{"id":371681,"date":"2026-04-29T19:03:01","date_gmt":"2026-04-29T12:03:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=371681"},"modified":"2026-04-29T19:11:23","modified_gmt":"2026-04-29T12:11:23","slug":"di-antara-musim-dan-angka-jagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/","title":{"rendered":"Di Antara Musim dan Angka Jagung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"340\" data-end=\"979\">(Beritadaerah &#8211; Kolom) Pagi itu tidak berbeda, tetapi juga tidak sama. Kabut masih turun perlahan di atas ladang jagung, menutupi batas antara tanah dan langit, seolah memberi waktu bagi angka-angka untuk berbicara sebelum manusia menyadarinya. Februari 2026 datang dengan cara yang sunyi, membawa kabar yang tidak terdengar, tetapi terasa. Di seluruh negeri, luas panen jagung pipilan tercatat <strong data-start=\"712\" data-end=\"733\">0,31 juta hektare<\/strong>, lebih kecil dibandingkan <strong data-start=\"760\" data-end=\"781\">0,33 juta hektare<\/strong> pada Februari 2025. Selisih <strong data-start=\"810\" data-end=\"831\">0,02 juta hektare<\/strong> itu tampak kecil, tetapi ia menyimpan cerita tentang ruang yang berkurang, tentang pilihan yang berubah, dan tentang musim yang tidak selalu setia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"981\" data-end=\"1420\">Di ladang, tidak ada yang menyebut angka <strong data-start=\"1022\" data-end=\"1037\">7,02 persen<\/strong>. Tidak ada yang menghitung penurunan dengan presisi seperti di laporan resmi. Namun para petani tahu, ada sesuatu yang berbeda. Barisan tanaman tidak sepanjang dulu, dan waktu panen terasa lebih singkat. Seolah tanah sedang menahan sebagian dari apa yang biasanya ia berikan. Penurunan itu bukan hanya statistik\u2014ia adalah pengalaman yang bisa dirasakan, bahkan tanpa harus dihitung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1422\" data-end=\"1898\">Ketika panen selesai, angka lain muncul, lebih berat, lebih nyata. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Februari 2026 diperkirakan mencapai <strong data-start=\"1588\" data-end=\"1605\">1,77 juta ton<\/strong>, turun dari <strong data-start=\"1618\" data-end=\"1635\">1,86 juta ton<\/strong> pada Februari 2025. Ada <strong data-start=\"1660\" data-end=\"1677\">0,09 juta ton<\/strong> yang hilang dari timbangan nasional, atau sekitar <strong data-start=\"1728\" data-end=\"1743\">4,91 persen<\/strong>. Namun menariknya, penurunan ini tidak sedalam luas panennya. Seolah tanah masih berusaha menjaga hasilnya, memberikan yang terbaik dari apa yang tersisa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1900\" data-end=\"2391\">Jika seseorang menarik garis ke belakang, ke tahun 2025, ia akan melihat bahwa ini bukan cerita yang baru. Produksi jagung bergerak seperti gelombang. Dari <strong data-start=\"2056\" data-end=\"2073\">1,38 juta ton<\/strong> di Januari, naik ke <strong data-start=\"2094\" data-end=\"2111\">1,86 juta ton<\/strong> di Februari, lalu turun ke <strong data-start=\"2139\" data-end=\"2156\">1,59 juta ton<\/strong> di Maret dan <strong data-start=\"2170\" data-end=\"2187\">1,11 juta ton<\/strong> di April. Pada Mei, angka itu bahkan menyentuh <strong data-start=\"2235\" data-end=\"2252\">0,99 juta ton<\/strong>, sebelum kembali naik ke <strong data-start=\"2278\" data-end=\"2295\">1,55 juta ton<\/strong> di Juni. Setelah itu, ia perlahan menurun lagi hingga sekitar <strong data-start=\"2358\" data-end=\"2375\">1,04 juta ton<\/strong> di akhir tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2393\" data-end=\"2812\">Luas panennya mengikuti pola yang sama, seperti bayangan yang tidak pernah lepas. Dari <strong data-start=\"2480\" data-end=\"2501\">0,22 juta hektare<\/strong> di Januari 2025, meningkat ke <strong data-start=\"2532\" data-end=\"2553\">0,33 juta hektare<\/strong> di Februari, lalu bergerak turun naik hingga kembali ke sekitar <strong data-start=\"2618\" data-end=\"2639\">0,20 juta hektare<\/strong> di penghujung tahun. Tidak ada garis lurus dalam cerita ini, hanya ritme yang terus berulang. Setiap angka adalah bagian dari siklus yang tidak pernah benar-benar berhenti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2814\" data-end=\"3307\">Memasuki 2026, ritme itu tidak berubah, hanya bergeser sedikit. Januari dimulai dengan produksi sekitar <strong data-start=\"2918\" data-end=\"2935\">1,38 juta ton<\/strong>, lalu meningkat ke <strong data-start=\"2955\" data-end=\"2972\">1,77 juta ton<\/strong> pada Februari. Namun setelah itu, bayangan masa depan menunjukkan penurunan bertahap: <strong data-start=\"3059\" data-end=\"3076\">1,59 juta ton<\/strong> di Maret, <strong data-start=\"3087\" data-end=\"3104\">1,11 juta ton<\/strong> di April, dan <strong data-start=\"3119\" data-end=\"3136\">1,10 juta ton<\/strong> di Mei. Di bawahnya, luas panen bergerak dari <strong data-start=\"3183\" data-end=\"3204\">0,31 juta hektare<\/strong> di Februari ke <strong data-start=\"3220\" data-end=\"3241\">0,28 juta hektare<\/strong> di Maret, lalu turun ke <strong data-start=\"3266\" data-end=\"3287\">0,20 juta hektare<\/strong> pada April dan Mei.