{"id":377036,"date":"2026-09-06T22:27:09","date_gmt":"2026-09-06T15:27:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=377036"},"modified":"2026-09-06T22:28:13","modified_gmt":"2026-09-06T15:28:13","slug":"erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/","title":{"rendered":"Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Nasional) Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, berkembang menjadi gangguan besar terhadap konektivitas udara Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandar udara di Pulau Jawa dan Sumatra menghentikan sementara operasional penerbangan. Informasi terbaru AirNav Indonesia menyebutkan terdapat delapan bandara yang berstatus ditutup dengan estimasi hingga pukul 23.59 WIB. Kebijakan ini menunjukkan bahwa dampak erupsi telah bergerak jauh melampaui kawasan sekitar Selat Sunda dan memasuki ruang udara yang menjadi jalur penting penerbangan domestik maupun internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandara yang terdampak meliputi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Pondok Cabe, Budiarto, Radin Inten II, Pagar Alam, dan Taufik Kiemas. Penutupan dilakukan bukan semata karena kondisi di landasan, tetapi terutama karena keberadaan abu vulkanik di ruang udara dapat membahayakan keselamatan penerbangan. AirNav terus memperbarui informasi aeronautika berdasarkan perkembangan sebaran abu dan kondisi atmosfer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi tersebut memperlihatkan karakter khusus bahaya abu vulkanik. Berbeda dengan hujan abu yang dampaknya dapat dirasakan langsung di permukiman, abu yang berada di atmosfer menjadi ancaman bagi mesin pesawat, sistem navigasi, sensor, dan visibilitas penerbangan. Karena itu, keputusan menutup bandara merupakan langkah preventif. Pesawat tidak harus berada tepat di atas Gunung Anak Krakatau untuk menghadapi risiko; yang menjadi persoalan adalah jalur penerbangan yang beririsan dengan awan abu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bandara Soekarno-Hatta menjadi titik paling strategis dalam gangguan tersebut. Sebagai gerbang udara utama Indonesia, penutupan sementara Soetta memiliki konsekuensi jauh lebih besar daripada sekadar pembatalan penerbangan dari dan menuju Banten. Gangguan di Soetta dapat menjalar ke jaringan penerbangan nasional karena banyak rute domestik dan internasional menggunakan Jakarta sebagai titik asal, tujuan, maupun transit. Pada Minggu, penutupan operasional Soetta diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB akibat meningkatnya aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampaknya terlihat dari jumlah penerbangan dan penumpang yang terdampak. <em>Reuters<\/em> melaporkan bahwa gangguan akibat abu Anak Krakatau memengaruhi sekitar 1.500 penerbangan dan 170.000 penumpang. Sejumlah maskapai internasional juga membatalkan penerbangan, sementara penerbangan domestik harus melakukan penyesuaian jadwal dan rute. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana vulkanik dapat menciptakan efek ekonomi yang jauh lebih besar daripada wilayah geografis tempat erupsi terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Associated Press<\/em> juga melaporkan bahwa delapan bandara ditutup dan sekitar 1.558 penerbangan terdampak, sementara awan abu mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki. Dengan ketinggian seperti itu, persoalan Anak Krakatau berubah menjadi persoalan keselamatan ruang udara regional. Awan abu tidak mengenal batas administratif kabupaten atau provinsi sehingga mitigasinya membutuhkan koordinasi antara PVMBG, BMKG, AirNav Indonesia, Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, dan maskapai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang membuat situasi semakin kompleks adalah pergerakan abu tidak bersifat tetap. Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan bahwa arah sebaran abu sangat bergantung pada arah angin dan dapat berubah dari hari ke hari. Karena itu, wilayah yang relatif aman pada satu waktu belum tentu aman beberapa jam kemudian. Pemantauan dilakukan selama 24 jam dengan koordinasi bersama BMKG dan memanfaatkan data pengamatan dari berbagai sumber untuk memperkirakan pergerakan abu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari perspektif penerbangan, kondisi ini menjelaskan mengapa penutupan bandara dapat diperpanjang berkali-kali. Bandara Halim Perdanakusuma, misalnya, mengalami beberapa kali perpanjangan penutupan sebelum akhirnya ditetapkan tutup hingga 23.59 WIB. