{"id":377047,"date":"2026-09-07T07:47:38","date_gmt":"2026-09-07T00:47:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=377047"},"modified":"2026-09-07T07:47:38","modified_gmt":"2026-09-07T00:47:38","slug":"soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/","title":{"rendered":"Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Nasional) Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua. Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan hingga Senin, 7 September 2026 pagi. Perpanjangan tersebut dilakukan karena sebaran abu vulkanik masih menjadi faktor keselamatan yang harus diperhitungkan dalam pengoperasian ruang udara dan bandara. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah bandara masih mengalami penutupan sementara pada Senin pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi calon penumpang, situasi ini menciptakan persoalan yang berbeda dibandingkan pembatalan penerbangan biasa. Penumpang bukan hanya menghadapi kemungkinan pesawat terlambat atau dibatalkan, tetapi juga ketidakpastian mengenai kapan bandara dapat kembali beroperasi normal. Karena itu, penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Soekarno-Hatta pada Senin pagi diminta tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya melalui kanal resmi maskapai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Imbauan tersebut menjadi semakin penting karena pembukaan kembali bandara tidak otomatis berarti seluruh penerbangan langsung kembali normal. Ketika sebuah bandara ditutup selama beberapa jam, efeknya dapat menjalar ke penerbangan berikutnya. Pesawat yang seharusnya berangkat dari Jakarta mungkin tertahan di kota lain, sementara pesawat yang akan digunakan untuk penerbangan berikutnya belum tiba. Kru pesawat juga memiliki jadwal kerja yang harus disesuaikan. Akibatnya, satu gangguan dapat menghasilkan rangkaian keterlambatan sepanjang hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Perhubungan sebelumnya telah mengingatkan mengenai potensi <em>cascading impact<\/em> akibat gangguan penerbangan di Soekarno-Hatta. Dampak tersebut mencakup rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya dan kapasitas terminal. Pada tahap awal gangguan, sedikitnya 33 penerbangan di Soekarno-Hatta sudah terdampak, dengan penerbangan internasional mengalami pembatalan, penundaan dan penjadwalan kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perkembangan berikutnya, skala gangguan menjadi jauh lebih besar. <em>Reuters<\/em> melaporkan lebih dari 1.500 penerbangan di delapan bandara terdampak erupsi Anak Krakatau dengan sekitar 170.000 penumpang ikut terkena dampaknya. Abu vulkanik yang mencapai ketinggian hingga sekitar 50.000 kaki menjadi ancaman serius bagi keselamatan penerbangan karena dapat mengganggu mesin dan sistem pesawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalannya bukan hanya apakah abu terlihat dari permukaan tanah. Bagi penerbangan, kondisi ruang udara menjadi faktor utama. Abu vulkanik dapat berada pada ketinggian yang jauh di atas permukiman dan tidak selalu terlihat dengan mata telanjang. Karena itu, keputusan otoritas penerbangan sangat bergantung pada hasil pemantauan atmosfer, pergerakan abu dan informasi mengenai aktivitas gunung api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut menjelaskan mengapa waktu penutupan Soekarno-Hatta beberapa kali berubah. Pada awalnya bandara ditutup dalam periode yang lebih pendek, kemudian diperpanjang karena kondisi belum memungkinkan. Penutupan sempat diperpanjang hingga 13.30 WIB pada Minggu, sebelum kemudian kembali diperpanjang sampai tengah malam. Pola tersebut menunjukkan bahwa otoritas mengambil keputusan secara bertahap berdasarkan kondisi terbaru, bukan menetapkan satu waktu penutupan yang tidak dapat berubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi penumpang, ketidakpastian tersebut tentu menimbulkan persoalan praktis. Mereka harus mengatur ulang perjalanan, mencari informasi dari maskapai, mengubah jadwal transportasi menuju bandara, bahkan mungkin memesan kembali hotel atau kendaraan jika perjalanan tertunda. Penumpang transit menghadapi persoalan tambahan karena perubahan satu penerbangan dapat membuat koneksi penerbangan berikutnya tidak lagi tersedia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, datang ke bandara tanpa memastikan status penerbangan juga bukan solusi. Jika penerbangan telah dibatalkan atau dijadwalkan ulang, kedatangan penumpang dalam jumlah besar justru dapat menambah kepadatan terminal. Dalam kondisi operasional yang belum normal, informasi digital dari maskapai menjadi jauh lebih penting dibandingkan kebiasaan penumpang untuk langsung menuju bandara sesuai jadwal tiket awal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah maskapai telah menerapkan kebijakan khusus bagi penumpang terdampak. Garuda Indonesia, misalnya, membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung dan Lampung hingga Senin dalam rangka menyesuaikan kondisi operasional bandara dan keselamatan