{"id":374213,"date":"2026-06-24T15:52:19","date_gmt":"2026-06-24T08:52:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=374213"},"modified":"2026-06-24T15:52:19","modified_gmt":"2026-06-24T08:52:19","slug":"papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/","title":{"rendered":"Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Kolom) Papua sering kali menjadi simbol paradoks pembangunan Indonesia. Di satu sisi, wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Hutan hujan tropis yang luas, cadangan mineral bernilai tinggi, sumber daya perikanan yang melimpah, serta bentang alam yang spektakuler menjadikan Papua sebagai kawasan yang memiliki potensi ekonomi luar biasa. Namun di sisi lain, berbagai indikator pembangunan manusia menunjukkan bahwa sebagian wilayah Papua masih menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kekayaan alam tidak secara otomatis menghasilkan kesejahteraan apabila tidak diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan <em>Indeks Pembangunan Manusia 2025<\/em> yang diterbitkan <em>Badan Pusat Statistik (BPS)<\/em> memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kondisi tersebut. Secara nasional, Indonesia mencatat IPM sebesar 75,90 pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat Indonesia secara umum terus mengalami perbaikan. Namun ketika melihat kawasan Papua, terlihat adanya kesenjangan yang cukup lebar. Provinsi Papua mencatat IPM 74,69 dan menjadi wilayah dengan capaian tertinggi di Tanah Papua. Papua Barat Daya berada pada angka 70,55, Papua Selatan 69,54, dan Papua Barat 68,48. Sementara itu Papua Tengah mencatat IPM 60,64 dan Papua Pegunungan 54,91. Data ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Papua berlangsung dengan tingkat kemajuan yang berbeda-beda di setiap provinsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut <em>BPS<\/em>, Indeks Pembangunan Manusia dibangun dari tiga dimensi dasar pembangunan manusia, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Ketiga dimensi tersebut dipilih karena dianggap mewakili kemampuan dasar manusia untuk menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna. Dengan demikian, IPM tidak hanya mengukur kemampuan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperhatikan akses terhadap pendidikan dan kesehatan. Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai tujuan utama pembangunan, bukan sekadar sebagai alat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks Papua, pendidikan menjadi salah satu tantangan paling penting sekaligus peluang terbesar. Pendidikan memiliki kemampuan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan membuka akses terhadap kesempatan ekonomi yang lebih luas. Namun kondisi geografis Papua yang sangat kompleks membuat pemerataan layanan pendidikan menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Banyak sekolah berada di daerah yang sulit dijangkau. Sebagian siswa harus berjalan kaki selama berjam-jam untuk mencapai ruang kelas. Keterbatasan jumlah tenaga pengajar di beberapa wilayah juga masih menjadi tantangan yang perlu diatasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data <em>BPS<\/em> menunjukkan bahwa kesenjangan pendidikan masih terlihat jelas antarprovinsi di Papua. Di Provinsi Papua, harapan lama sekolah mencapai 13,94 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa seorang anak yang memasuki usia sekolah memiliki peluang untuk menempuh pendidikan hingga mendekati jenjang perguruan tinggi. Namun kondisi berbeda terlihat di Papua Pegunungan yang memiliki harapan lama sekolah sekitar 9,98 tahun. Artinya, peluang anak-anak untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat yang lebih tinggi masih lebih terbatas dibandingkan wilayah lain. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa akses pendidikan yang merata masih menjadi agenda penting pembangunan di Papua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi yang sama juga terlihat pada rata-rata lama sekolah penduduk dewasa. Di Provinsi Papua, rata-rata lama sekolah telah mencapai lebih dari sebelas tahun. Sementara itu di Papua Pegunungan rata-rata lama sekolah masih sekitar 4,30 tahun. Angka tersebut mencerminkan bahwa sebagian besar penduduk dewasa hanya menikmati pendidikan dasar selama beberapa tahun sebelum meninggalkan bangku sekolah. Perbedaan ini bukan hanya persoalan statistik. Di balik angka tersebut terdapat konsekuensi nyata terhadap kualitas tenaga kerja, produktivitas ekonomi, dan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pendidikan, kesehatan merupakan dimensi kedua yang sangat menentukan kualitas pembangunan manusia. Dalam konsep IPM, kesehatan diukur melalui umur harapan hidup saat lahir. Semakin tinggi angka tersebut, semakin baik kondisi kesehatan masyarakat secara umum. Umur harapan hidup mencerminkan berbagai aspek, mulai dari kualitas layanan kesehatan, status gizi, sanitasi, hingga kondisi lingkungan tempat masyarakat tinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut data <em>BPS<\/em>, umur harapan hidup di berbagai provinsi Papua menunjukkan perkembangan positif meskipun masih terdapat kesenjangan. Provinsi Papua mencatat umur harapan