{"id":376703,"date":"2026-08-28T13:55:26","date_gmt":"2026-08-28T06:55:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=376703"},"modified":"2026-08-28T14:00:54","modified_gmt":"2026-08-28T07:00:54","slug":"strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/","title":{"rendered":"Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Kolom) Di tengah gemuruh warung kopi kekinian, geliat produk kerajinan lokal, hingga toko daring yang dijalankan dari kamar tidur, ada satu kekuatan besar yang menopang perekonomian Indonesia: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ini bukan sekadar pelengkap perekonomian nasional, melainkan tulang punggungnya. Data terbaru menunjukkan UMKM mempekerjakan sekitar 114,7 juta orang dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Artinya, lebih dari separuh roda perekonomian bangsa ini digerakkan oleh pelaku usaha kecil yang sering luput dari sorotan besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyadari betapa krusialnya peran UMKM, Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam. Selain menjalankan tugas utamanya menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, BI secara aktif merancang berbagai kebijakan, insentif, dan program pemberdayaan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan mampu bersaing di panggung global. Sepanjang tahun 2026, langkah-langkah tersebut semakin nyata terlihat, mulai dari insentif likuiditas ratusan triliun rupiah, digitalisasi transaksi melalui QRIS, hingga ajang akbar Karya Kreatif Indonesia yang mempertemukan ribuan UMKM dengan pasar dan investor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menggerakkan Kredit Lewat Insentif Likuiditas<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu instrumen andalan BI dalam mendorong UMKM adalah Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Secara sederhana, KLM merupakan bentuk &#8220;hadiah likuiditas&#8221; dari BI kepada bank-bank yang aktif menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas, termasuk UMKM, dengan cara melonggarkan kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) mereka. Semakin besar kredit yang disalurkan ke UMKM, semakin besar pula keringanan yang diterima bank tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sepanjang 2026, nilai insentif ini terus merangkak naik. Pada awal Mei 2026, insentif KLM yang telah disalurkan tercatat sebesar Rp424,7 triliun. Angka ini sedikit terkoreksi menjadi Rp418,1 triliun pada awal Juni, sebelum kembali melonjak menjadi Rp431,9 triliun pada awal Juli 2026, dengan rincian Rp369 triliun melalui jalur penyaluran kredit (lending channel) dan Rp62,9 triliun melalui jalur suku bunga (interest rate channel). Dari kelompok perbankan, bank BUMN menjadi penerima porsi terbesar, mencapai lebih dari separuh total insentif yang disalurkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khusus untuk UMKM, Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menegaskan bahwa bank yang rajin menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM berhak mendapatkan insentif pengembalian GWM hingga 1 persen, setara dengan sekitar Rp90 triliun. Tidak berhenti di situ, BI juga memperkuat kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mulai berlaku efektif 1 Oktober 2026. Penguatan ini menghadirkan tiga metodologi baru, termasuk skema channeling dan executing antarbank, sehingga cakupan pembiayaan inklusif dapat diperluas hingga menyentuh pemasok, distributor, dan mitra usaha kecil, dengan rasio pembiayaan inklusif minimal 30 persen dari portofolio bank.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, di balik derasnya insentif yang mengalir, realitas di lapangan menunjukkan tantangan tersendiri. Hingga Juni 2026, total kredit UMKM baru tumbuh 1 persen secara tahunan menjadi Rp1.519,1 triliun, hanya sedikit lebih baik dibandingkan pertumbuhan 0,6 persen pada bulan sebelumnya. Perlambatan ini mencerminkan tekanan daya beli masyarakat serta suku bunga acuan yang masih relatif tinggi, sehingga BI terus mendorong perbankan agar menyelaraskan suku bunga kredit dengan arah kebijakan bank sentral guna mempercepat pemulihan pembiayaan ke sektor riil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>QRIS: Pintu Gerbang UMKM Menuju Ekosistem Digital<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika dahulu pencatatan keuangan UMKM identik dengan buku kas sederhana, kini transformasi digital telah mengubah wajah transaksi UMKM secara signifikan. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi salah satu instrumen paling berhasil dalam mendorong inklusi keuangan digital bagi pelaku usaha kecil. Hingga pertengahan 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 57 juta orang, dengan 39,3 juta merchant aktif di seluruh Indonesia. Yang menarik, sebanyak 93,16 persen dari merchant tersebut merupakan pelaku UMKM, menjadikan QRIS sebagai pintu gerbang utama UMKM menuju dunia keuangan formal.<\/p>\n<p><img class=\"alignnone wp-image-376704 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"1445\" height=\"2560\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-scaled.jpg 1445w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-169x300.jpg 169w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-578x1024.jpg 578w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-768x1361.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-867x1536.jpg 867w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-1156x2048.jpg 1156w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-750x1329.