penerbangan. Maskapai juga meminta penumpang tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangan melalui kanal komunikasi resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Garuda juga melakukan pemeriksaan teknis terhadap pesawat yang terdampak kondisi abu vulkanik. Ini merupakan bagian penting dari proses pemulihan penerbangan. Pesawat yang berada di lingkungan dengan paparan abu tidak serta-merta dapat langsung diterbangkan begitu bandara kembali dibuka. Pemeriksaan keselamatan, kesiapan armada, ketersediaan kru dan persyaratan operasional harus dipastikan sebelum penerbangan kembali dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, bandara dibuka tidak selalu berarti penerbangan langsung normal. Ada jeda pemulihan yang mungkin diperlukan maskapai untuk mengembalikan rotasi armada dan jadwal penerbangan. Penumpang yang penerbangannya dijadwalkan Senin pagi karena itu tetap perlu melakukan pengecekan ulang meskipun informasi mengenai pembukaan bandara sudah muncul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi tersebut juga memperlihatkan posisi strategis Soekarno-Hatta dalam jaringan penerbangan Indonesia. Gangguan di bandara utama Jakarta tidak hanya memengaruhi Tangerang atau Jakarta. Penerbangan menuju berbagai kota di Indonesia dan sejumlah tujuan internasional ikut terkena dampak karena Soekarno-Hatta menjadi salah satu simpul utama jaringan udara nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari pertama gangguan, penerbangan internasional yang terdampak mencakup rute menuju dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam dan Kuala Lumpur. Penerbangan domestik menuju Lampung, Denpasar dan Surabaya juga terdampak. Data tersebut menunjukkan bahwa abu Anak Krakatau telah menciptakan gangguan pada konektivitas yang melampaui kawasan Banten dan Selat Sunda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi ini pada akhirnya menunjukkan betapa besar ketergantungan aktivitas ekonomi modern terhadap kepastian ruang udara. Ketika pesawat tidak dapat terbang, persoalannya bukan sekadar penumpang kehilangan perjalanan. Pertemuan bisnis tertunda, barang yang dikirim melalui udara terlambat, pekerja tidak dapat berpindah kota, wisatawan mengubah rencana dan maskapai harus menanggung biaya operasional tambahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi kebencanaan, keputusan menutup Soekarno-Hatta justru memperlihatkan prinsip keselamatan bekerja sebagaimana mestinya. Abu vulkanik bukan gangguan biasa yang dapat diabaikan demi mempertahankan jadwal. Partikel abu dapat masuk ke mesin pesawat dan menyebabkan kerusakan serius. Karena itu, kehilangan satu hari operasional harus dipandang berbeda dengan mengambil risiko menerbangkan pesawat dalam kondisi ruang udara yang belum aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang juga perlu diperhatikan adalah perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri. PVMBG memang menyebut aktivitas vulkanik menunjukkan tren penurunan, tetapi kemungkinan erupsi susulan masih ada. Status gunung tetap berada pada Level III atau Siaga. Artinya, pemulihan penerbangan sangat bergantung pada dua hal yang saling berkaitan: perkembangan aktivitas gunung dan kondisi sebaran abu di atmosfer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senin pagi menjadi periode penting karena otoritas harus menentukan apakah bandara dapat dibuka, tetap ditutup atau kembali mengalami perpanjangan penghentian operasi. Pada saat yang sama, maskapai harus menyesuaikan ribuan penumpang dan penerbangan yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, informasi yang cepat dan akurat menjadi sama pentingnya dengan keputusan operasional itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi masyarakat yang memiliki penerbangan dari atau menuju Soekarno-Hatta, langkah paling rasional adalah memeriksa status penerbangan terlebih dahulu melalui kanal resmi maskapai atau pengelola bandara sebelum berangkat. Jangan hanya berpatokan pada waktu yang tercantum dalam tiket awal karena jadwal dapat berubah akibat kondisi operasional. Jika penerbangan dibatalkan atau dijadwalkan ulang, penumpang sebaiknya mengikuti prosedur <em>reschedule<\/em>, pengalihan atau pengembalian dana yang ditetapkan maskapai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Erupsi Anak Krakatau akhirnya memperlihatkan bahwa dampak bencana alam dapat berlangsung jauh lebih lama daripada momen letusannya sendiri. Gunung dapat mengalami penurunan aktivitas, tetapi abu yang sudah berada di atmosfer masih dapat mengganggu penerbangan. Bandara dapat kembali dibuka, tetapi jadwal penerbangan membutuhkan waktu untuk pulih. Dan penumpang yang seharusnya terbang pada pagi hari dapat tetap menghadapi perubahan jadwal hingga beberapa jam setelah operasional dinyatakan kembali normal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, penutupan Soekarno-Hatta hingga Senin pagi bukan sekadar berita tentang sebuah bandara yang berhenti beroperasi. Ini adalah gambaran bagaimana satu erupsi vulkanik dapat menguji seluruh sistem konektivitas udara Indonesia. Ketika keselamatan menjadi prioritas, jadwal penerbangan harus menyesuaikan kondisi alam, bukan sebaliknya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Nasional) Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua. Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan hingga Senin, 7 September 2026 pagi. Perpanjangan tersebut dilakukan karena sebaran abu vulkanik masih menjadi faktor keselamatan yang harus diperhitungkan dalam pengoperasian ruang udara dan bandara. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah bandara masih mengalami penutupan sementara pada Senin pagi. Bagi calon penumpang, situasi ini menciptakan persoalan yang berbeda dibandingkan pembatalan penerbangan biasa. Penumpang bukan hanya menghadapi kemungkinan pesawat terlambat atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":321579,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,176],"tags":[3849],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Nasional) Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua. Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan hingga Senin, 7 September 2026 pagi. Perpanjangan tersebut dilakukan karena sebaran abu vulkanik masih menjadi faktor keselamatan yang harus diperhitungkan dalam pengoperasian ruang udara dan bandara. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah bandara masih mengalami penutupan sementara pada Senin pagi. Bagi calon penumpang, situasi ini menciptakan persoalan yang berbeda dibandingkan pembatalan penerbangan biasa. Penumpang bukan hanya menghadapi kemungkinan pesawat terlambat atau [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-07T00:47:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Soetta.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Aride\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aride\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/\",\"name\":\"Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-07T00:47:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-07T00:47:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7bbe3abcf538eff6a0b9b18253a0691b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7bbe3abcf538eff6a0b9b18253a0691b\",\"name\":\"Aride\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1dd506ba420326dc16e4f9eb4773902?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1dd506ba420326dc16e4f9eb4773902?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Aride\"},\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/aride\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Nasional) Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua. Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan hingga Senin, 7 September 2026 pagi. Perpanjangan tersebut dilakukan karena sebaran abu vulkanik masih menjadi faktor keselamatan yang harus diperhitungkan dalam pengoperasian ruang udara dan bandara. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah bandara masih mengalami penutupan sementara pada Senin pagi. Bagi calon penumpang, situasi ini menciptakan persoalan yang berbeda dibandingkan pembatalan penerbangan biasa. Penumpang bukan hanya menghadapi kemungkinan pesawat terlambat atau [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-09-07T00:47:38+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Soetta.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Aride","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Aride","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/","name":"Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-09-07T00:47:38+00:00","dateModified":"2026-09-07T00:47:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7bbe3abcf538eff6a0b9b18253a0691b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/07\/soetta-masih-terdampak-abu-anak-krakatau-penumpang-diminta-jangan-terburu-ke-bandara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Soetta Masih Terdampak Abu Anak Krakatau Penumpang Diminta Jangan Terburu ke Bandara"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7bbe3abcf538eff6a0b9b18253a0691b","name":"Aride","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1dd506ba420326dc16e4f9eb4773902?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1dd506ba420326dc16e4f9eb4773902?s=96&d=mm&r=g","caption":"Aride"},"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/aride\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377047"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=377047"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377047\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":377048,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377047\/revisions\/377048"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/321579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=377047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=377047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=377047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}