hidup yang relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain di kawasan tersebut. Sebaliknya, sejumlah daerah pegunungan masih menghadapi tantangan dalam menyediakan layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Kondisi geografis yang berat sering kali membuat akses menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih sulit. Dalam beberapa kasus, masyarakat harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesehatan memiliki hubungan yang sangat erat dengan pendidikan dan ekonomi. Anak-anak yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar secara optimal. Orang dewasa yang sehat mampu bekerja dengan produktivitas lebih tinggi. Karena itu, investasi pada sektor kesehatan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan ekonomi jangka panjang. Inilah alasan mengapa pembangunan manusia selalu menempatkan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimensi ketiga dalam IPM adalah standar hidup layak yang diukur melalui pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan. Indikator ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin tinggi daya beli masyarakat, semakin besar peluang mereka untuk mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan lainnya yang mendukung kesejahteraan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data <em>BPS<\/em> menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup besar dalam standar hidup masyarakat antarwilayah di Papua. Pengeluaran riil per kapita masyarakat di Provinsi Papua telah mencapai lebih dari Rp11 juta per tahun. Sebaliknya, di Papua Pegunungan angkanya masih berada di kisaran Rp5,8 juta per tahun. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan ekonomi belum terdistribusi secara merata. Faktor geografis menjadi salah satu penyebab utama karena biaya logistik di banyak wilayah Papua masih relatif tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak dapat dilepaskan dari pembangunan infrastruktur. Jalan, pelabuhan, bandara, dan jaringan telekomunikasi memiliki peran penting dalam membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi. Ketika sebuah kampung terhubung dengan pusat ekonomi melalui infrastruktur yang memadai, biaya distribusi dapat ditekan, layanan publik menjadi lebih mudah dijangkau, dan kesempatan usaha menjadi lebih luas. Oleh karena itu, pembangunan fisik dan pembangunan manusia seharusnya dipandang sebagai dua hal yang saling melengkapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski menghadapi berbagai tantangan, data IPM juga menunjukkan adanya kemajuan yang patut diapresiasi. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar provinsi di Papua mencatat peningkatan kualitas pembangunan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai investasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur mulai memberikan hasil. Kemajuan tersebut mungkin belum cukup untuk menghilangkan seluruh kesenjangan, tetapi memberikan sinyal bahwa arah pembangunan berada pada jalur yang positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam laporan <em>BPS<\/em>, peningkatan IPM nasional mencerminkan membaiknya kualitas hidup masyarakat Indonesia secara umum. Papua menjadi bagian dari proses tersebut meskipun dengan kecepatan yang berbeda-beda. Tantangan geografis yang unik membuat pembangunan di wilayah ini memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan daerah lain. Kebijakan yang berhasil di kawasan perkotaan Jawa belum tentu dapat diterapkan secara langsung di wilayah pegunungan Papua. Karena itu, pembangunan manusia di Papua membutuhkan strategi yang disesuaikan dengan kondisi lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sinilah peran generasi muda Papua menjadi sangat penting. Mereka merupakan kelompok yang akan menentukan arah pembangunan beberapa dekade ke depan. Akses terhadap pendidikan yang semakin baik, perkembangan teknologi digital, serta meningkatnya konektivitas membuka peluang baru yang sebelumnya sulit dibayangkan. Anak-anak Papua saat ini tumbuh dalam dunia yang jauh lebih terhubung dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka memiliki kesempatan untuk belajar, berinovasi, dan berpartisipasi dalam berbagai sektor ekonomi modern.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun kesempatan tersebut juga membawa tanggung jawab yang besar. Kemajuan Papua tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah atau investasi perusahaan. Kemajuan tersebut juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan peluang yang tersedia. Pendidikan harus menghasilkan generasi yang kreatif dan produktif. Layanan kesehatan harus melahirkan masyarakat yang sehat dan mampu bekerja secara optimal. Kesempatan ekonomi harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan yang dirasakan secara luas oleh masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa pembangunan manusia merupakan proses jangka panjang. Tidak ada perubahan yang terjadi secara instan. Negara-negara yang saat ini memiliki kualitas hidup tinggi umumnya telah menginvestasikan sumber daya mereka pada pendidikan dan kesehatan selama puluhan tahun. Papua juga sedang menempuh perjalanan yang sama. Hasilnya