{"id":375970,"date":"2026-08-07T15:17:33","date_gmt":"2026-08-07T08:17:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=375970"},"modified":"2026-08-07T15:22:01","modified_gmt":"2026-08-07T08:22:01","slug":"pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Kolom) Pariwisata kembali menempati posisi strategis dalam peta pembangunan Indonesia pada 2026. Setelah melalui masa pemulihan yang panjang pascapandemi, sektor ini tidak hanya berhasil bangkit, tetapi juga berkembang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Pemerintah menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas karena memiliki kemampuan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas, mulai dari peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah tantangan ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara, industri pariwisata justru menunjukkan daya tahan yang semakin kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, sektor pariwisata ditargetkan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,6\u20134,7 persen. Pemerintah juga membidik penerimaan devisa dari sektor ini sebesar USD22 miliar hingga USD24,7 miliar, sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menjadi 16\u201317,6 juta orang dan perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,18 miliar perjalanan. Target tersebut menunjukkan bahwa pariwisata kini dipandang bukan lagi sebagai sektor pelengkap, melainkan sebagai salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pemulihan Pariwisata yang Semakin Kokoh<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Optimisme terhadap perkembangan sektor pariwisata bukan tanpa alasan. Sepanjang semester pertama 2026, kinerja industri ini menunjukkan tren yang terus membaik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari hingga Juni mencapai sekitar 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada 2020 dan menunjukkan bahwa daya tarik destinasi wisata nasional semakin pulih di mata wisatawan dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Juni 2026 saja, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia mencapai sekitar 1,39 juta kunjungan. Malaysia masih menjadi penyumbang wisatawan terbesar, disusul Singapura dan Australia. Ketiga negara tersebut tetap menjadi pasar utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bali masih mempertahankan posisinya sebagai gerbang utama wisatawan internasional melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pulau Dewata terus menjadi destinasi favorit berkat kombinasi keindahan alam, budaya, serta fasilitas pariwisata yang semakin lengkap. Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta tetap menjadi pusat kedatangan wisatawan untuk keperluan bisnis maupun transit menuju berbagai daerah di Indonesia. Batam juga memperlihatkan perkembangan yang positif dengan memanfaatkan kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia sebagai pasar utama wisatawan mancanegara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemulihan tersebut tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan asing. Perjalanan wisatawan nusantara juga terus mengalami peningkatan seiring membaiknya mobilitas masyarakat, berkembangnya konektivitas antardaerah, serta semakin banyaknya agenda wisata dan festival yang diselenggarakan di berbagai provinsi. Aktivitas wisata domestik menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri pariwisata karena mampu menjaga perputaran ekonomi daerah sepanjang tahun.<\/p>\n<p><img class=\"alignnone wp-image-375965 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1403\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-300x164.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-1024x561.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-768x421.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-1536x842.jpg 1536w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-2048x1122.jpg 2048w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-750x411.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Proyeksi_Kebangkitan_Pariwisata_Indonesia_2026-1200x658.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pergeseran Tren Wisata Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan pariwisata pada 2026 tidak hanya ditandai oleh meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga perubahan karakter perjalanan mereka. Jika beberapa tahun lalu wisatawan lebih banyak mengejar destinasi populer, kini mereka cenderung mencari pengalaman yang lebih autentik, personal, dan memberikan nilai tambah. Wisata budaya, kuliner, ekowisata, petualangan, hingga aktivitas yang melibatkan masyarakat lokal semakin diminati karena menawarkan pengalaman yang berbeda dari wisata konvensional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan tren tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. UMKM menjadi salah satu pihak yang paling merasakan manfaatnya. Permintaan terhadap produk kuliner khas, kerajinan tangan, kain tradisional, pertunjukan seni, jasa pemandu wisata, hingga penginapan berbasis masyarakat terus mengalami peningkatan. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar, tetapi juga mengalir langsung kepada masyarakat di tingkat lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengembangan desa wisata menjadi salah satu contoh bagaimana sektor pariwisata mampu mendorong pemerataan ekonomi. Pemerintah terus memperkuat ribuan desa wisata melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan produk wisata, serta promosi yang lebih luas. Kehadiran desa wisata tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga mendorong pelestarian budaya lokal, tradisi, serta potensi alam yang sebelumnya belum banyak dikenal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, transformasi digital semakin memperkuat daya saing industri pariwisata Indonesia. Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence\/AI), pembayaran digital, platform pemesanan daring, hingga promosi melalui media sosial membuat wisatawan semakin mudah merencanakan perjalanan mereka. Pelaku usaha juga memperoleh keuntungan karena mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang lebih efisien. Digitalisasi membantu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia di tingkat internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tantangan Global Masih Menjadi Ujian Industri Pariwisata<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang positif, sektor pariwisata Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari berbagai tantangan eksternal. Sepanjang 2026, kondisi geopolitik dunia masih memberikan tekanan terhadap mobilitas wisatawan internasional. Penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah akibat konflik regional sempat mengganggu jalur penerbangan menuju berbagai negara, termasuk Indonesia. Dampaknya, sejumlah maskapai harus mengubah rute penerbangan atau bahkan membatalkan penerbangan internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gangguan tersebut diperkirakan menyebabkan hilangnya sekitar 60 ribu potensi kunjungan wisatawan mancanegara dengan nilai devisa yang tidak terealisasi mencapai sekitar Rp2 triliun. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia yang sempat melampaui USD100 per barel meningkatkan biaya operasional maskapai penerbangan. Akibatnya, tarif penerbangan internasional mengalami kenaikan sehingga memengaruhi daya beli sebagian wisatawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah tantangan tersebut, pemerintah memilih langkah adaptif dengan memperkuat pasar wisata regional, khususnya negara-negara Asia yang memiliki konektivitas penerbangan lebih stabil. Diversifikasi pasar menjadi strategi penting agar ketergantungan terhadap kawasan tertentu dapat dikurangi. Selain itu, promosi wisata domestik terus ditingkatkan untuk menjaga tingkat kunjungan selama kondisi global belum sepenuhnya stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah juga terus memperkuat penyelenggaraan berbagai event internasional, festival budaya, olahraga, hingga kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Berbagai agenda tersebut tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi sektor perhotelan, transportasi, restoran, dan perdagangan di daerah penyelenggara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Membangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ke depan, tantangan terbesar sektor pariwisata bukan hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Karena itu, pemerintah mengusung konsep <em>Quality Sustains Future<\/em>, yaitu pembangunan pariwisata yang mengutamakan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti pengurangan sampah plastik di destinasi wisata, pelestarian kawasan konservasi, pengembangan energi ramah lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pelaku utama industri pariwisata. Wisatawan juga semakin didorong untuk mengunjungi destinasi yang menerapkan prinsip keberlanjutan sehingga manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, pengembangan wisata gastronomi, wellness tourism, wisata bahari, dan ekowisata menjadi fokus baru yang dinilai mampu meningkatkan kualitas belanja wisatawan. Strategi ini tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak selama berada di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat perkembangan sepanjang 2026, prospek sektor pariwisata Indonesia tetap terbuka lebar. Pertumbuhan jumlah wisatawan, meningkatnya peran UMKM, transformasi digital, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan menjadi fondasi kuat bagi industri ini untuk terus berkembang. Dengan dukungan kebijakan yang terintegrasi, peningkatan kualitas destinasi, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, pariwisata diproyeksikan akan terus menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih dari sekadar sektor jasa, pariwisata kini menjadi wajah Indonesia di mata dunia. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan manfaat ekonomi yang merata, menjaga kekayaan budaya, melestarikan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi tersebut, pariwisata Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh sebagai industri yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai dinamika global pada masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Pariwisata kembali menempati posisi strategis dalam peta pembangunan Indonesia pada 2026. Setelah melalui masa pemulihan yang panjang pascapandemi, sektor ini tidak hanya berhasil bangkit, tetapi juga berkembang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Pemerintah menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas karena memiliki kemampuan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas, mulai dari peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah tantangan ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":339589,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,7,6],"tags":[351,444,179],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Pariwisata kembali menempati posisi strategis dalam peta pembangunan Indonesia pada 2026. Setelah melalui masa pemulihan yang panjang pascapandemi, sektor ini tidak hanya berhasil bangkit, tetapi juga berkembang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Pemerintah menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas karena memiliki kemampuan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas, mulai dari peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah tantangan ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-07T08:17:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-07T08:22:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Pantai-Waecicu-Labuan-Bajo-Foto-Evi-Yusniar.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Caratri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Caratri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/\",\"name\":\"Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-07T08:17:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-07T08:22:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85\",\"name\":\"Endah Caratri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Caratri\"},\"description\":\"Endah Caratri is Coordinating Partner of Business Advisory Services Vibiz Consulting\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/iin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Pariwisata kembali menempati posisi strategis dalam peta pembangunan Indonesia pada 2026. Setelah melalui masa pemulihan yang panjang pascapandemi, sektor ini tidak hanya berhasil bangkit, tetapi juga berkembang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional. Pemerintah menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas karena memiliki kemampuan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas, mulai dari peningkatan devisa, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah tantangan ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-08-07T08:17:33+00:00","article_modified_time":"2026-08-07T08:22:01+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":960,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Pantai-Waecicu-Labuan-Bajo-Foto-Evi-Yusniar.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Endah Caratri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Caratri","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/","name":"Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-08-07T08:17:33+00:00","dateModified":"2026-08-07T08:22:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/07\/pariwisata-indonesia-2026-penggerak-ekonomi-yang-berkelanjutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pariwisata Indonesia 2026: Penggerak Ekonomi yang Berkelanjutan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85","name":"Endah Caratri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Caratri"},"description":"Endah Caratri is Coordinating Partner of Business Advisory Services Vibiz Consulting","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/iin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375970"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=375970"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":375971,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375970\/revisions\/375971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/339589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=375970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=375970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=375970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}