{"id":366113,"date":"2026-01-27T08:20:26","date_gmt":"2026-01-27T01:20:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=366113"},"modified":"2026-01-27T08:20:26","modified_gmt":"2026-01-27T01:20:26","slug":"kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/","title":{"rendered":"Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\">(Beritadaerah-Jakarta) Menghadapi perubahan iklim yang terjadi di Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) antisipasi gangguan ketahanan pangan. Perubahan iklim yang terjadi memicu hujan ekstrem dan meningkatkan risiko banjir menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional. Kondisi ini menuntut langkah yang lebih adaptif dan terukur untuk menekan risiko gagal panen.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cuaca ekstrem merupakan ancaman serius bagi produktivitas pertanian karena memicu ketidakpastian musim tanam, kekeringan, dan banjir, yang berpotensi meningkatkan risiko gagal panen<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cKita harus melakukan mitigasi risiko agar dampaknya tidak mengganggu ketahanan pangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sejalan dengan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa perubahan iklim ekstrem meningkatkan risiko gagal panen akibat fluktuasi suhu, perubahan pola curah hujan, dan kejadian cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cFenomena ini menjadi ancaman nyata bagi sektor pertanian Indonesia, sehingga sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman.red) diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap iklim,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sebagai bagian dari upaya tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 4 bertema \u201cAntisipasi Banjir dan Perubahan Iklim: Strategi Tanam Cerdas untuk Meningkatkan Produksi Padi\u201d, Sabtu (24\/1). Forum ini menjadi wadah peningkatan literasi iklim serta penguatan kapasitas penyuluh, petani, dan generasi muda pertanian dalam merespons risiko cuaca ekstrem.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Webinar ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa, penyuluh pertanian, serta petani dari berbagai daerah. Para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan strategi tanam cerdas berbasis iklim di lapangan guna meminimalkan dampak hujan ekstrem dan potensi banjir terhadap produksi pangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Untuk memperkaya perspektif strategi adaptasi, forum menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pelaku lapangan, antara lain Prof. Dr. Antonius Suparno, M.P. (Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Papua), Fadri Prasetya, S.Tr., Met. (Pengamat Meteorologi dan Geofisika Penyelia), serta Feri Irawan (Sekretaris Brigade Pangan Sejahtera 1).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Prof. Antonius menekankan pentingnya penguasaan ilmu klimatologi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam strategi tanam. Menurutnya, pemanfaatan data dan prediksi cuaca menjadi kunci dalam mengantisipasi risiko iklim di sektor pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cDengan memahami prediksi cuaca, petani dan pemerhati pertanian dapat melakukan antisipasi dini. Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan fenomena nyata yang sudah dan sedang terjadi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sementara itu, Fadri Prasetya menjelaskan bahwa mitigasi perubahan iklim perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir, normalisasi sungai, penerapan sistem peringatan dini, hingga adaptasi berbasis alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sedangkan. Feri Irawan berbagi pengalaman dan mengajak petani untuk menerapkan strategi adaptasi melalui percepatan pengolahan lahan dan ketepatan waktu tanam sebagai kunci menjaga produktivitas padi di tengah cuaca ekstrem.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ia menuturkan bahwa dukungan pemerintah melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta keterlibatan pihak swasta, telah mempercepat proses pengolahan lahan dibandingkan metode konvensional, sehingga petani tidak kehilangan momentum masa tanam yang krusial.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Menutup kegiatan, Kepala Pusat Pendidikan Muhammad Amin menegaskan bahwa tema yang diangkat relevan dengan kondisi curah hujan tinggi di berbagai wilayah serta mendukung mitigasi risiko terhadap program strategis Kementerian Pertanian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Jakarta) Menghadapi perubahan iklim yang terjadi di Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) antisipasi gangguan ketahanan pangan. Perubahan iklim yang terjadi memicu hujan ekstrem dan meningkatkan risiko banjir menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional. Kondisi ini menuntut langkah yang lebih adaptif dan terukur untuk menekan risiko gagal panen. Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cuaca ekstrem merupakan ancaman serius bagi produktivitas pertanian karena memicu ketidakpastian musim tanam, kekeringan, dan banjir, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":366114,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[93,37],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Jakarta) Menghadapi perubahan iklim yang terjadi di Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) antisipasi gangguan ketahanan pangan. Perubahan iklim yang terjadi memicu hujan ekstrem dan meningkatkan risiko banjir menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional. Kondisi ini menuntut langkah yang lebih adaptif dan terukur untuk menekan risiko gagal panen. Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cuaca ekstrem merupakan ancaman serius bagi produktivitas pertanian karena memicu ketidakpastian musim tanam, kekeringan, dan banjir, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-27T01:20:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-2026-01-27-081348.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"587\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"364\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Handi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Handi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/\",\"name\":\"Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-01-27T01:20:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-27T01:20:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420\",\"name\":\"Handi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg\",\"caption\":\"Handi\"},\"description\":\"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Jakarta) Menghadapi perubahan iklim yang terjadi di Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) antisipasi gangguan ketahanan pangan. Perubahan iklim yang terjadi memicu hujan ekstrem dan meningkatkan risiko banjir menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional. Kondisi ini menuntut langkah yang lebih adaptif dan terukur untuk menekan risiko gagal panen. Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cuaca ekstrem merupakan ancaman serius bagi produktivitas pertanian karena memicu ketidakpastian musim tanam, kekeringan, dan banjir, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2026-01-27T01:20:26+00:00","og_image":[{"width":587,"height":364,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Screenshot-2026-01-27-081348.png","type":"image\/png"}],"author":"Handi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Handi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/","name":"Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2026-01-27T01:20:26+00:00","dateModified":"2026-01-27T01:20:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2026\/01\/27\/kementan-bekali-penyuluh-dan-petani-strategi-tanam-cerdas-hadapi-cuaca-ekstrem\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kementan Bekali Penyuluh dan Petani Strategi Tanam Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/d2bbd006fc6beacb04826f63b933c420","name":"Handi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/WhatsApp-Image-2022-08-05-at-13.39.57.jpeg","caption":"Handi"},"description":"Editor in beritadaerah.co.id, Consultant at LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah).","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/handi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366113"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=366113"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":366115,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/366113\/revisions\/366115"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/366114"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=366113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=366113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=366113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}