{"id":375723,"date":"2026-08-03T16:49:38","date_gmt":"2026-08-03T09:49:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=375723"},"modified":"2026-08-03T16:49:38","modified_gmt":"2026-08-03T09:49:38","slug":"ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/","title":{"rendered":"Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Kolom) Ketahanan pangan selalu menjadi salah satu isu strategis dalam pembangunan Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kebutuhan pangan nasional meningkat dari tahun ke tahun sehingga kemampuan menjaga ketersediaan bahan pangan menjadi faktor penting bagi stabilitas ekonomi maupun sosial. Selama ini, keberhasilan sektor pangan sering kali diukur dari kemampuan meningkatkan produksi beras. Pendekatan tersebut memang memiliki dasar yang kuat mengingat beras masih menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, di balik keberhasilan meningkatkan produksi padi, Indonesia juga menghadapi tantangan besar berupa tingginya ketergantungan terhadap satu jenis pangan, padahal negeri ini memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat beragam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan sektor pertanian sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Luas panen padi nasional mencapai 11,32 juta hektare, meningkat 12,69 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 10,05 juta hektare. Peningkatan luas panen tersebut diikuti kenaikan produksi padi menjadi 60,21 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau naik 13,29 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang sebesar 53,14 juta ton GKG. Dengan capaian tersebut, produksi beras nasional juga mengalami peningkatan hingga sekitar 34,60 juta ton, atau bertambah sekitar empat juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih mampu menjaga pertumbuhan produksi meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim dan dinamika cuaca yang semakin tidak menentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peningkatan produksi tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem pendataan pertanian mengalami perubahan besar melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, citra satelit resolusi tinggi, serta Survei Kerangka Sampel Area (KSA). Metode ini memungkinkan pengukuran luas panen dilakukan secara lebih objektif dibandingkan metode pengamatan visual yang digunakan sebelumnya. Penggunaan teknologi tersebut juga membuat data dapat diperoleh lebih cepat sehingga menjadi dasar yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan pangan nasional. Ketersediaan data yang akurat sangat penting karena setiap keputusan mengenai cadangan beras, distribusi pangan, hingga impor harus didasarkan pada kondisi produksi yang sebenarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan pola panen selama 2025 juga menunjukkan dinamika yang menarik. Jika pada tahun 2024 puncak panen terjadi pada bulan April, maka pada tahun 2025 puncak panen bergeser menjadi bulan Maret dengan luas panen mencapai sekitar 1,67 juta hektare. Pergeseran ini memperlihatkan bahwa kalender tanam mulai mengalami perubahan yang dipengaruhi berbagai faktor, terutama kondisi iklim dan pola curah hujan. Informasi seperti ini sangat penting bagi pemerintah maupun petani karena berkaitan dengan perencanaan distribusi pupuk, pengelolaan irigasi, hingga strategi menjaga stabilitas pasokan pangan sepanjang tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski capaian produksi menunjukkan tren positif, ketahanan pangan nasional tidak dapat hanya bergantung pada beras. Produksi yang tinggi memang memperkuat cadangan pangan nasional, tetapi ketergantungan masyarakat terhadap satu komoditas tetap menyimpan risiko. Ketika produksi padi terganggu akibat banjir, kekeringan, serangan hama, atau perubahan iklim, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat karena pilihan sumber pangan alternatif masih terbatas. Oleh karena itu, peningkatan produksi padi seharusnya berjalan seiring dengan penguatan diversifikasi pangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan pangan yang sangat besar. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 77 jenis sumber karbohidrat, 389 jenis buah-buahan, 77 jenis sumber protein, serta 228 jenis sayuran. Jumlah tersebut menggambarkan betapa besarnya potensi pangan Nusantara. Sayangnya, kekayaan tersebut belum tercermin dalam pola konsumsi masyarakat. Di pasar tradisional maupun modern memang tersedia berbagai jenis bahan pangan, tetapi makanan yang hadir di meja makan sehari-hari masih didominasi oleh nasi sebagai sumber karbohidrat utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fenomena tersebut merupakan dampak dari proses panjang yang menjadikan beras sebagai simbol utama pangan nasional. Akibatnya, banyak pangan lokal yang dahulu menjadi makanan pokok masyarakat mulai tersisihkan. Singkong, ubi, jagung, sagu, talas, hingga berbagai jenis umbi lainnya semakin jarang dikonsumsi, terutama di wilayah perkotaan. Padahal, setiap daerah di Indonesia sejak lama telah mengembangkan sistem pangan yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Papua dan sebagian Sulawesi misalnya, sagu telah menjadi sumber karbohidrat utama selama ratusan tahun. Di berbagai wilayah Nusa Tenggara, masyarakat terbiasa mengonsumsi jagung, ubi, maupun beragam kacang-kacangan yang mampu tumbuh baik di lahan kering. Di beberapa daerah Sumatra dan Jawa, singkong berkembang menjadi berbagai produk pangan tradisional yang bernilai ekonomi tinggi. Keanekaragaman tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki sistem pangan yang jauh lebih kaya dibandingkan hanya mengandalkan beras.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persoalan yang dihadapi saat ini bukan hanya menurunnya konsumsi pangan lokal, tetapi juga semakin berkurangnya pengetahuan masyarakat terhadap kekayaan tersebut. Banyak makanan tradisional diwariskan secara lisan sehingga ketika generasi muda tidak lagi mengenalnya, pengetahuan mengenai bahan pangan, teknik pengolahan, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya ikut menghilang. Karena itu, berbagai upaya dokumentasi pangan lokal mulai dilakukan agar informasi mengenai tanaman pangan, kandungan gizi, sejarah, hingga cara pengolahannya dapat tersimpan dan dipelajari oleh masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendokumentasian tersebut juga memperlihatkan bahwa setiap daerah memiliki karakter pangan yang dipengaruhi kondisi ekologinya. Wilayah lahan kering di Nusa Tenggara kaya akan berbagai jenis kacang-kacangan lokal. Kawasan sungai di Sumatera menghasilkan beragam jenis ikan air tawar sebagai sumber protein. Daerah rawa dan pesisir memiliki potensi tanaman sagu, sedangkan kawasan hutan menghasilkan