{"id":357948,"date":"2025-05-19T00:56:29","date_gmt":"2025-05-18T17:56:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=357948"},"modified":"2025-05-19T14:12:00","modified_gmt":"2025-05-19T07:12:00","slug":"cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/","title":{"rendered":"Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"309\" data-end=\"747\">(Beritadaerah-Kolom) Bayangkan kita sedang naik bus dari Banda Aceh ke Wamena untuk mengenal manusia Indonesia. Perjalanan panjang yang membawa kita melintasi kota-kota besar, desa-desa di pegunungan, dan pelabuhan kecil di pesisir. Tapi bukan pemandangan yang ingin kita ceritakan di sini, melainkan manusia. Ya, manusia Indonesia dan kualitas hidup mereka. Tahun 2024, Badan Pusat Statistik menerbitkan laporan terbaru soal <em data-start=\"681\" data-end=\"709\">Indeks Pembangunan Manusia<\/em>, dan dari sinilah cerita ini dimulai.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"754\" data-end=\"794\"><em data-start=\"754\" data-end=\"794\">Indonesia terus naik tapi belum merata<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"796\" data-end=\"1058\">Secara nasional, Indonesia makin membaik. IPM tahun 2024 tercatat sebesar 75,02. Ini naik dari 74,39 di tahun sebelumnya. Apa artinya? Rata-rata orang Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, lebih pintar, dan punya pengeluaran lebih banyak dibanding tahun lalu.<\/p>\n<p data-start=\"796\" data-end=\"1058\">Baca juga : <a href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2021\/11\/15\/indeks-pembangunan-manusia-indonesia-ipm-tahun-2021-mencapai-7229\/\">Indeks Pembangunan Manusia Indonesia (IPM) Tahun 2021 Mencapai 72,29<\/a><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1060\" data-end=\"1430\">Rinciannya begini. Harapan hidup mencapai 74,15 tahun. Anak-anak berumur 7 tahun sekarang punya harapan untuk sekolah hingga 13,21 tahun. Dan orang dewasa berusia 25 ke atas rata-rata sudah menempuh 8,85 tahun pendidikan\u2014setara dengan kelas dua SMA. Sementara pengeluaran per kapita per tahun kini mencapai Rp12,34 juta. Meningkat cukup signifikan dari tahun sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1432\" data-end=\"1548\">Tapi semua angka itu adalah gambaran besar. Ketika kita pecah ke tingkat provinsi, ceritanya menjadi lebih berwarna.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1555\" data-end=\"1586\"><em data-start=\"1555\" data-end=\"1586\">Jakarta unggul Papua mengejar<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1588\" data-end=\"1922\">Tak mengejutkan, DKI Jakarta masih di posisi teratas. IPM-nya mencapai 82,47\u2014kategori <em data-start=\"1674\" data-end=\"1689\">sangat tinggi<\/em>. Diikuti oleh Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 80,65, lalu Kalimantan Timur, Bali, dan Kepulauan Riau. Kota-kota ini punya banyak fasilitas: rumah sakit besar, universitas ternama, industri kreatif, dan peluang kerja yang melimpah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1924\" data-end=\"2154\">Tapi kita tidak bisa menutup mata dari sisi timur Indonesia. Di Papua Pegunungan, IPM masih di angka 56,44. Papua Selatan 57,07. Papua Tengah 58,37. Semua masuk kategori <em data-start=\"2094\" data-end=\"2102\">rendah<\/em>. Tapi, justru di sinilah kita menemukan kabar baik.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2156\" data-end=\"2393\">Pertumbuhan IPM di provinsi-provinsi baru di Papua tergolong cepat. Papua Pegunungan mencatat pertumbuhan 1,62 persen dalam dua tahun terakhir\u2014tertinggi di Indonesia. Mereka mungkin masih jauh tertinggal, tapi arah mereka jelas: ke atas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_342295\" aria-describedby=\"caption-attachment-342295\" style=\"width: 1599px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-342295 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Penyuluhan-Papua.jpg\" alt=\"manusia Indonesia\" width=\"1599\" height=\"1200\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Penyuluhan-Papua.jpg 1599w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Penyuluhan-Papua-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Penyuluhan-Papua-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Penyuluhan-Papua-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Penyuluhan-Papua-1536x1153.jpg 1536w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Penyuluhan-Papua-750x563.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Penyuluhan-Papua-1200x901.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1599px) 100vw, 1599px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-342295\" class=\"wp-caption-text\">(Photo: Tin Rumbo\/BD)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2400\" data-end=\"2444\"><em data-start=\"2400\" data-end=\"2444\">Jawa penuh kontras satu provinsi dua dunia<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2446\" data-end=\"2679\">Kalau melihat Pulau Jawa, kita seolah melihat dua dunia dalam satu pulau. Di Jawa Barat, misalnya, Kota Depok punya IPM 82,35. Sementara Kabupaten Pangandaran hanya 66,52. Sama-sama di Jawa Barat, tapi kondisinya bisa sangat berbeda.