mungkin tidak selalu terlihat dalam waktu singkat, tetapi investasi terhadap manusia hampir selalu memberikan manfaat yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masa depan Papua tidak akan ditentukan oleh seberapa banyak sumber daya alam yang dimiliki, melainkan oleh kualitas manusianya. Angka-angka dalam laporan IPM hanyalah alat untuk menggambarkan kondisi tersebut. Yang lebih penting adalah bagaimana angka tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Setiap sekolah yang dibangun, setiap tenaga kesehatan yang ditempatkan di daerah terpencil, setiap jalan yang menghubungkan kampung-kampung terisolasi, dan setiap peluang ekonomi yang tercipta merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi pembangunan manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Papua memiliki semua modal yang diperlukan untuk berkembang. Kekayaan alam menyediakan sumber daya ekonomi. Keanekaragaman budaya menciptakan identitas yang kuat. Generasi mudanya menyimpan energi dan kreativitas yang besar. Tantangannya adalah memastikan bahwa seluruh modal tersebut dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara merata. Ketika pendidikan semakin baik, kesehatan semakin terjangkau, dan kesempatan ekonomi semakin luas, maka kesenjangan pembangunan manusia akan semakin mengecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, pembahasan mengenai Papua pada akhirnya harus bergeser dari sekadar cerita tentang kekayaan alam menuju cerita tentang pembangunan manusia. Masa depan Papua tidak berada di dalam tambang, hutan, atau lautnya semata. Masa depan Papua berada pada anak-anak yang hari ini duduk di bangku sekolah, para tenaga kesehatan yang mengabdi di daerah terpencil, para petani dan nelayan yang bekerja setiap hari, serta seluruh masyarakat yang terus berupaya membangun kehidupan yang lebih baik. Di tangan merekalah harapan terbesar Papua berada, dan melalui merekalah perjalanan panjang pembangunan manusia akan terus berlanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Papua sering kali menjadi simbol paradoks pembangunan Indonesia. Di satu sisi, wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Hutan hujan tropis yang luas, cadangan mineral bernilai tinggi, sumber daya perikanan yang melimpah, serta bentang alam yang spektakuler menjadikan Papua sebagai kawasan yang memiliki potensi ekonomi luar biasa. Namun di sisi lain, berbagai indikator pembangunan manusia menunjukkan bahwa sebagian wilayah Papua masih menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":316155,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[93,41,6],"tags":[144],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Kolom) Papua sering kali menjadi simbol paradoks pembangunan Indonesia. Di satu sisi, wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Hutan hujan tropis yang luas, cadangan mineral bernilai tinggi, sumber daya perikanan yang melimpah, serta bentang alam yang spektakuler menjadikan Papua sebagai kawasan yang memiliki potensi ekonomi luar biasa. Namun di sisi lain, berbagai indikator pembangunan manusia menunjukkan bahwa sebagian wilayah Papua masih menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-24T08:52:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Denyut-Papua-2.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/\",\"name\":\"Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-06-24T08:52:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-24T08:52:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Kolom) Papua sering kali menjadi simbol paradoks pembangunan Indonesia. Di satu sisi, wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Hutan hujan tropis yang luas, cadangan mineral bernilai tinggi, sumber daya perikanan yang melimpah, serta bentang alam yang spektakuler menjadikan Papua sebagai kawasan yang memiliki potensi ekonomi luar biasa. Namun di sisi lain, berbagai indikator pembangunan manusia menunjukkan bahwa sebagian wilayah Papua masih menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-06-24T08:52:19+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":960,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Denyut-Papua-2.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/","name":"Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-06-24T08:52:19+00:00","dateModified":"2026-06-24T08:52:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/06\/24\/papua-dan-jalan-panjang-pembangunan-manusia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Papua dan Jalan Panjang Pembangunan Manusia"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/374213"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=374213"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/374213\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":374214,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/374213\/revisions\/374214"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/316155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=374213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=374213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=374213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}