{"id":368870,"date":"2026-03-16T16:51:19","date_gmt":"2026-03-16T09:51:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=368870"},"modified":"2026-03-16T17:03:27","modified_gmt":"2026-03-16T10:03:27","slug":"presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/","title":{"rendered":"Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"76\" data-end=\"659\">(Beritadaerah-Kolom) Ketika ketegangan geopolitik meningkat di berbagai kawasan dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik, namun juga bisa membuat gejolak ekonomi global. Negara berkembang seperti Indonesia, yang memiliki keterkaitan kuat dengan perdagangan internasional, energi, dan arus keuangan global, tidak luput dari dampak tersebut. Dalam situasi seperti ini, komunikasi pemerintah kepada publik menjadi sangat penting, terutama untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kemungkinan perubahan kondisi ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"661\" data-end=\"1196\">Pernyataan Presiden Indonesia yang meminta masyarakat bersiap menghadapi potensi kesulitan akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah mencoba menyampaikan peringatan dini kepada publik. Langkah tersebut dinilai patut diapresiasi karena menunjukkan sikap keterbukaan pemerintah terhadap situasi yang berpotensi menantang di masa depan. Transparansi semacam ini dianggap penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mengajak masyarakat menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar objek kebijakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1198\" data-end=\"1728\">Pendekatan komunikasi yang jujur dan terbuka merupakan tren yang baik dalam tata kelola pemerintahan. Masyarakat tidak boleh dibiarkan dalam ketidakpastian ketika menghadapi potensi risiko ekonomi. Dengan memberikan gambaran mengenai kemungkinan kesulitan yang akan datang, pemerintah justru membantu masyarakat mempersiapkan diri secara rasional. Hal ini juga mencegah munculnya kecurigaan atau ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah, yang sering kali muncul ketika informasi disampaikan secara parsial atau tidak konsisten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1730\" data-end=\"2188\">Pendekatan semacam ini pernah terlihat pada respons pemerintah Singapura ketika terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah. Perdana Menteri Singapura saat itu secara langsung memberikan pidato kepada rakyatnya dan menyampaikan bahwa negaranya kemungkinan akan menghadapi defisit anggaran serta masa-masa yang lebih sulit. Pendekatan seperti itu memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai arah kebijakan pemerintah dan kondisi yang mungkin dihadapi negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2190\" data-end=\"2622\">Sebaliknya, ketika para pejabat pemerintah hanya menyampaikan bahwa kondisi masih aman tanpa memberikan gambaran yang realistis, hal tersebut justru berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik. Masyarakat dapat merasakan adanya ketidaksesuaian antara realitas yang mereka hadapi dengan pernyataan resmi pemerintah. Oleh karena itu, komunikasi yang jujur dan realistis menjadi kunci untuk menjaga stabilitas psikologis masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2624\" data-end=\"3043\">Situasi ini dapat dianalogikan seperti seorang pengemudi bus yang memberi peringatan kepada para penumpangnya bahwa perjalanan ke depan akan melewati jalan yang bergelombang. Dalam kondisi seperti itu, para penumpang diminta untuk mengencangkan sabuk pengaman dan bersiap menghadapi guncangan. Peringatan tersebut bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan agar semua pihak dapat mempersiapkan diri secara lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3045\" data-end=\"3465\">Tanpa adanya peringatan semacam itu pun masyarakat sebenarnya sudah dapat merasakan tanda-tanda perubahan ekonomi. Mereka memahami bahwa konflik internasional dapat memicu kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok, hingga fluktuasi nilai tukar. Namun ketika pemerintah menyampaikan peringatan secara terbuka, masyarakat dapat lebih mudah memahami arah kebijakan yang akan diambil dan menyesuaikan perilaku ekonominya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3467\" data-end=\"3994\">Beberapa konsekuensi ekonomi yang mungkin terjadi antara lain kenaikan harga barang akibat tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta potensi penyesuaian harga energi bersubsidi. Bagi masyarakat yang memiliki ketergantungan pada barang impor atau yang memiliki anggota keluarga yang menempuh pendidikan di luar negeri, pelemahan nilai tukar dapat meningkatkan beban biaya hidup. Dalam situasi seperti itu, masyarakat perlu mulai bersiap dengan cara menghemat pengeluaran dan mengelola keuangan secara lebih hati-hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3996\" data-end=\"4399\">Peringatan dari presiden juga dapat dipahami sebagai sinyal bahwa pemerintah mungkin akan mengambil langkah kebijakan yang tidak selalu populer. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, pemerintah sering kali dihadapkan pada pilihan yang kompleks, termasuk menunda atau mengurangi program-program yang bersifat populis. Dalam situasi fiskal yang menantang, langkah semacam itu merupakan pilihan yang realistis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4401\" data-end=\"4778\">Bahkan sebelum konflik di Timur Tengah, kondisi fiskal Indonesia sebenarnya sudah menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, ketika tekanan eksternal meningkat, pemerintah perlu melakukan penyesuaian prioritas anggaran. Program-program yang bersifat populis mungkin perlu ditunda sementara waktu agar sumber daya negara dapat difokuskan pada kebutuhan yang lebih mendesak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4780\" data-end=\"5233\">Kondisi ini dapat dianalogikan seperti perjalanan bus yang melewati jalan bergelombang. Dalam situasi seperti itu, tidak tepat jika penumpang justru mengadakan pesta yang meriah di dalam kendaraan. Hal yang lebih penting adalah memastikan perjalanan tetap aman dan stabil. Demikian pula dalam kebijakan ekonomi, pemerintah perlu mengutamakan langkah-langkah yang bersifat substantif daripada kebijakan yang hanya bertujuan untuk mendapatkan popularitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5235\" data-end=\"5573\">Beberapa program pemerintah yang membutuhkan anggaran besar juga perlu dievaluasi kembali prioritasnya. Program bantuan berskala besar dapat difokuskan terlebih dahulu pada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan cara ini, pemerintah dapat mengurangi tekanan anggaran tanpa mengorbankan perlindungan bagi kelompok rentan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5575\" data-end=\"5844\">Selain itu, beberapa proyek yang memerlukan belanja negara dalam jumlah besar juga dapat ditunda sementara waktu. Rasionalisasi anggaran menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap pengeluaran negara benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang paling mendesak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5846\" data-end=\"6337\">Dalam konteks komunikasi publik, para pejabat pemerintah juga perlu berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Informasi yang disampaikan secara tidak lengkap atau tanpa konteks dapat menimbulkan kesalahpahaman. Misalnya, ketika ada pernyataan mengenai cadangan bahan bakar yang hanya cukup untuk jangka waktu tertentu, sebagian masyarakat dapat menafsirkan bahwa pasokan energi akan segera habis. Padahal, yang dimaksud adalah cadangan komersial sebelum pasokan baru tiba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6339\" data-end=\"6585\">Karena itu, penyampaian informasi harus dilakukan secara jelas dan utuh agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa pemerintah memiliki strategi untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan kebutuhan pokok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6587\" data-end=\"6944\">Di sisi lain, gejolak ekonomi juga diperkirakan akan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari raya. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, periode Ramadan dan Lebaran biasanya diwarnai dengan peningkatan konsumsi. Namun dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, masyarakat cenderung bersikap lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6946\" data-end=\"7386\">Masyarakat Indonesia pada dasarnya cukup rasional dalam mengelola pengeluaran mereka. Ketika mereka menerima sinyal bahwa kondisi ekonomi akan lebih sulit, mereka cenderung menahan belanja dan memprioritaskan kebutuhan yang paling penting. Beberapa indikasi awal sudah terlihat, misalnya penurunan pembelian bahan makanan tertentu di pasar serta kemudahan mendapatkan tiket perjalanan yang biasanya sangat sulit diperoleh menjelang Lebaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7388\" data-end=\"7692\">Meskipun demikian, suasana perayaan hari raya kemungkinan tetap berlangsung meriah. Tradisi berkumpul bersama keluarga akan tetap berjalan, tetapi mungkin dengan cara yang lebih sederhana. Pengeluaran untuk hadiah, konsumsi, maupun perjalanan kemungkinan akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7694\" data-end=\"7994\">Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat mampu beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang berubah. Dari sisi sosial, sikap tersebut mencerminkan rasionalitas dalam pengelolaan keuangan. Namun dari sisi ekonomi makro, penurunan konsumsi rumah tangga dapat berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7996\" data-end=\"8310\">Target pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5 persen pada kuartal pertama masih mungkin tercapai karena adanya berbagai faktor musiman seperti liburan akhir tahun, Ramadan, dan Lebaran. Selain itu, beberapa program pemerintah serta pemberian tunjangan hari raya juga dapat mendorong aktivitas ekonomi dalam jangka pendek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"8312\" data-end=\"8624\">Namun pertumbuhan tersebut kemungkinan bersifat sementara. Pada kuartal-kuartal berikutnya, pertumbuhan ekonomi dapat menghadapi tantangan yang lebih besar, terutama jika tekanan eksternal terus berlanjut. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempersiapkan strategi jangka menengah untuk menjaga stabilitas ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"8626\" data-end=\"9018\">Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah kondisi fiskal. Konflik di Timur Tengah pada akhirnya juga dapat berdampak pada beban anggaran negara, terutama melalui kenaikan harga energi dan potensi pelemahan nilai tukar. Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan fiskal tersebut dapat merembet ke sektor moneter dan memengaruhi stabilitas keuangan secara keseluruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"9020\" data-end=\"9311\">Karena itu, disiplin fiskal menjadi langkah yang sangat penting. Pemerintah perlu menunda pengeluaran yang tidak mendesak dan memfokuskan anggaran pada upaya mengantisipasi dampak krisis. Selain itu, sektor swasta juga perlu dilibatkan secara lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"9313\" data-end=\"9565\">Perbaikan iklim investasi dan penegakan hukum yang lebih ramah terhadap dunia usaha menjadi faktor penting untuk menggerakkan sektor swasta. Ketika investasi meningkat, lapangan kerja dapat tercipta dan tekanan terhadap anggaran negara dapat berkurang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"9567\" data-end=\"9962\">Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperkuat ketahanan pangan dan energi sebagai bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian global. Perubahan iklim dan potensi kekeringan dapat memperburuk kondisi ekonomi jika tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, kebijakan yang berfokus pada stabilitas pasokan pangan dan energi menjadi sangat penting dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"9964\" data-end=\"10358\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Kesiapan kolektif menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian global. Pemerintah perlu menjaga transparansi dan disiplin kebijakan, sementara masyarakat perlu menyesuaikan perilaku ekonominya secara rasional. Jika kedua pihak dapat bekerja bersama, Indonesia memiliki peluang untuk melewati periode yang penuh tantangan ini tanpa mengalami guncangan ekonomi yang terlalu besar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Ketika ketegangan geopolitik meningkat di berbagai kawasan dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik, namun juga bisa membuat gejolak ekonomi global. Negara berkembang seperti Indonesia, yang memiliki keterkaitan kuat dengan perdagangan internasional, energi, dan arus keuangan global, tidak luput dari dampak tersebut. Dalam situasi seperti ini, komunikasi pemerintah kepada publik menjadi sangat penting, terutama untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kemungkinan perubahan kondisi ekonomi. Pernyataan Presiden Indonesia yang meminta masyarakat bersiap menghadapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":368879,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[3,93,6,176],"tags":[3626],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sisi lain, gejolak ekonomi juga diperkirakan akan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari raya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sisi lain, gejolak ekonomi juga diperkirakan akan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari raya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-16T09:51:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-16T10:03:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/gejolak-ekonomi-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/\",\"name\":\"Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-03-16T09:51:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-16T10:03:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"description\":\"Di sisi lain, gejolak ekonomi juga diperkirakan akan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari raya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi - Berita Daerah","description":"Di sisi lain, gejolak ekonomi juga diperkirakan akan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari raya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi - Berita Daerah","og_description":"Di sisi lain, gejolak ekonomi juga diperkirakan akan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari raya.","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-03-16T09:51:19+00:00","article_modified_time":"2026-03-16T10:03:27+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/gejolak-ekonomi-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/","name":"Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-03-16T09:51:19+00:00","dateModified":"2026-03-16T10:03:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"description":"Di sisi lain, gejolak ekonomi juga diperkirakan akan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari raya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/03\/16\/presiden-dan-ajakan-bersiap-menghadapi-gejolak-ekonomi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Presiden dan Ajakan Bersiap Menghadapi Gejolak Ekonomi"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/368870"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=368870"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/368870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":368876,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/368870\/revisions\/368876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/368879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=368870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=368870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=368870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}