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2681\" data-end=\"2953\">Di Jawa Tengah, Semarang terlihat unggul, sementara daerah pegunungan di selatan dan barat masih tertinggal. Hal serupa juga terjadi di Jawa Timur dan Banten. Kota-kota besar terus bergerak maju, sementara kabupaten yang jauh dari pusat ekonomi harus berjuang lebih keras.<\/p>\n<p data-start=\"2681\" data-end=\"2953\"><img class=\"aligncenter wp-image-344902 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah.jpg\" alt=\"Pertanian manusia Indonesia\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah.jpg 1600w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-360x240.jpg 360w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-480x320.jpg 480w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-720x480.jpg 720w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-1200x800.jpg 1200w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Petani-Cabai-Temanggung-Image-Jawa-Tengah-750x500.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2960\" data-end=\"2990\"><em data-start=\"2960\" data-end=\"2990\">Apa arti IPM bagi kita semua<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2992\" data-end=\"3153\">IPM disusun dari tiga komponen yaitu<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2992\" data-end=\"3153\">umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Ini bukan hanya soal angka statistik. Ini soal hidup nyata.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3155\" data-end=\"3407\">Untuk komponen kesehatan, harapan hidup naik dari 73,37 tahun pada 2020 menjadi 74,15 di 2024. Di balik kenaikan ini ada lebih banyak bayi lahir dengan selamat, ada perbaikan gizi, ada layanan imunisasi, dan program puskesmas keliling yang lebih aktif.<\/p>\n<figure id=\"attachment_357579\" aria-describedby=\"caption-attachment-357579\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img class=\"wp-image-357579 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-scaled.jpeg\" alt=\"Manusia Indonesia Menurut Bupati Ipuk, perjuangan Agus tidak sebatas kegiatan mengajar, tetapi juga menjadi penyala semangat dan harapan bagi anak-anak. Pemerintah daerah, lanjut Ipuk, akan terus memperkuat program pendidikan, terutama untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah melalui inisiatif seperti Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh).\" width=\"2560\" height=\"1703\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-scaled.jpeg 2560w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-1024x681.jpeg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-768x511.jpeg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-1536x1022.jpeg 1536w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-2048x1363.jpeg 2048w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-360x240.jpeg 360w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-480x320.jpeg 480w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-720x480.jpeg 720w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-750x499.jpeg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Dedikasi-Guru-Honorer-Banyuwangi-Dapat-Apresiasi-Bupati-image-Banyuwangi-1200x798.jpeg 1200w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-357579\" class=\"wp-caption-text\">Menurut Bupati Ipuk, perjuangan Agus tidak sebatas kegiatan mengajar, tetapi juga menjadi penyala semangat dan harapan bagi anak-anak. Pemerintah daerah, lanjut Ipuk, akan terus memperkuat program pendidikan, terutama untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah melalui inisiatif seperti Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh).<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3409\" data-end=\"3678\">Di bidang pendidikan, harapan lama sekolah naik menjadi 13,21 tahun. Tapi rata-rata lama sekolah orang dewasa masih 8,85 tahun. Ini artinya, kita masih punya PR besar: mengejar pendidikan orang tua kita yang terputus karena keadaan ekonomi, jarak sekolah, atau tradisi.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3680\" data-end=\"3883\">Untuk standar hidup, pengeluaran per kapita yang disesuaikan naik menjadi Rp12,34 juta setahun. Ini adalah tanda bahwa daya beli membaik. Tapi juga menunjukkan tantangan baru: biaya hidup juga meningkat.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3890\" data-end=\"3925\"><em data-start=\"3890\" data-end=\"3925\">Disparitas tetap jadi cerita lama<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3927\" data-end=\"4066\">Satu hal yang terus menjadi tantangan adalah ketimpangan. Bahkan di provinsi dengan IPM tinggi, ada jurang besar antara kota dan kabupaten.