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa otoritas tidak hanya melihat apakah abu sedang turun di sekitar bandara, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ruang udara dan kemungkinan pergerakannya selama beberapa jam berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gangguan penerbangan juga memperlihatkan betapa terhubungnya perekonomian Indonesia dengan infrastruktur udara. Ketika sebuah bandara utama ditutup, efeknya tidak berhenti pada penumpang yang gagal berangkat. Hotel, transportasi darat, jasa perjalanan, logistik, perdagangan, hingga kegiatan bisnis ikut terkena dampak. Bagi perusahaan yang mengandalkan perjalanan udara, satu hari gangguan dapat berarti penundaan pertemuan, distribusi barang, perjalanan pekerja, dan aktivitas komersial lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maskapai juga menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Penutupan bandara berarti pesawat dan kru harus diposisikan ulang, penerbangan harus dijadwal ulang, sementara penumpang membutuhkan kepastian mengenai keberangkatan berikutnya. Garuda Indonesia, misalnya, mengumumkan penghentian sementara penerbangan dari dan menuju sejumlah kota akibat sebaran abu vulkanik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak erupsi tidak hanya bersifat operasional, tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan finansial bagi industri penerbangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, aspek terpenting tetap keselamatan. Abu vulkanik merupakan salah satu bahaya serius bagi pesawat karena dapat masuk ke mesin dan menyebabkan gangguan pada proses pembakaran. Karena itu, keputusan menutup bandara meskipun menimbulkan kerugian ekonomi merupakan bentuk mitigasi yang jauh lebih murah dibandingkan risiko kecelakaan penerbangan. Dalam konteks ini, penutupan delapan bandara bukan indikasi bahwa pemerintah kehilangan kendali, melainkan menunjukkan bahwa sistem keselamatan penerbangan bekerja berdasarkan prinsip kehati-hatian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Erupsi kali ini juga memperlihatkan bahwa status aktivitas gunung api dan gangguan penerbangan harus dibaca sebagai dua persoalan yang saling berkaitan tetapi tidak identik. PVMBG menyatakan aktivitas Anak Krakatau menunjukkan kecenderungan menurun setelah episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam berakhir pada Minggu dini hari. Namun, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga karena potensi erupsi masih ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kata lain, berhentinya erupsi menerus tidak otomatis berarti ruang udara dapat segera dibuka kembali. Otoritas penerbangan membutuhkan kepastian mengenai konsentrasi dan pergerakan abu, bukan hanya informasi apakah gunung sedang meletus atau tidak. Inilah sebabnya penutupan bandara dapat terus berlaku meskipun intensitas aktivitas vulkanik mulai menurun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut juga menjadi ujian bagi sistem konektivitas Indonesia. Penutupan delapan bandara pada saat yang sama memperlihatkan pentingnya memiliki alternatif jaringan transportasi ketika ruang udara terganggu. Bandara alternatif, jalur darat, dan koneksi antarmoda menjadi bagian penting dalam menjaga mobilitas masyarakat ketika penerbangan tidak dapat berjalan normal. Pemerintah telah menyiapkan pengalihan dan penyesuaian operasi, tetapi skala gangguan menunjukkan bahwa bencana alam dapat dengan cepat menguji kapasitas infrastruktur nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang juga penting adalah menghindari kepanikan. Pemerintah Banten meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas. Pemerintah daerah menyiapkan distribusi masker untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Erupsi Anak Krakatau akhirnya memberikan gambaran bahwa bencana vulkanik modern bukan hanya persoalan lava, abu, atau aktivitas di sekitar gunung. Dampaknya dapat menjalar ke sekolah, kesehatan masyarakat, nelayan, penerbangan, pariwisata, perdagangan, hingga jaringan ekonomi nasional. Ketika delapan bandara ditutup hingga 23.59 WIB, yang sebenarnya sedang dihentikan bukan hanya penerbangan, melainkan sementara waktu sebagian dari denyut konektivitas ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, perkembangan setelah tengah malam menjadi sangat penting. Jika sebaran abu masih mengganggu ruang udara, penutupan dapat kembali diperpanjang berdasarkan hasil pemantauan. Sebaliknya, jika kondisi ruang udara dinilai aman, operasional dapat dipulihkan secara bertahap. Apa pun keputusannya, pengalaman 6 September 2026 memperlihatkan satu pelajaran penting: di negara yang sangat bergantung pada konektivitas udara, sistem peringatan dini dan kemampuan membaca pergerakan abu vulkanik bukan hanya instrumen kebencanaan, tetapi juga bagian dari infrastruktur ekonomi nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Nasional) Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, berkembang menjadi gangguan besar terhadap konektivitas udara Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandar udara di Pulau Jawa dan Sumatra menghentikan sementara operasional penerbangan. Informasi