{"id":356033,"date":"2025-04-01T13:22:59","date_gmt":"2025-04-01T06:22:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?p=356033"},"modified":"2025-04-01T13:22:59","modified_gmt":"2025-04-01T06:22:59","slug":"titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Beritadaerah-Wisata Nusantara)\u00a0 Jalan Raya Pos atau Jalan Daendels adalah salah satu proyek infrastruktur terbesar pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dibangun pada awal abad ke-19, jalan ini membentang sepanjang sekitar 1.000 kilometer dari Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur. Pembangunan jalan ini tidak hanya meninggalkan warisan sejarah yang mendalam, tetapi juga membuka jalur penting bagi perkembangan ekonomi dan transportasi di Pulau Jawa.<\/p>\n<p><img class=\"alignnone wp-image-356035 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol1.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"721\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol1.jpg 1280w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol1-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol1-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol1-768x433.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol1-750x422.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol1-1200x676.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejarah Pembangunan Jalan Raya Pos<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan Raya Pos dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels, pada tahun 1808. Proyek ini bertujuan untuk memperlancar komunikasi dan pergerakan pasukan guna mempertahankan Pulau Jawa dari ancaman Inggris. Pembangunan jalan ini dilakukan dengan kerja paksa (rodi), yang menyebabkan banyak korban jiwa di sepanjang jalurnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun dibangun dengan cara yang kejam, keberadaan Jalan Raya Pos membawa dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan perdagangan. Jalan ini menjadi jalur utama distribusi barang dan layanan pos antara berbagai kota di Pulau Jawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Titik Nol di Anyer<\/p>\n<p><img class=\"alignnone wp-image-356036 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol3.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"721\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol3.jpg 1280w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol3-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol3-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol3-768x433.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol3-750x422.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol3-1200x676.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Titik awal dari Jalan Raya Pos berada di Anyer, sebuah kota pesisir di Provinsi Banten. Di Anyer, terdapat monumen bersejarah yang dikenal sebagai &#8220;Titik Nol Kilometer Anyer-Panarukan.&#8221; Monumen ini menjadi simbol dimulainya pembangunan Jalan Raya Pos dan sering dikunjungi oleh wisatawan serta sejarawan yang ingin melihat jejak sejarah Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sekitar Anyer, wisatawan juga dapat menikmati keindahan pantai yang berpasir putih serta peninggalan sejarah lainnya, seperti Mercusuar Cikoneng yang dibangun setelah letusan Gunung Krakatau tahun 1883.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhir Jalan di Panarukan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Panarukan, yang terletak di Jawa Timur, merupakan titik akhir dari Jalan Raya Pos. Kota ini dikenal sebagai pusat perdagangan pada masa kolonial dan memiliki nilai historis sebagai bagian dari jalur transportasi utama di Jawa.<\/p>\n<p><img class=\"alignnone wp-image-356037 size-full\" src=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol4.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"721\" srcset=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol4.jpg 1280w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol4-300x169.jpg 300w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol4-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol4-768x433.jpg 768w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol4-750x422.jpg 750w, https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol4-1200x676.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun Panarukan saat ini tidak sepopuler kota-kota besar lainnya di Jawa Timur, kawasan ini tetap menyimpan jejak sejarah yang penting. Sisa-sisa jalan buatan Daendels masih dapat ditemukan di beberapa tempat, menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam menghadapi kolonialisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, Jalan Raya Pos masih menjadi jalur transportasi utama di Pulau Jawa. Beberapa bagian dari jalan ini telah diperbaiki dan diintegrasikan ke dalam jaringan jalan nasional. Jalan ini juga berkontribusi dalam perkembangan ekonomi di sepanjang jalurnya, dengan kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya yang tumbuh sebagai pusat perdagangan dan industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, peninggalan sejarah Jalan Raya Pos juga menjadi daya tarik wisata bagi mereka yang tertarik dengan sejarah kolonial Indonesia. Beberapa bagian jalan ini masih dapat ditemukan dalam kondisi aslinya, memberikan gambaran tentang bagaimana proyek besar ini mempengaruhi kehidupan masyarakat pada masanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Titik Nol Anyer-Panarukan bukan sekadar penanda geografis, tetapi juga simbol dari perjalanan sejarah Indonesia. Jalan Raya Pos yang