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4068\" data-end=\"4289\">Contohnya di Kalimantan Timur. Kota Balikpapan punya IPM 81,16. Tapi Mahakam Ulu hanya 67,49. Di Bali, Denpasar berada di angka 82,59, sementara Bangli masih 72,30. Di satu provinsi, perbedaan bisa mencapai 10 poin lebih.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4291\" data-end=\"4496\">Ini mencerminkan perbedaan akses terhadap dokter, guru berkualitas, internet, transportasi, dan bahkan listrik. Dan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal perhatian dan kebijakan yang berpihak.<\/p>\n<figure id=\"attachment_293741\" aria-describedby=\"caption-attachment-293741\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-293741 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pelabuhan-Kolonedale-Morowali-Utara-Sulawesi-Tengah.jpg\" alt=\"manusia Indonesia\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pelabuhan-Kolonedale-Morowali-Utara-Sulawesi-Tengah.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pelabuhan-Kolonedale-Morowali-Utara-Sulawesi-Tengah-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pelabuhan-Kolonedale-Morowali-Utara-Sulawesi-Tengah-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Pelabuhan-Kolonedale-Morowali-Utara-Sulawesi-Tengah-80x60.jpg 80w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-293741\" class=\"wp-caption-text\">Pelabuhan Kolonedale, Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Foto: Kemkominfo)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4503\" data-end=\"4542\"><em data-start=\"4503\" data-end=\"4542\">Perubahan status yang patut dirayakan<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4544\" data-end=\"4750\">Tahun ini, ada dua kabar baik. Sulawesi Barat naik dari status <em data-start=\"4607\" data-end=\"4615\">sedang<\/em> menjadi <em data-start=\"4624\" data-end=\"4632\">tinggi<\/em>. Papua Tengah dari <em data-start=\"4652\" data-end=\"4660\">rendah<\/em> ke <em data-start=\"4664\" data-end=\"4672\">sedang<\/em>. Keduanya menunjukkan bahwa perubahan mungkin, asal ada usaha yang konsisten.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4752\" data-end=\"5033\">Jumlah provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia kategori <em data-start=\"4788\" data-end=\"4796\">tinggi<\/em> kini mencapai 30. Hanya satu yang masih di kategori <em data-start=\"4849\" data-end=\"4857\">rendah<\/em>. Sisanya di <em data-start=\"4870\" data-end=\"4878\">sedang<\/em>, dan ada tujuh provinsi yang sudah mencapai <em data-start=\"4923\" data-end=\"4938\">sangat tinggi<\/em>. Ini menunjukkan bahwa perlahan tapi pasti, wajah pembangunan manusia Indonesia mulai berubah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5040\" data-end=\"5093\"><em data-start=\"5040\" data-end=\"5093\">Lebih dari IPM ada banyak indikator penting lainnya<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5095\" data-end=\"5290\">Laporan BPS ini juga memuat berbagai indikator tambahan. Misalnya, angka partisipasi sekolah untuk usia 16\u201318 tahun, angka melek huruf, pengeluaran rumah tangga, serta angka pengangguran terbuka.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5292\" data-end=\"5577\">Di Jawa Tengah, partisipasi sekolah anak remaja mencapai 76 persen. Di beberapa kabupaten di Papua, angka ini masih di bawah 60 persen. Tapi di sisi lain, angka melek huruf di Papua Barat melonjak dalam dua tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa kemajuan bisa datang dari berbagai arah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_357698\" aria-describedby=\"caption-attachment-357698\" style=\"width: 2048px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-357698 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Rembang-Buka-Layanan-Konsultasi-Digital-melalui-Program-Telemedisin-Image-Jateng-Prov.jpg\" alt=\"Manusia Indonesia Soesi menjelaskan bahwa program ini juga didukung oleh dua rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk oleh BPJS Kesehatan Cabang Pati, yakni RSUD dr. R. Soetrasno Rembang dan KSH Pati. Seluruh Puskesmas peserta akan terhubung secara digital dengan dokter di kedua rumah sakit tersebut untuk menunjang pelaksanaan layanan Telemedisin.\" width=\"2048\" height=\"1536\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Rembang-Buka-Layanan-Konsultasi-Digital-melalui-Program-Telemedisin-Image-Jateng-Prov.jpg 2048w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Rembang-Buka-Layanan-Konsultasi-Digital-melalui-Program-Telemedisin-Image-Jateng-Prov-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Rembang-Buka-Layanan-Konsultasi-Digital-melalui-Program-Telemedisin-Image-Jateng-Prov-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Rembang-Buka-Layanan-Konsultasi-Digital-melalui-Program-Telemedisin-Image-Jateng-Prov-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Rembang-Buka-Layanan-Konsultasi-Digital-melalui-Program-Telemedisin-Image-Jateng-Prov-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Rembang-Buka-Layanan-Konsultasi-Digital-melalui-Program-Telemedisin-Image-Jateng-Prov-750x563.