{"id":377256,"date":"2026-09-13T17:40:51","date_gmt":"2026-09-13T10:40:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=377256"},"modified":"2026-09-13T17:51:35","modified_gmt":"2026-09-13T10:51:35","slug":"penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/","title":{"rendered":"Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">(Beritadaerah-Kolom) Beberapa tahun lalu penulis mengingat ketika berkunjung ke Pantai Kelapa Lima di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pantai yang berada di kawasan perkotaan ini sebenarnya memiliki daya tarik yang kuat. Lokasinya sangat dekat dengan pusat kota dan aksesnya mudah. Laut biru, pemandangan pesisir dan suasana matahari terbenam menjadi daya tarik pantai ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kawasan tersebut dulu belum tertata dengan baik. Terlihat aktivitas pedagang di pinggir jalan sepanjang pantai, termasuk pelaku UMKM dan penjual ikan, bercampur dengan ruang publik. Bagi wisatawan, kondisi itu mengurangi kenyamanan pengunjung dan terkesan tidak tertata dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kondisi beberapa tahun ini berbeda, Pantai Kelapa Lima menjadi bagian dari penataan kawasan Kota Kupang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Secara keseluruhan, penataan yang mencakup Pantai Kelapa Lima, Pantai LLBK\/Kota Lama dan Koridor 3 Jalan Frans Seda memiliki nilai anggaran sekitar Rp80 miliar dengan luas kawasan yang ditata sekitar 51.900 meter persegi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_377257\" aria-describedby=\"caption-attachment-377257\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-377257 size-large\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-58-59-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"422\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-58-59-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-58-59-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-58-59-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-58-59-750x422.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-58-59-1200x675.jpg 1200w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-58-59.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-377257\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Plang Nama Pantai Kelapa Lima di Kota Kupang (Sumber: Beritadaerah.co.id)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penataan tersebut bukan sekadar membuat kawasan menjadi lebih indah. Ruang publik, pedestrian, area kuliner dan fasilitas pendukung ditata agar masyarakat dan wisatawan dapat menikmati kawasan dengan lebih nyaman. Di sinilah sebenarnya pelajaran yang penulis dapatkan dari Pantai Kelapa Lima dan juga kawasan lain yang telah ditata dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi wisata tidak otomatis menjadi potensi ekonomi. Potensi tersebut membutuhkan ruang yang tertata agar dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi dengan skala yang lebih besar.<\/span><\/p>\n<h3><b>Dari Penataan Menjadi Perputaran Ekonomi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penataan kawasan wisata sering kali dianggap hanya sebagai pembangunan fisik dan memerlukan biaya besar. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan. Ketika sebuah kawasan menjadi lebih nyaman, wisatawan memiliki alasan untuk datang dan tinggal lebih lama. Ketika mereka tinggal lebih lama, pengeluaran mereka pun berpotensi meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka datang sebagai wisatawan atau pengunjung yang makan di restoran atau warung lokal, membeli oleh-oleh, menggunakan transportasi, menginap, menikmati atraksi dan berbagai aktivitas lainnya. Uang wisatawan kemudian berputar dari satu pelaku usaha ke pelaku usaha lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, ukuran keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya melihat jumlah wisatawan. Yang lebih penting adalah berapa lama wisatawan tinggal, berapa besar pengeluarannya dan seberapa besar uang tersebut masuk ke ekonomi masyarakat lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasarnya pun sebenarnya sangat besar. Pada 2025, menurut data BPS bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi langsung sekitar Rp1.138,9 triliun atau 4,78 persen terhadap perekonomian nasional. Konsumsi pariwisata internal bahkan mencapai sekitar Rp2.408,97 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa pariwisata bukan lagi sektor pelengkap. Ia adalah bagian dari mesin ekonomi. Tantangannya adalah bagaimana daerah menangkap peluang tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><b>Penataan Kawasan Mulai Menjadi Agenda Daerah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang dilakukan di Kota Kupang juga bukan fenomena tunggal.Sejumlah pemerintah daerah mulai melihat penataan kawasan wisata sebagai bagian dari strategi ekonomi daerah. Di Jawa Barat, misalnya, Gubernur Dedi Mulyadi mendorong penataan sejumlah kawasan wisata agar lebih nyaman dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Penataan kawasan wisata di jalur Ciloto\u2013Cipanas, kawasan Pangandaran juga wilayah Pantai Karangpapak di Kabupaten Garut menyusul. Ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah tidak hanya berbicara tentang promosi wisata, tetapi juga tentang penataan ruang, fasilitas dan aktivitas ekonomi di dalam kawasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Kepulauan Riau, penataan Taman Gurindam 12 di Tanjungpinang juga diarahkan untuk memperkuat fungsi ruang publik sekaligus menjadi pusat UMKM. Sementara Pulau Penyengat didorong melalui penataan yang lebih menyeluruh, mulai dari akses, fasilitas wisata, kebersihan, transportasi hingga penguatan komunitas pariwisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan seperti ini penting karena destinasi wisata yang baik membutuhkan ekosistem. Tidak cukup hanya memiliki pantai yang indah atau bangunan bersejarah. Wisatawan membutuhkan akses, tempat makan, ruang publik, kebersihan, keamanan, fasilitas dan berbagai aktivitas yang membuat mereka ingin tinggal lebih lama.<\/span><\/p>\n<h3><b>Ketika Penataan Mulai Menarik Investor<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah hubungan antara pariwisata dan investasi menjadi menarik. Investor pada dasarnya mencari pasar. Ketika sebuah kawasan wisata mulai ramai dan kebutuhan wisatawan semakin besar, peluang bisnis pun mulai terlihat. Hotel melihat kebutuhan kamar, restoran melihat pasar baru, pengusaha transportasi melihat peningkatan mobilitas. Pelaku ekonomi kreatif melihat peluang event dan produk lokal dan investor properti melihat perkembangan kawasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, penataan kawasan yang dilakukan pemerintah dapat menjadi sinyal bagi sektor swasta bahwa sebuah wilayah sedang berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah tidak harus membangun seluruh fasilitas tersebut dengan anggaran daerah. Peran pemerintah adalah menciptakan fondasi: infrastruktur, tata ruang, akses, kebersihan, kepastian usaha dan lingkungan kawasan yang menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, sektor swasta dapat masuk sesuai dengan peluang yang tersedia.Inilah mengapa penataan kawasan wisata dapat menjadi salah satu pintu masuk investasi daerah.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_377262\" aria-describedby=\"caption-attachment-377262\" style=\"width: 951px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-377262 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-13-174817.png\" alt=\"\" width=\"951\" height=\"637\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-13-174817.png 951w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-13-174817-300x201.png 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-13-174817-768x514.png 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-13-174817-360x240.png 360w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Screenshot-2026-09-13-174817-750x502.png 750w\" sizes=\"(max-width: 951px) 100vw, 951px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-377262\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Realisasi Investasi Kota Kupang 2022-2025 (Sumber: DPMPTP Kota Kupang)<\/figcaption><\/figure>\n<h3><b>Ujungnya Bukan Hanya PAD<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat akhirnya juga tidak berhenti pada bertambahnya wisatawan. Ketika kegiatan ekonomi tumbuh, hotel, restoran, parkir, perdagangan, hiburan dan berbagai usaha pendukung ikut berkembang. Aktivitas tersebut kemudian memperbesar basis ekonomi daerah dan menciptakan potensi penerimaan daerah sesuai kewenangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, peningkatan PAD sebaiknya tidak selalu dikejar dengan menaikkan tarif atau retribusi. Ada cara yang lebih sehat, yaitu memperbesar aktivitas ekonominya terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kawasan wisata semakin ramai, UMKM semakin banyak bertransaksi, hotel semakin terisi dan usaha baru tumbuh, maka ruang bagi peningkatan penerimaan daerah juga semakin besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun perlu dicatat, penataan kawasan tidak otomatis menjamin PAD akan meningkat. Semuanya bergantung pada bagaimana kawasan tersebut dikelola setelah pembangunan selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Kawasan wisata yang sudah ditata bisa saja terlihat indah, tetapi jika tidak ada aktivitas, dalam waktu tertentu kawasan tersebut dapat kembali sepi. Karena itu, pembangunan fisik harus diikuti dengan aktivasi ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Festival kuliner, event olahraga, pertunjukan budaya, pasar kreatif, kegiatan komunitas dan berbagai agenda wisata dapat membuat kawasan terus hidup. UMKM juga harus menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Jangan sampai penataan justru membuat pedagang lokal kehilangan ruang usaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investor besar dan pelaku usaha kecil seharusnya dapat tumbuh bersama. Hotel membutuhkan produk lokal, restoran membutuhkan bahan baku, wisatawan membutuhkan oleh-oleh dan berbagai jasa lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan begitu, investasi tidak hanya menghasilkan bangunan baru, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang.<\/span><\/p>\n<h3><b>Dari Penataan ke Mesin Ekonomi Daerah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman Pantai Kelapa Lima dan lokasi lainnya memberikan pelajaran sederhana. Sebuah daerah sebenarnya tidak selalu kekurangan potensi wisata. Yang sering kurang adalah bagaimana potensi tersebut diubah menjadi aktivitas ekonomi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_377258\" aria-describedby=\"caption-attachment-377258\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-377258 size-large\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-02-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"422\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-02-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-02-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-02-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-02-750x422.