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Strategi_UMKM_Bank_Indonesia_2026-New-1200x2126.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1445px) 100vw, 1445px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi transaksi, nilainya pun tidak main-main. UMKM tercatat melakukan transaksi QRIS senilai Rp579 triliun dari total 6,05 miliar transaksi. Setiap transaksi digital ini sesungguhnya membentuk jejak pencatatan keuangan yang rapi, yang pada gilirannya dapat membuka akses UMKM terhadap pembiayaan formal secara lebih luas. Bank dan lembaga keuangan kini dapat menilai kelayakan kredit UMKM tidak hanya dari agunan, tetapi juga dari rekam jejak transaksi digital mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, potret ini belum sepenuhnya merata di seluruh penjuru negeri. UMKM di wilayah terpencil masih menghadapi kendala keterbatasan koneksi internet dan rendahnya literasi digital, sehingga kesenjangan akses digital antara UMKM perkotaan dan pedesaan tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus dibenahi oleh BI bersama pemangku kepentingan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Karya Kreatif Indonesia 2026: Panggung Besar bagi UMKM<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu bukti nyata komitmen BI terhadap UMKM adalah penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, sebuah ajang tahunan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11. Digelar pada 20\u201323 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), KKI 2026 mengusung semangat &#8220;Beudaya MeusareSare&#8221; dari Aceh yang bermakna &#8220;Berdaya, Bersama-sama&#8221;. Tema ini sekaligus menjadi bentuk dukungan moral bagi kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang sempat terdampak bencana alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ajang ini bukan sekadar pameran biasa. Sebanyak lebih dari 550 UMKM berpartisipasi secara langsung, sementara pameran daring melalui platform karyakreatifindonesia.co.id berhasil menjaring lebih dari 1.300 UMKM dari berbagai penjuru Indonesia. Selama empat hari penyelenggaraan, transaksi penjualan produk UMKM menembus angka Rp177,21 miliar, sebuah pencapaian yang menurut Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menunjukkan bahwa UMKM Indonesia memiliki daya saing nyata di tengah ketidakpastian ekonomi dan tantangan geopolitik global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya soal transaksi penjualan, KKI 2026 juga menjadi ajang mempertemukan UMKM dengan sumber pembiayaan melalui program business matching. BI berhasil memfasilitasi pembiayaan senilai Rp285 miliar, terdiri atas Rp150 miliar pembiayaan inklusif dan Rp135 miliar pembiayaan berkelanjutan, yang melibatkan bank-bank besar seperti BRI, BCA, BSI, Mandiri, Panin Bank, OCBC, BNI, hingga SMBC bersama UMKM mitra masing-masing. BI turut mendorong fasilitasi hak paten bagi produk-produk UMKM agar memiliki fondasi keberlanjutan usaha yang lebih kuat, sekaligus memperkenalkan sejumlah pembaruan program seperti penguatan ekosistem rantai nilai secara end-to-end dan pengembangan local brand yang digerakkan oleh generasi muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perempuan: Kekuatan Senyap di Balik UMKM Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada satu fakta menarik yang sering luput dari perhatian publik: wajah UMKM Indonesia sesungguhnya lebih banyak diwarnai oleh perempuan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, sementara di sektor ekonomi kreatif, kontribusi perempuan terhadap tenaga kerja mencapai 58,39 persen. Angka ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar isu kesetaraan, melainkan strategi ekonomi yang sangat relevan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyadari hal tersebut, BI mendorong penguatan literasi keuangan, perluasan akses layanan keuangan formal, serta peningkatan kapasitas usaha khusus bagi perempuan pelaku UMKM. Langkah ini dipandang sebagai salah satu strategi kunci untuk memperluas pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, mengingat perempuan pelaku UMKM kerap menghadapi hambatan tambahan dalam mengakses permodalan dan jaringan bisnis dibandingkan rekan-rekan prianya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>UMKM Indonesia Masih &#8220;Jago Kandang&#8221;<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di balik berbagai capaian yang membanggakan, ada satu catatan penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor nasional ternyata baru mencapai 15,7 persen, jauh tertinggal dibandingkan Thailand yang mencapai 29 persen dan Filipina di angka 20 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kekuatan UMKM Indonesia masih sangat berorientasi pada pasar domestik, sehingga rentan terhadap fluktuasi daya beli konsumen dalam negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mengatasi hal ini, pemerintah bersama BI mendorong pelaku UMKM memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, seperti Kemudahan Impor untuk Tujuan Ekspor (KITE), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta Satuan Tugas Peningkatan Ekspor Nasional. Pelaku UMKM didorong untuk berani melangkah ke pasar ekspor, baik secara mandiri maupun melalui agregator, agar tidak hanya mengandalkan pasar dalam negeri yang mudah terguncang oleh perubahan kondisi ekonomi