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Rembang-Buka-Layanan-Konsultasi-Digital-melalui-Program-Telemedisin-Image-Jateng-Prov-1200x900.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 2048px) 100vw, 2048px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-357698\" class=\"wp-caption-text\">Lebih lanjut, Soesi menjelaskan bahwa program ini juga didukung oleh dua rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk oleh BPJS Kesehatan Cabang Pati, yakni RSUD dr. R. Soetrasno Rembang dan KSH Pati. Seluruh Puskesmas peserta akan terhubung secara digital dengan dokter di kedua rumah sakit tersebut untuk menunjang pelaksanaan layanan Telemedisin.<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5584\" data-end=\"5638\"><em data-start=\"5584\" data-end=\"5638\">Kesehatan pendidikan dan ekonomi harus saling dukung<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5640\" data-end=\"5985\">Tiga pilar IPM\u2014kesehatan, pendidikan, dan ekonomi\u2014tidak bisa berjalan sendiri. Harapan hidup akan sulit naik jika akses ke air bersih dan gizi masih terbatas. Pendidikan tak akan berarti jika murid harus berjalan lima kilometer untuk sampai sekolah. Dan ekonomi tak akan berkembang jika lulusan sekolah tak punya keterampilan kerja yang relevan.<\/p>\n<p data-start=\"5640\" data-end=\"5985\">Baca juga : <a href=\"https:\/\/www.vibizmedia.com\/index.php\/2025\/04\/11\/hutama-karya-resmi-bangun-rsud-tafaeri-tingkatkan-akses-kesehatan-di-nias-utara\/\">Hutama Karya Resmi Bangun RSUD Tafaeri, Tingkatkan Akses Kesehatan di Nias Utara<\/a><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5987\" data-end=\"6168\">Di sinilah pentingnya pendekatan terintegrasi. Pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, masyarakat, dan media perlu duduk bersama. Bukan hanya bicara data, tapi merumuskan aksi nyata.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6175\" data-end=\"6224\"><em data-start=\"6175\" data-end=\"6224\">Pembangunan manusia bukan tugas pemerintah saja<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6226\" data-end=\"6572\">Contoh sukses ada di banyak tempat. Di Sulawesi Selatan, kerja sama antara pemda dan universitas lokal berhasil menurunkan angka putus sekolah di beberapa kabupaten pesisir. Di Kalimantan Utara, perusahaan tambang ikut mendanai pelatihan kerja bagi pemuda lokal. Di Yogyakarta, komunitas warga membangun perpustakaan swadaya untuk anak-anak desa.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6574\" data-end=\"6709\">Semua ini bukan program nasional. Tapi dampaknya besar. Karena pada akhirnya, IPM bukan hanya milik pemerintah. Ini tentang kita semua.<\/p>\n<figure id=\"attachment_356639\" aria-describedby=\"caption-attachment-356639\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img class=\"wp-image-356639 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Mendengar-Suara-Rakyat-Lewat-Secangkir-Kopi-di-Pagi-Hari-Image-Gorontalo.jpg\" alt=\"Manusia Indonesia Warung kopi di Gorontalo bukan hanya tempat ngopi, tapi juga jadi tempat berkumpul dan berbagi pendapat. Di sini, semua orang bebas berbicara. Perbedaan pendapat tidak dianggap masalah, justru menjadi kekayaan. Kebersamaan dan kesederhanaan jadi ciri khas setiap obrolan.\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Mendengar-Suara-Rakyat-Lewat-Secangkir-Kopi-di-Pagi-Hari-Image-Gorontalo.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Mendengar-Suara-Rakyat-Lewat-Secangkir-Kopi-di-Pagi-Hari-Image-Gorontalo-300x225.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Mendengar-Suara-Rakyat-Lewat-Secangkir-Kopi-di-Pagi-Hari-Image-Gorontalo-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Mendengar-Suara-Rakyat-Lewat-Secangkir-Kopi-di-Pagi-Hari-Image-Gorontalo-750x563.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-356639\" class=\"wp-caption-text\">Warung kopi di Gorontalo bukan hanya tempat ngopi, tapi juga jadi tempat berkumpul dan berbagi pendapat. Di sini, semua orang bebas berbicara. Perbedaan pendapat tidak dianggap masalah, justru menjadi kekayaan. Kebersamaan dan kesederhanaan jadi ciri khas setiap obrolan.<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6716\" data-end=\"6765\"><em data-start=\"6716\" data-end=\"6765\">Kemajuan bukan garis lurus tapi arah yang jelas<\/em><\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6767\" data-end=\"6930\">Laporan IPM 2024 ini seperti kompas. Ia tak membawa kita ke tujuan akhir, tapi memberi arah. Dan arahnya cukup jelas: kita sedang bergerak maju. Pelan, tapi pasti.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6932\" data-end=\"7257\">Tantangan masih ada: kesenjangan, urbanisasi, perubahan iklim, bonus demografi, hingga digitalisasi. Tapi jika kita memahami data, lalu menjadikannya dasar keputusan, maka kita bisa memastikan bahwa setiap orang Indonesia\u2014di kota maupun desa, di barat maupun timur\u2014punya kesempatan untuk hidup sehat, belajar, dan berkembang.