{"id":376095,"date":"2026-08-12T08:34:25","date_gmt":"2026-08-12T01:34:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=376095"},"modified":"2026-08-12T08:34:25","modified_gmt":"2026-08-12T01:34:25","slug":"pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/","title":{"rendered":"Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya"},"content":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Pekalongan) Dalam upaya memangkas biaya produksi dan meningkatkan produktivitas, petani di Jawa Tengah mulai memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS). Pemanfaatan energi baru terbarukan dan internet of things (IoT) untuk pompa air tersebut, dilakukan melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Pompanisasi menggunakan tenaga surya tersebut dinilai sangat efektif. Pertama, bisa menghemat energi karena mengganti pompa diesel berbahan bakar fosil dengan tenaga surya. Kedua, tidak ada polusi. Ketiga, pompa air dapat menyala 24 jam. Hal ini dijelaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berkesempatan untuk melihat langsung penerapan PATS di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin (10\/8).<\/p>\n<p>Saat ini sudah ada tiga titik yang menerima bantuan dan terpasang PATS, yakni di Desa Tengengwetan, Siwalan (Kabupaten Pekalongan), kemudian di Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap.<\/p>\n<p>\u201cTiga titik pompa ini total mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian. Untuk yang di Pekalongan ini bisa mengairi hampir 20 hektare lahan,\u201d jelasnya, seusai penyerahan secara simbolis dan meninjau bantuan PATS.<\/p>\n<p>Ditambahkan, tiga titik penerapan PATS akan dijadikan sebagai role model di seluruh kabupaten\/kota di Jateng, bahkan jika memungkinkan akan menjadi percontohan nasional.<\/p>\n<p>\u201cIni akan kita kembangkan, nanti akan kita sosialisasikan, lalu infrastrukturnya kita disiapkan. Pompa tenaga surya ini juga sudah digunakan di Sayung Demak untuk mengatasi banjir,\u201d ucap Luthfi.<\/p>\n<p>Selain untuk sektor pertanian, lanjut dia, pompa model tersebut bisa diterapkan di sektor-sektor lain. Hal ini untuk mengukuhkan Jateng yang mulai transformasi energi baru terbarukan, dan mengembangkan green economy (ekonomi hijau).<\/p>\n<p>Sementara itu dari Perwakilan Gapoktan Desa Tengengwetan, Kirom mengatakan, bantuan PATS tersebut telah mengurangi pengeluaran petani untuk membeli solar. Saat menggunakan mesin pompa diesel, untuk satu hari satu malam setidaknya menghabiskan kurang lebih 30 liter solar. Begitu ada PATS, kebutuhan solar untuk pompa air berkurang menjadi 15 liter.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, ada sekitar 30 petani padi yang memanfaatkan bantuan PATS tersebut. Air diambil dari sungai di sekitar desa, untuk dialirkan ke sawah seluas hampir 20 hektare.<\/p>\n<p>\u201cPompa dengan BBM solar hanya untuk malam saja, siangnya memakai tenaga Surya. Jadi lebih irit untuk pengeluaran, kami bisa menekan ongkos produksi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Hal senada disampaikan perwakilan Gapoktan Tani Makmur Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes, Gilang. Menurutnya, PATS tersebut sangat bermanfaat bagi petani di wilayahnya, karena menghemat bahan bakar.<\/p>\n<p>\u201cKondisi pengairan kita mengandalkan irigasi dari selatan. Kalau musim kemarau kita dilanda air rob yang masuk irigasi. Adanya pompa tenaga surya ini kita pakai sumur bor, akhirnya air tidak asin dan bisa menanam lagi. Petani kita bisa lebih maju masa tanam, bisa kita rekayasa sendiri musim tanamnya,\u201d kata Gilang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Pekalongan) Dalam upaya memangkas biaya produksi dan meningkatkan produktivitas, petani di Jawa Tengah mulai memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS). Pemanfaatan energi baru terbarukan dan internet of things (IoT) untuk pompa air tersebut, dilakukan melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah. Pompanisasi menggunakan tenaga surya tersebut dinilai sangat efektif. Pertama, bisa menghemat energi karena mengganti pompa diesel berbahan bakar fosil dengan tenaga surya. Kedua, tidak ada polusi. Ketiga, pompa air dapat menyala 24 jam. Hal ini dijelaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":376096,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,41],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Pekalongan) Dalam upaya memangkas biaya produksi dan meningkatkan produktivitas, petani di Jawa Tengah mulai memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS). Pemanfaatan energi baru terbarukan dan internet of things (IoT) untuk pompa air tersebut, dilakukan melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah. Pompanisasi menggunakan tenaga surya tersebut dinilai sangat efektif. Pertama, bisa menghemat energi karena mengganti pompa diesel berbahan bakar fosil dengan tenaga surya. Kedua, tidak ada polusi. Ketiga, pompa air dapat menyala 24 jam. Hal ini dijelaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-12T01:34:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260810-WA0030.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Handi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Handi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/\",\"name\":\"Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-12T01:34:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-12T01:34:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\",\"name\":\"Handi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"caption\":\"Handi\"},\"description\":\"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Pekalongan) Dalam upaya memangkas biaya produksi dan meningkatkan produktivitas, petani di Jawa Tengah mulai memanfaatkan pompa air tenaga surya (PATS). Pemanfaatan energi baru terbarukan dan internet of things (IoT) untuk pompa air tersebut, dilakukan melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah. Pompanisasi menggunakan tenaga surya tersebut dinilai sangat efektif. Pertama, bisa menghemat energi karena mengganti pompa diesel berbahan bakar fosil dengan tenaga surya. Kedua, tidak ada polusi. Ketiga, pompa air dapat menyala 24 jam. Hal ini dijelaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-08-12T01:34:25+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260810-WA0030.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Handi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Handi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/","name":"Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-08-12T01:34:25+00:00","dateModified":"2026-08-12T01:34:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/12\/pangkas-biaya-petani-jateng-mulai-beralih-ke-pompa-tenaga-surya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pangkas Biaya, Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420","name":"Handi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","caption":"Handi"},"description":"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376095"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=376095"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":376097,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376095\/revisions\/376097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/376096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=376095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=376095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=376095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}