dibangun di bawah perintah Daendels memiliki peran penting dalam membentuk infrastruktur transportasi di Pulau Jawa. Meskipun pembangunannya dilakukan dengan kerja paksa yang menyakitkan, warisannya tetap bertahan dan menjadi bagian dari identitas sejarah Indonesia hingga saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Photo: Jerry\/Kontributor BD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Beritadaerah-Wisata Nusantara)\u00a0 Jalan Raya Pos atau Jalan Daendels adalah salah satu proyek infrastruktur terbesar pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dibangun pada awal abad ke-19, jalan ini membentang sepanjang sekitar 1.000 kilometer dari Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur. Pembangunan jalan ini tidak hanya meninggalkan warisan sejarah yang mendalam, tetapi juga membuka jalur penting bagi perkembangan ekonomi dan transportasi di Pulau Jawa. Sejarah Pembangunan Jalan Raya Pos Jalan Raya Pos dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":356034,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":""},"categories":[93,8],"tags":[3194,3195],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia - Berita Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia - Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Beritadaerah-Wisata Nusantara)\u00a0 Jalan Raya Pos atau Jalan Daendels adalah salah satu proyek infrastruktur terbesar pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dibangun pada awal abad ke-19, jalan ini membentang sepanjang sekitar 1.000 kilometer dari Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur. Pembangunan jalan ini tidak hanya meninggalkan warisan sejarah yang mendalam, tetapi juga membuka jalur penting bagi perkembangan ekonomi dan transportasi di Pulau Jawa. Sejarah Pembangunan Jalan Raya Pos Jalan Raya Pos dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-01T06:22:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"721\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Endah Caratri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Endah Caratri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\",\"name\":\"Berita Daerah\",\"description\":\"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/\",\"name\":\"Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia - Berita Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-04-01T06:22:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-01T06:22:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85\",\"name\":\"Endah Caratri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Endah Caratri\"},\"description\":\"Endah Caratri is Coordinating Partner of Business Advisory Services Vibiz Consulting\",\"url\":\"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/iin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia - Berita Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia - Berita Daerah","og_description":"(Beritadaerah-Wisata Nusantara)\u00a0 Jalan Raya Pos atau Jalan Daendels adalah salah satu proyek infrastruktur terbesar pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dibangun pada awal abad ke-19, jalan ini membentang sepanjang sekitar 1.000 kilometer dari Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur. Pembangunan jalan ini tidak hanya meninggalkan warisan sejarah yang mendalam, tetapi juga membuka jalur penting bagi perkembangan ekonomi dan transportasi di Pulau Jawa. Sejarah Pembangunan Jalan Raya Pos Jalan Raya Pos dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/","og_site_name":"Berita Daerah","article_published_time":"2025-04-01T06:22:59+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":721,"url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Titik-Nol2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Endah Caratri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Endah Caratri","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/","name":"Berita Daerah","description":"Berita Ekonomi, Investasi dan kegiatan daerah","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/","name":"Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia - Berita Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#website"},"datePublished":"2025-04-01T06:22:59+00:00","dateModified":"2025-04-01T06:22:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/2025\/04\/01\/titik-nol-anyer-panarukan-jejak-sejarah-jalan-raya-pos-di-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Titik Nol Anyer-Panarukan: Jejak Sejarah Jalan Raya Pos di Indonesia"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/7c53f9cb7be4f954ff3b5888be782c85","name":"Endah Caratri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6d03bfb15db1bb00e9d986427491b10f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Endah Caratri"},"description":"Endah Caratri is Coordinating Partner of Business Advisory Services Vibiz Consulting","url":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/author\/iin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356033"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=356033"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":358231,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/356033\/revisions\/358231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/356034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=356033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=356033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.beritadaerah.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=356033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}