{"id":376066,"date":"2026-08-11T18:39:42","date_gmt":"2026-08-11T11:39:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=376066"},"modified":"2026-08-11T18:41:24","modified_gmt":"2026-08-11T11:41:24","slug":"dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/","title":{"rendered":"Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Kolom) Kepulauan Mentawai memiliki peluang untuk membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui komoditas pertanian, khususnya kelapa. Wilayah yang berada di lepas pantai barat Sumatera Barat ini selama bertahun-tahun dikenal karena lingkungan alamnya, hutan hujan, pantai, serta kekayaan budaya masyarakatnya. Namun di balik karakter tersebut, Mentawai juga memiliki basis ekonomi masyarakat yang bertumpu pada aktivitas pertanian dan perkebunan, termasuk kelapa yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama beberapa generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peluang tersebut mulai memperoleh bentuk yang lebih konkret melalui pengembangan <em>white copra<\/em> atau kopra putih yang diarahkan ke pasar internasional. PT Kaya Samesta Trading mengembangkan inisiatif perdagangan komoditas pertanian dari Mentawai dengan menjadikan kopra putih sebagai produk utama. Gagasan yang dibangun bukan sekadar menjual komoditas dari daerah penghasil, melainkan menciptakan hubungan yang lebih langsung antara petani, proses pengolahan, perdagangan, dan pembeli internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah tersebut menjadi penting karena akses terhadap pasar merupakan salah satu faktor yang menentukan nilai ekonomi komoditas pertanian. Ketika hasil perkebunan hanya bergerak melalui rantai perdagangan lokal, nilai tambah yang tercipta di daerah penghasil cenderung terbatas. Sebaliknya, ketika produk dapat diproses dengan standar yang dibutuhkan pasar dan dikirim langsung menuju pasar ekspor, peluang untuk membangun rantai nilai yang lebih panjang ikut terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kopra putih menjadi titik awal dari proses tersebut. Produk ini merupakan kelapa yang dikeringkan dan digunakan secara luas dalam industri pengolahan pangan serta industri minyak nabati. Dalam pengembangannya di Mentawai, Kaya Trading menempatkan kualitas dan proses pengeringan sebagai bagian penting dari produk. Bahan baku diperoleh dari jaringan petani di Mentawai sehingga asal komoditas dapat ditelusuri kembali ke wilayah produksinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Potensi pasarnya juga tidak terbatas pada satu negara. Dalam rencana pengembangan yang disiapkan, pasar white copra mencakup India dan Bangladesh, Pakistan dan Sri Lanka, China dan Hong Kong, serta kawasan Asia Tenggara. Ekspor perdana sebanyak 25 metrik ton ke India dan Pakistan pada Desember 2025 menjadi salah satu tonggak penting dalam membuka jalur tersebut. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menyebut pengiriman itu sebagai ekspor perdana white copra dari daerah tersebut dan bagian dari upaya mendorong hilirisasi komoditas kelapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai strategis pengembangan ini semakin terlihat jika dilihat dari jumlah masyarakat yang terhubung dengan komoditas kelapa. Inisiatif tersebut mencakup lebih dari 15.000 petani kelapa di berbagai wilayah kepulauan. Dengan skala tersebut, peningkatan permintaan dan kepastian pasar tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan perusahaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi pendapatan rumah tangga petani yang menggantungkan sebagian kegiatan ekonominya pada kelapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi produksi, potensi yang disiapkan juga cukup besar. Kapasitas produksi white copra yang diproyeksikan dapat mencapai hingga 2.500 metrik ton per bulan. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan komoditas ini diarahkan untuk membangun pasokan dalam skala komersial, bukan hanya memenuhi kebutuhan pengiriman dalam jumlah kecil. Di sepanjang proses pengumpulan, pengolahan, dan logistik, lebih dari 100 pekerja informal juga disebut memperoleh dukungan dari aktivitas tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Skala produksi tersebut memiliki arti penting bagi Mentawai karena karakter wilayah kepulauan membuat kegiatan ekonomi menghadapi tantangan tersendiri. Produksi pertanian tidak cukup hanya ditingkatkan di tingkat kebun. Komoditas harus dikumpulkan, diproses, dikendalikan kualitasnya, dan kemudian dipindahkan menuju titik pengiriman. Karena itu, pengembangan rantai pasok menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan nilai ekonomi kelapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting dalam pembangunan ekosistem tersebut. Kaya Trading memiliki kerja sama resmi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memfasilitasi komersialisasi dan ekspor komoditas pertanian tertentu dari wilayah tersebut. Kerja sama ini memberikan kerangka kelembagaan untuk koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, pengumpulan komoditas, serta pengembangan logistik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi sektor usaha, dukungan tersebut dapat memberikan kepastian yang lebih besar dalam membangun rantai pasok jangka panjang. Bagi masyarakat, keterlibatan pemerintah daerah membuka ruang agar pengembangan komoditas tidak hanya berorientasi pada transaksi ekspor, tetapi juga dikaitkan dengan pembangunan ekonomi wilayah. Sementara bagi pembeli internasional, keberadaan kerja sama dengan pemerintah daerah dapat menjadi salah satu unsur yang memperkuat kepercayaan terhadap keberlanjutan pasokan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan menuju