berbagai buah serta rempah yang selama ini menjadi bagian penting dari pangan masyarakat setempat. Keragaman ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan Indonesia tidak hanya bergantung pada sawah, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya hayati yang dimiliki setiap daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diversifikasi pangan juga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. Pola konsumsi yang terlalu bergantung pada nasi membuat pilihan sumber karbohidrat menjadi sangat sempit. Padahal singkong, ubi, jagung, sagu, maupun kentang dapat menjadi alternatif yang tidak kalah baik apabila dikombinasikan dengan sumber protein, sayuran, dan buah-buahan. Berbagai masyarakat adat di Indonesia telah lama menerapkan pola konsumsi yang memanfaatkan hasil alam setempat dengan penggunaan bahan-bahan alami dan minim pengolahan berlebihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendidikan memiliki peran penting dalam mengubah pola pikir tersebut. Sejumlah daerah mulai memasukkan materi mengenai pangan lokal ke dalam muatan lokal di sekolah. Melalui pendekatan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai tanaman pangan khas daerah, cara pengolahan, kandungan gizi, hingga nilai budaya yang melekat pada setiap jenis pangan. Langkah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap pangan lokal sekaligus memperluas wawasan generasi muda mengenai kekayaan hayati Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain melalui pendidikan, pengembangan pangan lokal juga memerlukan dukungan kebijakan yang berpihak pada petani dan pelaku usaha. Pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah, pengembangan industri pangan berbasis bahan baku lokal, serta promosi kuliner daerah dapat meningkatkan permintaan terhadap komoditas lokal. Dengan demikian, diversifikasi pangan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ke depan, Indonesia perlu menjalankan dua strategi secara bersamaan. Strategi pertama adalah mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas padi agar kebutuhan beras nasional tetap terpenuhi. Strategi kedua adalah membangun sistem pangan yang lebih beragam melalui pemanfaatan sumber pangan lokal sesuai karakteristik setiap wilayah. Kedua strategi tersebut saling melengkapi dan menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, serta meningkatnya kebutuhan pangan di masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberhasilan meningkatkan luas panen hingga 11,32 juta hektare dan produksi padi sebesar 60,21 juta ton GKG pada 2025 merupakan modal yang sangat baik bagi Indonesia. Namun, keberhasilan tersebut akan menjadi jauh lebih bermakna apabila diiringi dengan meningkatnya konsumsi pangan lokal yang selama ini kurang mendapat perhatian. Dengan memadukan peningkatan produktivitas pertanian modern dan pelestarian kekayaan pangan Nusantara, Indonesia memiliki peluang besar membangun sistem pangan yang lebih tangguh, sehat, berkelanjutan, serta mampu menjaga warisan budaya yang telah berkembang selama ratusan tahun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Ketahanan pangan selalu menjadi salah satu isu strategis dalam pembangunan Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kebutuhan pangan nasional meningkat dari tahun ke tahun sehingga kemampuan menjaga ketersediaan bahan pangan menjadi faktor penting bagi stabilitas ekonomi maupun sosial. Selama ini, keberhasilan sektor pangan sering kali diukur dari kemampuan meningkatkan produksi beras. Pendekatan tersebut memang memiliki dasar yang kuat mengingat beras masih menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, di balik keberhasilan meningkatkan produksi padi, Indonesia juga menghadapi tantangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":363333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[6],"tags":[433],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Ketahanan pangan selalu menjadi salah satu isu strategis dalam pembangunan Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kebutuhan pangan nasional meningkat dari tahun ke tahun sehingga kemampuan menjaga ketersediaan bahan pangan menjadi faktor penting bagi stabilitas ekonomi maupun sosial. Selama ini, keberhasilan sektor pangan sering kali diukur dari kemampuan meningkatkan produksi beras. Pendekatan tersebut memang memiliki dasar yang kuat mengingat beras masih menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, di balik keberhasilan meningkatkan produksi padi, Indonesia juga menghadapi tantangan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-03T09:49:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/43739-ilustrasi-beras_1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"653\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/\",\"name\":\"Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-03T09:49:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-03T09:49:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Ketahanan pangan selalu menjadi salah satu isu strategis dalam pembangunan Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kebutuhan pangan nasional meningkat dari tahun ke tahun sehingga kemampuan menjaga ketersediaan bahan pangan menjadi faktor penting bagi stabilitas ekonomi maupun sosial. Selama ini, keberhasilan sektor pangan sering kali diukur dari kemampuan meningkatkan produksi beras. Pendekatan tersebut memang memiliki dasar yang kuat mengingat beras masih menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, di balik keberhasilan meningkatkan produksi padi, Indonesia juga menghadapi tantangan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-08-03T09:49:38+00:00","og_image":[{"width":653,"height":366,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/43739-ilustrasi-beras_1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/","name":"Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-08-03T09:49:38+00:00","dateModified":"2026-08-03T09:49:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/ketahanan-pangan-indonesia-bertumpu-pada-produksi-dan-diversifikasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketahanan Pangan Indonesia Bertumpu pada Produksi dan Diversifikasi"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375723"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=375723"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":375724,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375723\/revisions\/375724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/363333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=375723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=375723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=375723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}