{"id":375456,"date":"2026-07-27T18:22:05","date_gmt":"2026-07-27T11:22:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=375456"},"modified":"2026-07-27T18:24:32","modified_gmt":"2026-07-27T11:24:32","slug":"membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/","title":{"rendered":"Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">(Beritadaerah-Kolom) Waktu liburan beberapa waktu lalu, penulis memutuskan mengunjungi sebuah destinasi wisata di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di mana banyak cafe dan resto yang menarik. Beberapa lokasi wisata di sana viral dan menarik wisatawan untuk dikunjungi. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Secara teori, perjalanan hanya memerlukan waktu sekitar satu setengah jam melalui jalan tol. Penulis membayangkan perjalanan singkat menuju kawasan pegunungan dengan udara sejuk dan panorama alam yang menyegarkan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_353942\" aria-describedby=\"caption-attachment-353942\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-353942 size-large\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-2-1024x577.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"423\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-2-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-2-768x433.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-2-750x422.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-2-1200x676.jpg 1200w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-2.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-353942\" class=\"wp-caption-text\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Salah Satu Cafe di Kawasan Bojong Koneng, Sentul<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, harapan itu berubah ketika kendaraan keluar dari jalan utama. Jalan menuju lokasi wisata dipenuhi lubang, beberapa ruas menyempit, permukaan aspal bergelombang, dan di sejumlah titik kendaraan harus bergantian melintas. Perjalanan yang seharusnya singkat menjadi jauh lebih lama dan melelahkan ditambah kemacetan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah perjalanan muncul sebuah pertanyaan sederhana. Jika destinasi wisata yang hanya berjarak sekitar satu setengah jam dari Jakarta saja masih menghadapi persoalan akses, bagaimana dengan ratusan destinasi wisata lain yang berada jauh di luar Pulau Jawa?\u00a0 Itu juga penulis alami ketika mengunjungi Pantai Tarimbang di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tempatnya begitu indah tapi aksesnya susah. Berapa banyak tempat yang memiliki keindahan luar biasa tetapi belum berkembang karena wisatawan harus menghadapi perjalanan yang sulit?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan itu membawa penulis pada satu kesimpulan. Keindahan alam saja tidak cukup untuk menjadikan sebuah daerah sebagai destinasi wisata unggulan. Infrastruktur merupakan faktor penentu yang menentukan apakah sebuah kawasan mampu berkembang atau hanya menjadi potensi yang belum tergarap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironisnya, minat masyarakat untuk berwisata justru terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Kabupaten Bogor pada periode Januari\u2013Mei 2026 mencapai 14.617.653 kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 14,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 12.734.480 kunjungan. Angka ini menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor tetap menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, khususnya wisatawan dari wilayah Jabodetabek. Tantangannya kini bukan lagi bagaimana menarik wisatawan datang, tetapi bagaimana menyediakan akses yang nyaman agar pengalaman mereka sesuai dengan potensi wisata yang dimiliki.<\/span><\/p>\n<p><b>Destinasi Berlimpah Membutuhkan Aksesibilitas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia sesungguhnya tidak pernah kekurangan destinasi wisata. Dari Sabang hingga Merauke, hampir setiap daerah memiliki pesona alam yang unik. Pantai, gunung, danau, hutan tropis, desa wisata, kawasan geopark, hingga kekayaan budaya menjadi modal besar yang tidak dimiliki banyak negara. Potensi inilah yang seharusnya mampu menjadikan pariwisata sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, masih banyak destinasi yang sulit berkembang karena persoalan aksesibilitas. Jalan menuju lokasi rusak, transportasi umum terbatas, fasilitas pendukung minim, hingga konektivitas digital yang belum memadai membuat wisatawan berpikir dua kali untuk datang. Dalam industri pariwisata modern, aksesibilitas sama pentingnya dengan keindahan destinasi itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu contoh bagaimana infrastruktur mampu mengubah wajah sebuah kawasan wisata dapat dilihat di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Desa yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini sejak lama dikenal memiliki panorama pegunungan yang memukau, hamparan sawah yang hijau, kebun teh, udara yang sejuk, serta suasana pedesaan yang masih alami. Penulis melihat Gubernur Jawa Barat saat ini Dedi Mulyadi begitu gencar membenahi infrastruktur dan hasilnya terbukti.