ekspor juga menunjukkan bahwa pengembangan industri kelapa di Mentawai membutuhkan waktu. Pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan fasilitas dan lahan produksi di Sikakap sejak 2019 untuk pengembangan kopra putih. Rencana tersebut sempat tertunda akibat pandemi pada 2020 sebelum kemudian kembali dikembangkan. Ekspor perdana 25 metrik ton pada Desember 2025 menjadi salah satu bukti bahwa gagasan yang sempat tertunda tersebut mulai memasuki tahap komersial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan white copra juga berkaitan dengan persoalan pembentukan harga di tingkat petani. Pemerintah daerah melihat kehadiran eksportir langsung sebagai peluang untuk membangun mekanisme perdagangan yang lebih terbuka dan menciptakan harga yang lebih adil bagi masyarakat. Pemberitaan mengenai ekspor perdana juga menyebut ketergantungan petani terhadap tengkulak sebagai salah satu persoalan yang ingin dikurangi melalui pengembangan rantai perdagangan baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, keberhasilan pengembangan white copra tidak semata-mata dapat diukur dari berapa banyak kontainer yang dikirim ke luar negeri. Ukuran yang lebih penting adalah apakah ekspor mampu menciptakan permintaan yang konsisten, memperbaiki posisi tawar petani, meningkatkan produktivitas, menciptakan pekerjaan, dan membuat lebih banyak nilai ekonomi tetap berada di wilayah asal komoditas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kaya Trading sendiri menempatkan ekspor white copra sebagai tahap awal dari visi yang lebih luas. Perusahaan memproyeksikan kesiapan untuk melayani pengiriman percobaan, termasuk menggunakan kontainer 40 kaki, kemudian meningkatkan volume sesuai permintaan pembeli. Pendekatan yang ditawarkan bukan hanya perdagangan berdasarkan transaksi sesaat, melainkan pembangunan hubungan jangka panjang dengan pembeli dan mitra distribusi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai <em>purchase order<\/em> yang disebut dalam pengembangan proyek tersebut kini mencapai hingga US$5 juta. Angka ini memberikan gambaran mengenai besarnya peluang komersial yang sedang dibangun. Namun, besarnya nilai pesanan juga menuntut kemampuan untuk menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan. Pasar ekspor membutuhkan produk dengan spesifikasi yang konsisten, sementara bahan baku berasal dari jaringan petani yang tersebar di wilayah kepulauan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantangan tersebut menjadikan pengendalian mutu sebagai bagian penting dari model bisnis. White copra yang ditawarkan harus melalui proses pengeringan yang disiplin agar dapat memenuhi harapan pembeli internasional. Dengan pengadaan langsung dari jaringan petani, sistem tersebut juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan ketertelusuran komoditas dari sumbernya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Potensi Mentawai bahkan tidak berhenti pada kelapa. Setelah membangun jaringan petani, sistem pengumpulan, fasilitas pengolahan, dan hubungan dengan pasar internasional melalui white copra, ekosistem yang sama dapat digunakan untuk mengembangkan komoditas lain. Beberapa produk yang disebut dalam rencana pengembangan antara lain cengkeh, pala, dan minyak nilam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan multi-komoditas tersebut dapat mengubah posisi Mentawai dalam rantai perdagangan. Daerah ini tidak hanya menjadi pemasok satu komoditas, tetapi berpotensi berkembang menjadi salah satu pintu perdagangan komoditas pertanian dari wilayah kepulauan tersebut. White copra berfungsi sebagai produk awal yang membuka hubungan dengan pembeli, sementara komoditas lain dapat dikembangkan mengikuti kesiapan produksi dan permintaan pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peluang itu sejalan dengan karakter Mentawai sebagai wilayah yang memiliki sumber daya pertanian sekaligus identitas lingkungan dan budaya yang kuat. Wilayah Mentawai terdiri terutama dari Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan. Siberut juga dikenal memiliki kawasan hutan hujan dan status sebagai cagar biosfer UNESCO. Pengembangan ekonomi berbasis pertanian karena itu perlu berjalan dengan pendekatan yang memperhatikan asal-usul produk, keberlanjutan, serta hubungan dengan masyarakat lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi perekonomian daerah, komoditas kelapa menawarkan satu jalur yang relatif konkret untuk menghubungkan masyarakat lokal dengan pasar global. Ketika kelapa yang sebelumnya diperdagangkan dalam bentuk bahan mentah dapat dikembangkan menjadi white copra dengan standar pasar ekspor, nilai ekonominya dapat meningkat. Ketika proses tersebut dilakukan dalam skala besar, dampaknya dapat meluas dari petani ke pekerja pengolahan, pengangkutan, perdagangan, hingga aktivitas logistik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ekspor perdana 25 metrik ton memang masih merupakan langkah awal dibandingkan proyeksi kapasitas hingga 2.500 metrik ton per bulan. Namun justru jarak antara pengiriman awal dan potensi produksi tersebut menunjukkan besarnya ruang pertumbuhan yang masih tersedia. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan berlangsung secara bertahap, dengan pasokan, kualitas, fasilitas, tenaga kerja, dan pasar yang berkembang secara seimbang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga melihat koperasi sebagai bagian dari ekosistem tersebut. Dalam pengembangan berikutnya, koperasi dapat berperan dalam menghubungkan petani dengan rantai pasok dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk masuk ke sistem perdagangan yang lebih terorganisasi. Pemberitaan mengenai ekspor perdana menyebut rencana melibatkan koperasi Merah Putih sebagai mitra strategis dalam penyediaan bahan baku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, kisah white copra Mentawai bukan hanya cerita tentang satu produk pertanian yang berhasil dikirim ke luar negeri. Ini merupakan gambaran tentang bagaimana komoditas lokal dapat menjadi titik awal pembentukan ekosistem ekonomi baru. Di dalamnya terdapat petani, pekerja, pengusaha, pemerintah daerah, koperasi, fasilitas pengolahan, jaringan logistik, dan pembeli internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika rantai tersebut dapat dibangun secara konsisten, Mentawai memiliki peluang untuk mengubah posisi dari sekadar daerah penghasil menjadi wilayah yang memiliki akses lebih kuat terhadap pasar global. Kelapa menjadi pintu masuknya, white copra menjadi produk awalnya, dan jaringan perdagangan internasional menjadi jalur pertumbuhannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Visi yang dibangun Kaya Trading pada akhirnya mengarah pada pengenalan Mentawai sebagai salah satu asal komoditas pertanian Indonesia yang tidak hanya dikenal karena volume, tetapi juga karena kualitas, ketertelusuran, dan dampak ekonominya. Dari lebih dari 15.000 petani, kapasitas hingga 2.500 metrik ton per bulan, dukungan terhadap lebih dari 100 pekerja informal, hingga peluang perdagangan bernilai jutaan dolar, terdapat fondasi untuk membangun rantai nilai yang lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari Mentawai, perjalanan kelapa menuju pasar dunia baru dimulai. Tantangan berikutnya adalah menjadikan ekspor awal tersebut sebagai fondasi bagi perdagangan yang berkelanjutan, memperkuat pendapatan masyarakat, dan membuka jalan bagi cengkeh, pala, minyak nilam, serta komoditas pertanian lainnya untuk mengikuti jalur yang sama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Kepulauan Mentawai memiliki peluang untuk membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui komoditas pertanian, khususnya kelapa. Wilayah yang berada di lepas pantai barat Sumatera Barat ini selama bertahun-tahun dikenal karena lingkungan alamnya, hutan hujan, pantai, serta kekayaan budaya masyarakatnya. Namun di balik karakter tersebut, Mentawai juga memiliki basis ekonomi masyarakat yang bertumpu pada aktivitas pertanian dan perkebunan, termasuk kelapa yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama beberapa generasi. Peluang tersebut mulai memperoleh bentuk yang lebih konkret melalui pengembangan white [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":287137,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,6],"tags":[2265],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Kepulauan Mentawai memiliki peluang untuk membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui komoditas pertanian, khususnya kelapa. Wilayah yang berada di lepas pantai barat Sumatera Barat ini selama bertahun-tahun dikenal karena lingkungan alamnya, hutan hujan, pantai, serta kekayaan budaya masyarakatnya. Namun di balik karakter tersebut, Mentawai juga memiliki basis ekonomi masyarakat yang bertumpu pada aktivitas pertanian dan perkebunan, termasuk kelapa yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama beberapa generasi. Peluang tersebut mulai memperoleh bentuk yang lebih konkret melalui pengembangan white [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-11T11:39:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-11T11:41:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Screen-Shot-2020-08-04-at-16.21.36.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"465\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/\",\"name\":\"Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-11T11:39:42+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-11T11:41:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Kepulauan Mentawai memiliki peluang untuk membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui komoditas pertanian, khususnya kelapa. Wilayah yang berada di lepas pantai barat Sumatera Barat ini selama bertahun-tahun dikenal karena lingkungan alamnya, hutan hujan, pantai, serta kekayaan budaya masyarakatnya. Namun di balik karakter tersebut, Mentawai juga memiliki basis ekonomi masyarakat yang bertumpu pada aktivitas pertanian dan perkebunan, termasuk kelapa yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama beberapa generasi. Peluang tersebut mulai memperoleh bentuk yang lebih konkret melalui pengembangan white [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-08-11T11:39:42+00:00","article_modified_time":"2026-08-11T11:41:24+00:00","og_image":[{"width":714,"height":465,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Screen-Shot-2020-08-04-at-16.21.36.png","type":"image\/png"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/","name":"Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-08-11T11:39:42+00:00","dateModified":"2026-08-11T11:41:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/11\/dari-mentawai-kelapa-menemukan-pasar-dunia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Mentawai, Kelapa Menemukan Pasar Dunia"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376066"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=376066"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":376068,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/376066\/revisions\/376068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/287137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=376066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=376066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=376066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}