{"id":371887,"date":"2026-05-04T17:11:49","date_gmt":"2026-05-04T10:11:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=371887"},"modified":"2026-05-04T17:11:49","modified_gmt":"2026-05-04T10:11:49","slug":"pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/","title":{"rendered":"Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani"},"content":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Jakarta) Guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto justru mengambil kebijakan dan langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Saat ini harga pupuk dunia melonjak lebih dari 40% akibat gangguan pasokan global. <span class=\"s1\">Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Kebijakan penurunan 20 persen harga pupuk bersubsidi mencakup seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK dan ZA.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mentan Amran juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kecerdasan Presiden Prabowo membaca situasi dunia terhadap potensi krisis pupuk global yang mulai menekan banyak negara.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cPresiden Prabowo sejak awal sudah membaca bahwa dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tapi menjemputnya dengan kebijakan,\u201d ujar Mentan Amran (3\/5\/2026).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kebijakan ini hadir di momen krusial. Sejak Februari 2026, konflik di Timur Tengah menutup Selat Hormuz, jalur sepertiga perdagangan pupuk global, sementara China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama. Dampaknya, harga urea dunia melonjak lebih dari 40% dalam hitungan minggu, dan negara-negara Asia Tenggara yang bergantung pada impor pupuk menghadapi ancaman krisis produksi pangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pemerintah juga menyiapkan langkah struktural yang menyasar biaya, distribusi, dan ketersediaan pupuk. Penurunan harga pupuk bersubsidi menjaga daya tanam petani pada musim 2026 di tengah lonjakan harga global. <\/span><span class=\"s1\">Di sisi distribusi, pemerintah memangkas 145 regulasi pupuk melalui Instruksi Presiden, sehingga penyaluran dipercepat dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia dan langsung ke petani.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Akses pupuk dipermudah melalui integrasi berbasis KTP dan perluasan jaringan kios hingga desa, dengan target menjangkau seluruh kecamatan sentra pangan sebelum musim tanam gadu 2026, sehingga pupuk tersedia dan mudah diakses tepat waktu.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Selain itu, ketahanan stok dijaga melalui diversifikasi pasokan sejak 2025. Ketergantungan pada satu jalur impor dikurangi, sehingga dampak penutupan Selat Hormuz dan pembatasan ekspor China dapat ditekan, dan pasokan pupuk untuk musim tanam 2026 tetap aman.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kebijakan ini diperkirakan mampu menurunkan biaya produksi petani dalam kisaran ratusan ribu rupiah per hektare per musim tanam. Akses pupuk juga diperluas bagi lebih dari 16 juta petani, sekaligus mengurangi potensi kelangkaan akibat distribusi yang tidak merata serta memperkuat posisi tawar dalam menghadapi fluktuasi harga gabah.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Keberpihakan Presiden Prabowo kepada petani tidak berhenti pada penurunan harga pupuk. Melalui Instruksi Presiden, pemerintah juga memangkas regulasi distribusi pupuk yang selama ini menghambat penyaluran, memastikan pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat harga.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Di sisi hilir, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai jaminan bahwa petani tidak merugi setelah berproduksi. Kebijakan ini memastikan selisih antara biaya produksi dan harga jual tetap menguntungkan petani, bahkan di tengah tekanan harga global.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dengan demikian, pemerintah hadir di dua ujung rantai produksi sekaligus: menekan biaya di hulu melalui subsidi dan deregulasi pupuk, sekaligus menjaga pendapatan petani di hilir melalui jaminan harga gabah. Pendekatan hulu-hilir inilah yang membedakan kebijakan pertanian Presiden Prabowo dari sekadar respons jangka pendek.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Petani dibeberapa negara seperti Thailand dan Vietnam, mulai enggan menanam akibat lonjakan harga pupuk, dan Vietnam menghadapi tekanan terhadap ekspor beras karena terganggunya pasokan dari China dan kawasan Teluk. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Krisis pupuk global juga memperlihatkan kerentanan negara-negara di kawasan. Vietnam yang memasok hampir 80% kebutuhan beras Filipina mengimpor lebih dari 480.000 ton pupuk dari China pada kuartal pertama 2026, sehingga larangan ekspor Beijing berpotensi mengganggu rantai pasoknya. Filipina yang bergantung pada China untuk 75% kebutuhan pupuk juga tidak memiliki penyangga domestik yang kuat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sementara itu, Thailand memperoleh sekitar seperlima pupuknya dari China dan 32% dari kawasan Teluk yang kini terganggu, mendorong sebagian petani menunda tanam karena tingginya biaya produksi. <\/span><span class=\"s1\">Di tengah kondisi tersebut, Indonesia berada pada posisi lebih kokoh karena didukung diversifikasi pasokan, penguatan produksi domestik, dan konsistensi kebijakan subsidi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mentan Amran juga menegaskan ketahanan pangan Indonesia sangat kokoj\u00a0<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span>di tengah ancaman El Ni\u00f1o dan ketidakpastian global yang melanda banyak negara. Cadangan beras pemerintah saat ini telah melampaui 5 juta ton yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah, memberikan bantalan yang kuat untuk menjamin ketersediaan pangan nasional dalam berbagai skenario tekanan, baik dari gangguan iklim maupun gejolak rantai pasokan global.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Capaian ini merupakan hasil langsung dari kebijakan produksi yang konsisten, termasuk program pompanisasi, perluasan areal tanam, dan penguatan penyerapan gabah petani oleh Bulog. Dengan stok sebesar ini, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga pangan di dalam negeri, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan negara-negara tetangga yang kini berjuang menghadapi tekanan produksi akibat krisis pupuk dan anomali cuaca.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Untuk itu Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui kebijakan yang terukur dan respons yang cepat, petani Indonesia tetap dapat berproduksi dan menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Jakarta) Guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto justru mengambil kebijakan dan langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Saat ini harga pupuk dunia melonjak lebih dari 40% akibat gangguan pasokan global. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Kebijakan penurunan 20 persen harga pupuk bersubsidi mencakup seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK dan ZA. Mentan Amran juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kecerdasan Presiden Prabowo membaca situasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":371912,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[93,37],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Jakarta) Guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto justru mengambil kebijakan dan langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Saat ini harga pupuk dunia melonjak lebih dari 40% akibat gangguan pasokan global. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Kebijakan penurunan 20 persen harga pupuk bersubsidi mencakup seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK dan ZA. Mentan Amran juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kecerdasan Presiden Prabowo membaca situasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-04T10:11:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_viewer-24.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"405\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Handi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Handi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/\",\"name\":\"Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-05-04T10:11:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-04T10:11:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\",\"name\":\"Handi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"caption\":\"Handi\"},\"description\":\"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Jakarta) Guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto justru mengambil kebijakan dan langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Saat ini harga pupuk dunia melonjak lebih dari 40% akibat gangguan pasokan global. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Kebijakan penurunan 20 persen harga pupuk bersubsidi mencakup seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK dan ZA. Mentan Amran juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kecerdasan Presiden Prabowo membaca situasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-05-04T10:11:49+00:00","og_image":[{"width":720,"height":405,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_viewer-24.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Handi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Handi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/","name":"Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-05-04T10:11:49+00:00","dateModified":"2026-05-04T10:11:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/05\/04\/pemerintah-turunkan-harga-pupuk-bersubsidi-20-bagi-petani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemerintah Turunkan Harga Pupuk Bersubsidi 20% Bagi Petani"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420","name":"Handi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","caption":"Handi"},"description":"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371887"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371887"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371887\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":371913,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371887\/revisions\/371913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/371912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}