domestik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>UMKM Kuat, Indonesia Kuat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan UMKM Indonesia sepanjang tahun 2026 memperlihatkan gambaran yang kompleks namun penuh harapan. Di satu sisi, Bank Indonesia hadir dengan berbagai kebijakan konkret, mulai dari insentif likuiditas ratusan triliun rupiah, perluasan ekosistem digital melalui QRIS, hingga panggung besar seperti Karya Kreatif Indonesia yang mempertemukan UMKM dengan pasar dan pembiayaan. Di sisi lain, tantangan seperti pertumbuhan kredit yang masih landai dan rendahnya kontribusi ekspor UMKM mengingatkan bahwa perjalanan ini masih panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang pasti, arah kebijakan BI menunjukkan keberpihakan yang jelas: UMKM bukan sekadar penerima manfaat kebijakan, melainkan mitra strategis dalam membangun ekonomi Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Ketika jutaan pelaku usaha kecil ini semakin berdaya, maka fondasi perekonomian nasional pun akan semakin kokoh \u2014 sebuah bukti nyata bahwa kekuatan besar sebuah bangsa sering kali lahir dari usaha-usaha kecil yang gigih berjuang setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Di tengah gemuruh warung kopi kekinian, geliat produk kerajinan lokal, hingga toko daring yang dijalankan dari kamar tidur, ada satu kekuatan besar yang menopang perekonomian Indonesia: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ini bukan sekadar pelengkap perekonomian nasional, melainkan tulang punggungnya. Data terbaru menunjukkan UMKM mempekerjakan sekitar 114,7 juta orang dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Artinya, lebih dari separuh roda perekonomian bangsa ini digerakkan oleh pelaku usaha kecil yang sering luput [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":352847,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,6],"tags":[689,3768,179],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Di tengah gemuruh warung kopi kekinian, geliat produk kerajinan lokal, hingga toko daring yang dijalankan dari kamar tidur, ada satu kekuatan besar yang menopang perekonomian Indonesia: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ini bukan sekadar pelengkap perekonomian nasional, melainkan tulang punggungnya. Data terbaru menunjukkan UMKM mempekerjakan sekitar 114,7 juta orang dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Artinya, lebih dari separuh roda perekonomian bangsa ini digerakkan oleh pelaku usaha kecil yang sering luput [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-28T06:55:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-28T07:00:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/BD-UMKM.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Caratri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Caratri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/\",\"name\":\"Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-28T06:55:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T07:00:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85\",\"name\":\"Endah Caratri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Caratri\"},\"description\":\"Endah Caratri is Coordinating Partner of Business Advisory Services Vibiz Consulting\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/iin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Di tengah gemuruh warung kopi kekinian, geliat produk kerajinan lokal, hingga toko daring yang dijalankan dari kamar tidur, ada satu kekuatan besar yang menopang perekonomian Indonesia: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ini bukan sekadar pelengkap perekonomian nasional, melainkan tulang punggungnya. Data terbaru menunjukkan UMKM mempekerjakan sekitar 114,7 juta orang dan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Artinya, lebih dari separuh roda perekonomian bangsa ini digerakkan oleh pelaku usaha kecil yang sering luput [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-08-28T06:55:26+00:00","article_modified_time":"2026-08-28T07:00:54+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/BD-UMKM.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Endah Caratri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Caratri","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/","name":"Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-08-28T06:55:26+00:00","dateModified":"2026-08-28T07:00:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/28\/strategi-bank-indonesia-angkat-umkm-naik-kelas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Strategi Bank Indonesia Angkat UMKM Naik Kelas"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85","name":"Endah Caratri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Caratri"},"description":"Endah Caratri is Coordinating Partner of Business Advisory Services Vibiz Consulting","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/iin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376703"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=376703"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":376706,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376703\/revisions\/376706"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/352847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=376703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=376703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=376703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}