{"id":376741,"date":"2026-08-29T20:48:18","date_gmt":"2026-08-29T13:48:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=376741"},"modified":"2026-08-29T20:50:20","modified_gmt":"2026-08-29T13:50:20","slug":"manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/","title":{"rendered":"Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Kolom) Kabupaten Manokwari menunjukkan posisi yang cukup menonjol dalam pembangunan manusia di Papua Barat. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik <em>Indeks Pembangunan Manusia 2025<\/em>, IPM Manokwari pada 2025 mencapai <strong>75,96<\/strong>, dengan pertumbuhan sebesar <strong>1,08 persen<\/strong>. Angka tersebut menarik karena berada sedikit di atas IPM Indonesia yang mencapai 75,90. Pada saat yang sama, IPM Papua Barat hanya mencapai 68,48. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa Manokwari memiliki capaian pembangunan manusia yang relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata wilayah provinsinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posisi tersebut tidak muncul hanya karena satu indikator. IPM dibangun dari tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. BPS menggunakan Umur Harapan Hidup saat lahir sebagai indikator kesehatan, Harapan Lama Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah sebagai indikator pengetahuan, serta pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan sebagai indikator standar hidup layak. Karena itu, membaca posisi Manokwari tidak cukup hanya dengan melihat angka IPM akhirnya. Justru struktur di balik angka tersebut memberikan gambaran mengenai kekuatan sekaligus pekerjaan rumah pembangunan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Modal pendidikan generasi berikutnya<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu angka yang paling menarik dari Manokwari adalah <strong>Harapan Lama Sekolah sebesar 13,87 tahun<\/strong>. Angka ini menunjukkan bahwa secara statistik penduduk usia sekolah memiliki harapan menempuh pendidikan hingga hampir 14 tahun. Jika dibandingkan dengan angka nasional sebesar 13,30 tahun, posisi Manokwari cukup baik. Ini merupakan modal penting karena pendidikan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan manusia dan berhubungan erat dengan kemampuan masyarakat meningkatkan produktivitas serta beradaptasi terhadap perubahan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, terdapat persoalan yang lebih dalam ketika HLS dibandingkan dengan <strong>Rata-rata Lama Sekolah yang hanya 8,89 tahun<\/strong>. Jarak antara kedua indikator tersebut cukup lebar. HLS menggambarkan ekspektasi pendidikan generasi yang sedang memasuki atau menjalani pendidikan, sedangkan RLS menggambarkan rata-rata tahun pendidikan yang telah ditempuh penduduk. Dengan demikian, Manokwari menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa harapan pendidikan yang relatif tinggi benar-benar berubah menjadi capaian pendidikan yang lebih panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu agenda penting pembangunan Manokwari ke depan. Meningkatkan akses sekolah saja tidak cukup. Kebijakan pembangunan manusia perlu memastikan anak-anak bertahan lebih lama dalam sistem pendidikan, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan memperoleh kualitas pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan mereka memasuki dunia kerja. Dengan basis HLS yang sudah cukup kuat, peningkatan RLS dapat menjadi salah satu jalur penting untuk memperkuat IPM Manokwari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kesehatan masih menyimpan ruang perbaikan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dimensi kesehatan, <strong>Umur Harapan Hidup saat lahir Manokwari mencapai 72,90 tahun<\/strong>. Angka ini jauh lebih tinggi daripada UHH Papua Barat yang berada pada 68,76 tahun, tetapi masih di bawah angka Indonesia sebesar 74,47 tahun. Perbandingan ini menempatkan Manokwari pada posisi yang relatif baik di tingkat provinsi, sekaligus menunjukkan masih adanya ruang untuk mengejar capaian nasional.<\/p>\n<p>Kesenjangan tersebut penting karena UHH tidak hanya berkaitan dengan keberadaan fasilitas kesehatan. Umur harapan hidup merupakan hasil dari akumulasi berbagai kondisi yang memengaruhi kehidupan masyarakat, mulai dari akses pelayanan kesehatan, kualitas lingkungan, sanitasi, air minum, gizi, hingga kondisi sosial-ekonomi. Karena itu, peningkatan UHH Manokwari membutuhkan pendekatan lintas sektor dan tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Manokwari ingin bergerak menuju IPM yang lebih tinggi, peningkatan kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pendidikan dan kesejahteraan ekonomi. Ketiga dimensi tersebut pada dasarnya saling memperkuat. Masyarakat yang lebih sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar dan bekerja secara produktif, sementara pendidikan dan kondisi ekonomi yang lebih baik dapat memperluas kemampuan masyarakat mengakses layanan kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Daya beli menjadi salah satu kekuatan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimensi standar hidup layak memperlihatkan salah satu kekuatan Manokwari. <strong>Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan mencapai Rp13,364 juta pada 2025<\/strong>. Nilai ini lebih tinggi daripada angka nasional sebesar Rp12,802 juta. Dengan demikian, dari sisi indikator standar hidup yang digunakan dalam penghitungan IPM, Manokwari memiliki posisi yang relatif kuat.<\/p>\n<p>Namun, angka pengeluaran per kapita tetap perlu dibaca secara hati-hati. Nilai tersebut merupakan indikator agregat dan tidak dengan sendirinya menggambarkan bagaimana kesejahteraan tersebar di antara seluruh penduduk. BPS sendiri menempatkan IPM sebagai instrumen untuk melihat capaian pembangunan secara komprehensif, tetapi analisis pembangunan tetap membutuhkan indikator lain untuk memahami kesenjangan dan kelompok yang masih tertinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, capaian pengeluaran per kapita Manokwari yang relatif tinggi merupakan modal, tetapi belum menjadi alasan untuk menganggap persoalan kesejahteraan ekonomi telah selesai. Tantangannya adalah bagaimana aktivitas ekonomi menghasilkan kesempatan yang lebih luas, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mengubah pertumbuhan ekonomi menjadi peningkatan kualitas hidup yang semakin merata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Manokwari di tengah kesenjangan Papua Barat<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posisi Manokwari menjadi semakin menarik ketika dibandingkan dengan kabupaten lain di Papua Barat. Pada 2025, IPM