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_375457\" aria-describedby=\"caption-attachment-375457\" style=\"width: 657px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-375457 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-27-181531.png\" alt=\"\" width=\"657\" height=\"402\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-27-181531.png 657w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot-2026-07-27-181531-300x184.png 300w\" sizes=\"(max-width: 657px) 100vw, 657px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-375457\" class=\"wp-caption-text\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Pemandangan Desa Malasari (Foto: Diskominfokabbogor)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, perjalanan menuju Desa Malasari menjadi tantangan tersendiri karena kondisi jalan yang belum memadai. Kini, setelah akses jalan semakin baik dan mulus, wisatawan dapat menikmati keindahan desa tersebut dengan lebih nyaman. Perubahan yang tampak sederhana itu ternyata membawa dampak besar. Semakin banyak wisatawan berkunjung, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat, dan Desa Malasari semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Bogor.<\/span><\/p>\n<h3><b>Peran Pemerintah Daerah dalam Membuka Akses<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak dapat dilepaskan dari peran pemerintah daerah. Promosi yang gencar tidak akan memberikan hasil maksimal apabila wisatawan masih harus menghadapi jalan yang rusak atau fasilitas yang tidak memadai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas. Jalan menuju objek wisata perlu diperbaiki, transportasi umum harus tersedia, area parkir ditata, fasilitas sanitasi dibangun, jaringan internet diperluas, dan petunjuk arah dipasang dengan baik. Infrastruktur yang berkualitas akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing destinasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah daerah juga perlu menciptakan iklim investasi yang sehat. Kemudahan perizinan akan mendorong investor membangun hotel, restoran, homestay, pusat kuliner, maupun berbagai fasilitas pendukung lainnya. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan mempercepat pertumbuhan kawasan wisata secara berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang tidak kalah penting adalah pemberdayaan masyarakat. Penduduk sekitar destinasi harus menjadi pelaku utama pembangunan pariwisata melalui pengembangan UMKM, pengelolaan homestay, jasa pemandu wisata, hingga pemasaran produk lokal. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati investor, tetapi juga masyarakat setempat.<\/span><\/p>\n<h3><b>Dampak Ekonomi yang Meluas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pariwisata memiliki efek berganda (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">multiplier effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang sangat besar. Setiap wisatawan yang datang tidak hanya membeli tiket masuk objek wisata, tetapi juga menggunakan transportasi, menginap di hotel, makan di restoran, membeli oleh-oleh, serta memanfaatkan berbagai jasa lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perputaran ekonomi tersebut menciptakan peluang usaha baru. Hotel dan penginapan mulai bermunculan, restoran berkembang, pusat oleh-oleh tumbuh, usaha transportasi meningkat, hingga industri kreatif memperoleh pasar yang lebih luas. Lapangan kerja baru pun tercipta bagi masyarakat lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah daerah juga memperoleh tambahan pendapatan dari pajak hotel, restoran, hiburan, dan retribusi wisata. Pendapatan tersebut dapat kembali diinvestasikan untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih jauh lagi, kawasan wisata yang berkembang akan menarik investasi baru di berbagai sektor. Bukan hanya akomodasi dan kuliner, tetapi juga pusat rekreasi, fasilitas olahraga, ruang kreatif, hingga kawasan ekonomi baru yang tumbuh mengikuti meningkatnya aktivitas wisata.<\/span><\/p>\n<h3><b>Media Sosial sebagai Mesin Promosi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan media sosial telah mengubah cara orang memilih destinasi wisata. Kini, sebuah tempat dapat dikenal jutaan orang hanya melalui foto atau video yang diunggah para pengunjung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Promosi digital jauh lebih cepat, murah, dan efektif dibandingkan iklan konvensional. Keindahan alam, budaya lokal, hingga pengalaman unik yang dibagikan wisatawan menjadi promosi yang sangat autentik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, media sosial hanyalah pintu masuk. Wisatawan mungkin datang karena melihat konten yang menarik, tetapi mereka akan kembali dan merekomendasikan destinasi tersebut apabila memperoleh pengalaman yang menyenangkan. Di sinilah infrastruktur kembali memegang peranan penting. Destinasi yang viral tetapi sulit dijangkau hanya akan melahirkan kekecewaan. Sebaliknya, destinasi yang mudah diakses akan menghasilkan promosi terbaik melalui pengalaman positif para pengunjung.<\/span><\/p>\n<h3><b>Infrastruktur adalah Investasi Masa Depan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman penulis di Sentul menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur menuju kawasan wisata masih harus terus dipercepat. Jika kawasan yang hanya berjarak sekitar satu jam dari Jakarta masih memiliki persoalan akses, maka tantangan yang dihadapi daerah-daerah lain di Indonesia tentu jauh lebih besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, pembangunan infrastruktur seharusnya tidak dipandang sebagai sekadar proyek fisik. Jalan, jembatan, transportasi publik, jaringan telekomunikasi, hingga fasilitas pendukung lainnya merupakan investasi yang membuka pintu bagi pertumbuhan ekonomi daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika akses menuju destinasi semakin baik, wisatawan akan datang lebih banyak. Ketika wisatawan meningkat, investasi akan mengikuti. Hotel dan penginapan baru akan bermunculan, restoran berkembang, UMKM memperoleh pasar yang lebih luas, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia telah memiliki modal yang luar biasa berupa kekayaan alam dan budaya. Kini, tugas kita adalah memastikan seluruh potensi tersebut dapat dijangkau dengan mudah. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan pariwisata bukan hanya ditentukan oleh indahnya sebuah destinasi, melainkan oleh seberapa mudah masyarakat dapat mencapainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan yang baik bukan sekadar menghubungkan satu tempat dengan tempat lain. Jalan yang baik menghubungkan potensi dengan kesejahteraan, menghubungkan keindahan dengan kesempatan, serta menghubungkan pariwisata dengan masa depan ekonomi daerah. Itulah sebabnya, membangun infrastruktur sejatinya adalah membangun harapan bagi jutaan masyarakat yang hidup di sekitar destinasi wisata Indonesia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Waktu liburan beberapa waktu lalu, penulis memutuskan mengunjungi sebuah destinasi wisata di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di mana banyak cafe dan resto yang menarik. Beberapa lokasi wisata di sana viral dan menarik wisatawan untuk dikunjungi. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Secara teori, perjalanan hanya memerlukan waktu sekitar satu setengah jam melalui jalan tol. Penulis membayangkan perjalanan singkat menuju kawasan pegunungan dengan udara sejuk dan panorama alam yang menyegarkan. Namun, harapan itu berubah ketika kendaraan keluar dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":353943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,6],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0 - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0 - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Waktu liburan beberapa waktu lalu, penulis memutuskan mengunjungi sebuah destinasi wisata di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di mana banyak cafe dan resto yang menarik. Beberapa lokasi wisata di sana viral dan menarik wisatawan untuk dikunjungi. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Secara teori, perjalanan hanya memerlukan waktu sekitar satu setengah jam melalui jalan tol. Penulis membayangkan perjalanan singkat menuju kawasan pegunungan dengan udara sejuk dan panorama alam yang menyegarkan. Namun, harapan itu berubah ketika kendaraan keluar dari [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-27T11:22:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-27T11:24:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Handi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Handi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/\",\"name\":\"Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0 - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-27T11:22:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-27T11:24:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\",\"name\":\"Handi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"caption\":\"Handi\"},\"description\":\"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0 - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0 - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Waktu liburan beberapa waktu lalu, penulis memutuskan mengunjungi sebuah destinasi wisata di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di mana banyak cafe dan resto yang menarik. Beberapa lokasi wisata di sana viral dan menarik wisatawan untuk dikunjungi. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Secara teori, perjalanan hanya memerlukan waktu sekitar satu setengah jam melalui jalan tol. Penulis membayangkan perjalanan singkat menuju kawasan pegunungan dengan udara sejuk dan panorama alam yang menyegarkan. Namun, harapan itu berubah ketika kendaraan keluar dari [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-07-27T11:22:05+00:00","article_modified_time":"2026-07-27T11:24:32+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":721,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Koneng-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Handi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Handi","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/","name":"Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0 - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-07-27T11:22:05+00:00","dateModified":"2026-07-27T11:24:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/membangun-akses-menggerakkan-ekonomi-wisata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membangun Akses, Menggerakkan Ekonomi Wisata\u00a0"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420","name":"Handi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","caption":"Handi"},"description":"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375456"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=375456"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":375460,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/375456\/revisions\/375460"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/353943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=375456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=375456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=375456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}