"10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-10-27T05:24:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-27T05:24:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Papua Tengah dan Papua Pegunungan mencatat angka kesakitan terendah di Indonesia pada 2026. Temuan ini menarik karena tiga provinsi di wilayah Papua, termasuk Papua Selatan, masuk dalam lima besar daerah dengan persentase penduduk yang mengalami gangguan kesehatan hingga aktivitas sehari-harinya terganggu paling rendah. Di tengah perbedaan akses pelayanan kesehatan antardaerah, angka tersebut mengundang pertanyaan lebih jauh: apakah rendahnya angka kesakitan mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik, atau ada faktor lain yang perlu diperhatikan ketika membaca data? Publikasi Statistik [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-10-27T05:24:11+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1920,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Papua-Pegunungan-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/","name":"10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-10-27T05:24:11+00:00","dateModified":"2026-10-27T05:24:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/10-provinsi-dengan-angka-kesakitan-terendah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Provinsi dengan Angka Kesakitan Terendah"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378399"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=378399"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":378400,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/378399\/revisions\/378400"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/377637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=378399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=378399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=378399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}