Teluk Bintuni tercatat 70,32, Manokwari Selatan 63,24, dan Pegunungan Arfak 59,53. Manokwari sendiri berada pada 75,96. Dengan demikian, terdapat jarak yang cukup besar antara Manokwari dan beberapa kabupaten lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pembangunan manusia Papua Barat bukan hanya bagaimana menaikkan rata-rata IPM provinsi, tetapi juga bagaimana memperkecil kesenjangan antardaerah. Publikasi BPS menekankan bahwa disparitas pembangunan manusia antarwilayah Indonesia masih signifikan. Bahkan, perkembangan IPM yang positif secara nasional belum otomatis berarti kesenjangan antarwilayah telah hilang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks tersebut, Manokwari dapat dipandang sebagai salah satu pusat dengan kapasitas pembangunan manusia yang relatif lebih kuat di Papua Barat. Posisi ini sekaligus membawa tantangan baru. Ketika sebuah daerah telah mencapai IPM 75,96, strategi pembangunan tidak lagi cukup hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar. Fokus berikutnya perlu bergeser menuju peningkatan kualitas modal manusia, produktivitas, dan pemerataan manfaat pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Target berikutnya bukan sekadar angka IPM<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan IPM Manokwari sebesar 1,08 persen pada 2025 menunjukkan bahwa pembangunan manusia masih bergerak positif. Namun, mempertahankan pertumbuhan tersebut sekaligus meningkatkan kualitasnya menjadi tantangan berikutnya. Manokwari sudah memiliki keunggulan pada HLS dan pengeluaran riil per kapita, tetapi masih memiliki ruang untuk meningkatkan UHH dan terutama RLS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, agenda pembangunan Manokwari dapat diarahkan pada satu pertanyaan yang lebih substantif: bagaimana mengubah posisi sebagai daerah dengan IPM relatif tinggi menjadi keunggulan pembangunan manusia yang berkelanjutan? Jawabannya tidak hanya terletak pada menaikkan angka indeks, tetapi pada kemampuan pemerintah daerah memastikan semakin banyak penduduk memperoleh pendidikan lebih panjang, hidup lebih sehat, dan memiliki kesempatan ekonomi yang lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manokwari telah menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Papua Barat dapat mencapai level yang relatif tinggi. Tetapi justru karena posisinya sudah berada di atas rata-rata nasional, ukuran keberhasilan berikutnya menjadi lebih berat. Tantangannya adalah meningkatkan kualitas dari fondasi yang sudah terbentuk, memperkecil kesenjangan di dalam wilayah, dan memastikan capaian pembangunan manusia tidak berhenti sebagai angka statistik. Dalam kerangka itu, IPM 75,96 bukan garis akhir bagi Manokwari, melainkan titik awal untuk memasuki tahap pembangunan manusia yang lebih berkualitas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Kabupaten Manokwari menunjukkan posisi yang cukup menonjol dalam pembangunan manusia di Papua Barat. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik Indeks Pembangunan Manusia 2025, IPM Manokwari pada 2025 mencapai 75,96, dengan pertumbuhan sebesar 1,08 persen. Angka tersebut menarik karena berada sedikit di atas IPM Indonesia yang mencapai 75,90. Pada saat yang sama, IPM Papua Barat hanya mencapai 68,48. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa Manokwari memiliki capaian pembangunan manusia yang relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata wilayah provinsinya. Posisi tersebut tidak muncul hanya karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":373175,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[6],"tags":[3830],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Kabupaten Manokwari menunjukkan posisi yang cukup menonjol dalam pembangunan manusia di Papua Barat. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik Indeks Pembangunan Manusia 2025, IPM Manokwari pada 2025 mencapai 75,96, dengan pertumbuhan sebesar 1,08 persen. Angka tersebut menarik karena berada sedikit di atas IPM Indonesia yang mencapai 75,90. Pada saat yang sama, IPM Papua Barat hanya mencapai 68,48. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa Manokwari memiliki capaian pembangunan manusia yang relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata wilayah provinsinya. Posisi tersebut tidak muncul hanya karena [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-29T13:48:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-29T13:50:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/senja-manokwari.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/\",\"name\":\"Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-29T13:48:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-29T13:50:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Kabupaten Manokwari menunjukkan posisi yang cukup menonjol dalam pembangunan manusia di Papua Barat. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik Indeks Pembangunan Manusia 2025, IPM Manokwari pada 2025 mencapai 75,96, dengan pertumbuhan sebesar 1,08 persen. Angka tersebut menarik karena berada sedikit di atas IPM Indonesia yang mencapai 75,90. Pada saat yang sama, IPM Papua Barat hanya mencapai 68,48. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa Manokwari memiliki capaian pembangunan manusia yang relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata wilayah provinsinya. Posisi tersebut tidak muncul hanya karena [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-08-29T13:48:18+00:00","article_modified_time":"2026-08-29T13:50:20+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":576,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/senja-manokwari.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/","name":"Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-08-29T13:48:18+00:00","dateModified":"2026-08-29T13:50:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/manokwari-dan-tantangan-mendorong-pembangunan-manusia-ke-level-lebih-tinggi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Manokwari dan Tantangan Mendorong Pembangunan Manusia ke Level Lebih Tinggi"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376741"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=376741"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":376744,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376741\/revisions\/376744"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/373175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=376741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=376741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=376741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}