terbaru AirNav Indonesia menyebutkan terdapat delapan bandara yang berstatus ditutup dengan estimasi hingga pukul 23.59 WIB. Kebijakan ini menunjukkan bahwa dampak erupsi telah bergerak jauh melampaui kawasan sekitar Selat Sunda dan memasuki ruang udara yang menjadi jalur penting penerbangan domestik maupun internasional. Bandara yang terdampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":331101,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,176],"tags":[22],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Nasional) Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, berkembang menjadi gangguan besar terhadap konektivitas udara Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandar udara di Pulau Jawa dan Sumatra menghentikan sementara operasional penerbangan. Informasi terbaru AirNav Indonesia menyebutkan terdapat delapan bandara yang berstatus ditutup dengan estimasi hingga pukul 23.59 WIB. Kebijakan ini menunjukkan bahwa dampak erupsi telah bergerak jauh melampaui kawasan sekitar Selat Sunda dan memasuki ruang udara yang menjadi jalur penting penerbangan domestik maupun internasional. Bandara yang terdampak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-06T15:27:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-06T15:28:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Penumpang-menuju-kota-kota-di-Sumatera.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1261\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"649\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Aride\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Aride\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/\",\"name\":\"Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-06T15:27:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-06T15:28:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7bbe3abcf538eff6a0b9b18253a0691b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7bbe3abcf538eff6a0b9b18253a0691b\",\"name\":\"Aride\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1dd506ba420326dc16e4f9eb4773902?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1dd506ba420326dc16e4f9eb4773902?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Aride\"},\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/aride\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Nasional) Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026, berkembang menjadi gangguan besar terhadap konektivitas udara Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandar udara di Pulau Jawa dan Sumatra menghentikan sementara operasional penerbangan. Informasi terbaru AirNav Indonesia menyebutkan terdapat delapan bandara yang berstatus ditutup dengan estimasi hingga pukul 23.59 WIB. Kebijakan ini menunjukkan bahwa dampak erupsi telah bergerak jauh melampaui kawasan sekitar Selat Sunda dan memasuki ruang udara yang menjadi jalur penting penerbangan domestik maupun internasional. Bandara yang terdampak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-09-06T15:27:09+00:00","article_modified_time":"2026-09-06T15:28:13+00:00","og_image":[{"width":1261,"height":649,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Penumpang-menuju-kota-kota-di-Sumatera.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Aride","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Aride","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/","name":"Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-09-06T15:27:09+00:00","dateModified":"2026-09-06T15:28:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7bbe3abcf538eff6a0b9b18253a0691b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/09\/06\/erupsi-anak-krakatau-membuat-delapan-bandara-ditutup-hingga-tengah-malam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Erupsi Anak Krakatau Membuat Delapan Bandara Ditutup hingga Tengah Malam"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7bbe3abcf538eff6a0b9b18253a0691b","name":"Aride","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1dd506ba420326dc16e4f9eb4773902?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1dd506ba420326dc16e4f9eb4773902?s=96&d=mm&r=g","caption":"Aride"},"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/aride\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377036"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=377036"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377036\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":377037,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/377036\/revisions\/377037"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/331101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=377036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=377036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=377036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}