<\/p>\n<figure id=\"attachment_371684\" aria-describedby=\"caption-attachment-371684\" style=\"width: 1339px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-371684 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Luas-Panen-Dan-Produksi-Jagung-Di-Indonesia.jpeg\" alt=\"Luas Panen Dan Produksi Jagung Di Indonesia\" width=\"1339\" height=\"1895\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Luas-Panen-Dan-Produksi-Jagung-Di-Indonesia.jpeg 1339w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Luas-Panen-Dan-Produksi-Jagung-Di-Indonesia-212x300.jpeg 212w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Luas-Panen-Dan-Produksi-Jagung-Di-Indonesia-724x1024.jpeg 724w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Luas-Panen-Dan-Produksi-Jagung-Di-Indonesia-768x1087.jpeg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Luas-Panen-Dan-Produksi-Jagung-Di-Indonesia-1085x1536.jpeg 1085w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Luas-Panen-Dan-Produksi-Jagung-Di-Indonesia-750x1061.jpeg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Luas-Panen-Dan-Produksi-Jagung-Di-Indonesia-1200x1698.jpeg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1339px) 100vw, 1339px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-371684\" class=\"wp-caption-text\">Luas Panen Dan Produksi Jagung Di Indonesia Februari 2026<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3309\" data-end=\"3725\">Namun manusia tidak hanya hidup dari apa yang sudah terjadi. Mereka juga hidup dari apa yang belum terjadi, dari kemungkinan yang masih terbuka. Dalam bayangan yang dihitung, periode <strong data-start=\"3492\" data-end=\"3517\">Maret hingga Mei 2026<\/strong> diperkirakan memiliki luas panen sebesar <strong data-start=\"3559\" data-end=\"3580\">0,68 juta hektare<\/strong>. Sedikit lebih rendah dari <strong data-start=\"3608\" data-end=\"3629\">0,69 juta hektare<\/strong> tahun sebelumnya, turun sekitar <strong data-start=\"3662\" data-end=\"3677\">2,59 persen<\/strong>, tetapi tetap cukup luas untuk memberi harapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3727\" data-end=\"4100\">Dari luas itu, diproyeksikan produksi sebesar <strong data-start=\"3773\" data-end=\"3790\">3,80 juta ton<\/strong>, lebih rendah dari <strong data-start=\"3810\" data-end=\"3827\">3,90 juta ton<\/strong> pada periode yang sama tahun lalu, atau turun sekitar <strong data-start=\"3882\" data-end=\"3897\">2,42 persen<\/strong>. Ini adalah angka yang belum terjadi, tetapi sudah memiliki makna. Ia adalah janji yang belum ditepati, tetapi cukup kuat untuk membuat orang percaya bahwa penurunan hari ini bukanlah akhir dari cerita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4102\" data-end=\"4564\">Jika semua bulan dijumlahkan, dari Januari hingga Mei 2026, cerita itu menjadi lebih utuh. Luas panen kumulatif mencapai <strong data-start=\"4223\" data-end=\"4244\">1,22 juta hektare<\/strong>, sedikit lebih rendah dari <strong data-start=\"4272\" data-end=\"4293\">1,24 juta hektare<\/strong> pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunannya hanya <strong data-start=\"4354\" data-end=\"4369\">1,39 persen<\/strong>, hampir tidak terasa. Produksinya mencapai <strong data-start=\"4413\" data-end=\"4430\">6,96 juta ton<\/strong>, dibandingkan <strong data-start=\"4445\" data-end=\"4462\">7,00 juta ton<\/strong>, turun sekitar <strong data-start=\"4478\" data-end=\"4493\">0,68 persen<\/strong>. Angka-angka ini tidak dramatis, tetapi justru di situlah kekuatannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4566\" data-end=\"4863\">Karena dalam dunia yang bergantung pada stabilitas, penurunan kecil pun penting untuk diperhatikan. Ia bisa menjadi tanda awal, atau hanya sekadar gelombang kecil dalam siklus yang panjang. Tidak ada yang benar-benar tahu. Bahkan angka pun hanya bisa menunjukkan arah, bukan memastikan masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4865\" data-end=\"5246\">Kembali ke ladang, kehidupan berjalan tanpa grafik. Seorang petani mungkin tidak tahu bahwa penurunan kumulatif hanya <strong data-start=\"4983\" data-end=\"4998\">0,68 persen<\/strong>, tetapi ia tahu ketika hasil panennya sedikit berkurang. Ia tidak menghitung <strong data-start=\"5076\" data-end=\"5097\">1,22 juta hektare<\/strong>, tetapi ia tahu berapa luas tanah yang ia garap. Dalam diam, ia membaca perubahan dengan cara yang lebih sederhana, tetapi sering kali lebih akurat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5248\" data-end=\"5622\">Namun di balik semua itu, harapan tidak pernah benar-benar hilang. Angka <strong data-start=\"5321\" data-end=\"5342\">0,68 juta hektare<\/strong> dan <strong data-start=\"5347\" data-end=\"5364\">3,80 juta ton<\/strong> untuk bulan-bulan mendatang tetap berdiri sebagai kemungkinan. Mereka adalah masa depan yang belum