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7259\" data-end=\"7371\">Itulah hakikat pembangunan manusia. Bukan soal mengejar angka tinggi, tapi memastikan tidak ada yang tertinggal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Kolom) Bayangkan kita sedang naik bus dari Banda Aceh ke Wamena untuk mengenal manusia Indonesia. Perjalanan panjang yang membawa kita melintasi kota-kota besar, desa-desa di pegunungan, dan pelabuhan kecil di pesisir. Tapi bukan pemandangan yang ingin kita ceritakan di sini, melainkan manusia. Ya, manusia Indonesia dan kualitas hidup mereka. Tahun 2024, Badan Pusat Statistik menerbitkan laporan terbaru soal Indeks Pembangunan Manusia, dan dari sinilah cerita ini dimulai. Indonesia terus naik tapi belum merata Secara nasional, Indonesia makin membaik. IPM tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":354796,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"kia_subtitle":""},"categories":[93,6,176],"tags":[3430,3429],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jumlah provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia kategori tinggi kini 30. Hanya satu yang masih rendah, sisanya sedang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jumlah provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia kategori tinggi kini 30. Hanya satu yang masih rendah, sisanya sedang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-18T17:56:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-19T07:12:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Gadis-Papua.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"606\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Ari Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/\",\"name\":\"Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-05-18T17:56:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-19T07:12:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\"},\"description\":\"Jumlah provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia kategori tinggi kini 30. Hanya satu yang masih rendah, sisanya sedang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b\",\"name\":\"Fadjar Ari Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Ari Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.beritadaerah.co.id\"],\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia - Berita Daerah","description":"Jumlah provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia kategori tinggi kini 30. Hanya satu yang masih rendah, sisanya sedang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia - Berita Daerah","og_description":"Jumlah provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia kategori tinggi kini 30. Hanya satu yang masih rendah, sisanya sedang.","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2025-05-18T17:56:29+00:00","article_modified_time":"2025-05-19T07:12:00+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":606,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Gadis-Papua.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Ari Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Ari Dewanto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/","name":"Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2025-05-18T17:56:29+00:00","dateModified":"2025-05-19T07:12:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b"},"description":"Jumlah provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia kategori tinggi kini 30. Hanya satu yang masih rendah, sisanya sedang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/05\/19\/cerita-nyata-di-balik-angka-pembangunan-manusia-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita Nyata di Balik Angka Pembangunan Manusia Indonesia"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/85ed2f5492b68a7b853f8eb53fbab73b","name":"Fadjar Ari Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/551e2d24aaf1f2eac4a2857f7d83b8bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Ari Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.beritadaerah.co.id"],"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/fajar-ari-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357948"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=357948"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357948\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":357950,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357948\/revisions\/357950"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/354796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=357948"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=357948"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=357948"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}