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-02-1200x675.jpg 1200w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-02.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-377258\" class=\"wp-caption-text\">Foto: Bangunan Pusat Kuliner dan Kios PKL di Pantai Kelapa Lima (Sumber: Beritadaerah.co.id)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantai dan lautnya sudah ada. Yang berubah adalah cara kawasan tersebut ditata dan dimanfaatkan. Dari kawasan yang sebelumnya kurang tertata menjadi ruang publik yang lebih nyaman. Dari aktivitas ekonomi yang bercampur dengan ruang wisata menjadi kawasan yang lebih terorganisasi. Dari sekadar tepian pantai menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Kupang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pola inilah yang kini menarik untuk dikembangkan oleh daerah lain. Penataan kawasan wisata bukan sekadar mempercantik wajah daerah. Jika dirancang dengan baik, ia dapat membuat wisatawan tinggal lebih lama, memperbesar transaksi UMKM, membuka peluang usaha baru, menarik investor dan pada akhirnya memperbesar basis ekonomi daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, ukuran keberhasilan sebuah penataan kawasan wisata seharusnya bukan hanya menjadi lebih indah tapi menciptakan mesin ekonomi baru daerah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Beberapa tahun lalu penulis mengingat ketika berkunjung ke Pantai Kelapa Lima di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pantai yang berada di kawasan perkotaan ini sebenarnya memiliki daya tarik yang kuat. Lokasinya sangat dekat dengan pusat kota dan aksesnya mudah. Laut biru, pemandangan pesisir dan suasana matahari terbenam menjadi daya tarik pantai ini. Namun, kawasan tersebut dulu belum tertata dengan baik. Terlihat aktivitas pedagang di pinggir jalan sepanjang pantai, termasuk pelaku UMKM dan penjual ikan, bercampur dengan ruang publik. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":377259,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,6],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Beberapa tahun lalu penulis mengingat ketika berkunjung ke Pantai Kelapa Lima di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pantai yang berada di kawasan perkotaan ini sebenarnya memiliki daya tarik yang kuat. Lokasinya sangat dekat dengan pusat kota dan aksesnya mudah. Laut biru, pemandangan pesisir dan suasana matahari terbenam menjadi daya tarik pantai ini. Namun, kawasan tersebut dulu belum tertata dengan baik. Terlihat aktivitas pedagang di pinggir jalan sepanjang pantai, termasuk pelaku UMKM dan penjual ikan, bercampur dengan ruang publik. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-13T10:40:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-13T10:51:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-01.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"747\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Handi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Handi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/\",\"name\":\"Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-13T10:40:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-13T10:51:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\",\"name\":\"Handi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"caption\":\"Handi\"},\"description\":\"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Beberapa tahun lalu penulis mengingat ketika berkunjung ke Pantai Kelapa Lima di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pantai yang berada di kawasan perkotaan ini sebenarnya memiliki daya tarik yang kuat. Lokasinya sangat dekat dengan pusat kota dan aksesnya mudah. Laut biru, pemandangan pesisir dan suasana matahari terbenam menjadi daya tarik pantai ini. Namun, kawasan tersebut dulu belum tertata dengan baik. Terlihat aktivitas pedagang di pinggir jalan sepanjang pantai, termasuk pelaku UMKM dan penjual ikan, bercampur dengan ruang publik. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-09-13T10:40:51+00:00","article_modified_time":"2026-09-13T10:51:35+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":747,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo_2024-04-25_14-39-01.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Handi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Handi","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/","name":"Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-09-13T10:40:51+00:00","dateModified":"2026-09-13T10:51:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/13\/penataan-kawasan-wisata-menjadi-magnet-investasi-daerah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penataan Kawasan Wisata Menjadi Magnet Investasi Daerah"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420","name":"Handi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","caption":"Handi"},"description":"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377256"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=377256"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":377263,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377256\/revisions\/377263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/377259"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=377256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=377256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=377256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}