pasti, tetapi juga belum tertutup. Di situlah pertanian selalu menemukan kekuatannya\u2014dalam kemampuan untuk terus mencoba, meskipun hasilnya tidak selalu sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5624\" data-end=\"5982\">Sore perlahan turun, dan bayangan memanjang di atas ladang. Tidak ada yang benar-benar berubah secara drastis, tetapi semuanya bergerak sedikit demi sedikit. Penurunan <strong data-start=\"5792\" data-end=\"5807\">7,02 persen<\/strong>, <strong data-start=\"5809\" data-end=\"5824\">4,91 persen<\/strong>, bahkan <strong data-start=\"5833\" data-end=\"5848\">0,68 persen<\/strong>, bukanlah akhir dari apa pun. Mereka hanyalah bagian dari cerita yang lebih besar, cerita yang tidak pernah selesai dalam satu musim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5984\" data-end=\"6360\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dan selama masih ada yang menanam, selama masih ada yang percaya bahwa musim berikutnya bisa lebih baik, maka angka-angka ini akan terus bergerak. Tidak selalu naik, tidak selalu turun, tetapi selalu hidup. Karena pada akhirnya, di antara semua data dan statistik, ada satu hal yang tidak pernah berubah\u2014bahwa tanah akan selalu memberi, selama manusia tidak berhenti berharap.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah &#8211; Kolom) Pagi itu tidak berbeda, tetapi juga tidak sama. Kabut masih turun perlahan di atas ladang jagung, menutupi batas antara tanah dan langit, seolah memberi waktu bagi angka-angka untuk berbicara sebelum manusia menyadarinya. Februari 2026 datang dengan cara yang sunyi, membawa kabar yang tidak terdengar, tetapi terasa. Di seluruh negeri, luas panen jagung pipilan tercatat 0,31 juta hektare, lebih kecil dibandingkan 0,33 juta hektare pada Februari 2025. Selisih 0,02 juta hektare itu tampak kecil, tetapi ia menyimpan cerita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":360441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[3,93,6,37,176],"tags":[609],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Di Antara Musim dan Angka Jagung - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Di Antara Musim dan Angka Jagung - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah &#8211; Kolom) Pagi itu tidak berbeda, tetapi juga tidak sama. Kabut masih turun perlahan di atas ladang jagung, menutupi batas antara tanah dan langit, seolah memberi waktu bagi angka-angka untuk berbicara sebelum manusia menyadarinya. Februari 2026 datang dengan cara yang sunyi, membawa kabar yang tidak terdengar, tetapi terasa. Di seluruh negeri, luas panen jagung pipilan tercatat 0,31 juta hektare, lebih kecil dibandingkan 0,33 juta hektare pada Februari 2025. Selisih 0,02 juta hektare itu tampak kecil, tetapi ia menyimpan cerita [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-29T12:03:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-29T12:11:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/JAGUNG.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/\",\"name\":\"Di Antara Musim dan Angka Jagung - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-04-29T12:03:01+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-29T12:11:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Di Antara Musim dan Angka Jagung\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Di Antara Musim dan Angka Jagung - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Di Antara Musim dan Angka Jagung - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah &#8211; Kolom) Pagi itu tidak berbeda, tetapi juga tidak sama. Kabut masih turun perlahan di atas ladang jagung, menutupi batas antara tanah dan langit, seolah memberi waktu bagi angka-angka untuk berbicara sebelum manusia menyadarinya. Februari 2026 datang dengan cara yang sunyi, membawa kabar yang tidak terdengar, tetapi terasa. Di seluruh negeri, luas panen jagung pipilan tercatat 0,31 juta hektare, lebih kecil dibandingkan 0,33 juta hektare pada Februari 2025. Selisih 0,02 juta hektare itu tampak kecil, tetapi ia menyimpan cerita [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-04-29T12:03:01+00:00","article_modified_time":"2026-04-29T12:11:23+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/JAGUNG.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/","name":"Di Antara Musim dan Angka Jagung - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-04-29T12:03:01+00:00","dateModified":"2026-04-29T12:11:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/04\/29\/di-antara-musim-dan-angka-jagung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Di Antara Musim dan Angka Jagung"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371681"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371681"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":371685,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371681\/revisions\/371685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/360441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}